Bulan Mei ini, gereja GKDI di seluruh Nusantara mengangkat sebuah tema, “ONE MASTER”, yang terinpirasi dari Matius 6:9-21. Artikel ini diambil dari khotbah Pdt. Franky Lumenta pada hari minggu, 17 Mei 2020.

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” – Matius 6:19-21

Dalam ayat ini ada 2 unsur yang Yesus bicarakan, yaitu ngengat dan karat. Mari kita melihat lebih dalam dari sisi ilmu pengetahuan, mengapa Tuhan menggunakan istilah ngengat dan karat sebagai sesuatu yang merusak harta. 

1. Desire to be Rich – Tear Down

Ngengat dewasa berusia tidak mempunyai mulut dan berumur hanya 15-30 hari. Jadi, bagaimana caranya ia merusakkan harta? Larva ngengatlah yg berukuran sekitar 1-1.5cm, yang umur hidupnya berusia 2-30 bulan, yang merusakkan harta. Ia nyaman tinggal di tempat yang gelap dan memakan apapun seperti karpet, pakaian, dan buku. 

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. – Matius 6:1

Menariknya, pasal 6 ini seperti sebuah kesatuan. Jika kita melihat di ayat sebelumnya, Yesus sedang berbicara tentang hal memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa. Ketika berkaitan dengan sesuatu yang bersifat rohani, Tuhan meminta kita untuk melakukannya secara tersembunyi. Tetapi ketika berkaitan dengan harta,Tuhan mau kita meng-expose-nya. Mengapa?

Karena apa yang tersembunyi, yang tidak kelihatan, yaitu motivasi mengapa kita bekerja dan mencari uang, itu adalah yang perlu kita perhatikan. Ketika motivasi kita adalah untuk menjadi kaya, maka itulah yang mencelakakan, mengenggalamkan, meruntuhkan, dan membinasakan kita. Karena itulah yang akan menjadi tuan kita dan mendominasi pikiran kita, sehingga tuan kita bukan lagi Tuhan, tetapi mammon (uang). 

Itulah sebabnya Tuhan mengatakan tentang perumpamaan tentang ngengat, karena meskipun secara ukuran sangat kecil dan tersembunyi, tetapi dapat merusak banyak hal. 

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. – 1 Timotius 6:9

Jadi, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, “Apa yang memotivasi Anda untuk melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang? Apakah kekayaan yang kita cari? Apakah ketakutan akan kehilangan sesuatu yang mendominasi Anda?”

2. Difficult Situation – Testing

Perumpamaan yang kedua adalah tentang karat. Yesus mengungkapkan bahwa karat dapat merusakkan harta. Pada zaman itu, yang tergolong sebagai harta yang berharga adalah emas, perak, dan perunggu. Namun, ketiga harta tersebut tidak mudah berkarat atau tidak korosif. Yang korosif adalah besi, tetapi besi tidak termasuk sebagai harta berharga.

Namun, jika kita pelajari lebih lanjut, emas, perak, dan perunggu itu dapat korosif dalam kondisi ekstrim, yaitu jika dilarutkan dengan cairan tertentu. Hal ini juga berkaitan dengan iman kita. Dalam kondisi ekstrem-lah iman atau kesetiaan kita diuji. Dan dalam kondisi inilah tuan kita kelihatan, apakah Tuhan atau mammon. 

Matius 6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Jika kita mulai berpikir akan apa yang akan kita makan, minum, dan pakai untuk hari esok, berarti kita berada dalam kondisi ekstrem. 

Saat ini, kita berada dalam pandemi corona, yang bisa menjadi sebuah kondisi yang ekstrim untuk sebagian orang. Jika kita termasuk dalam kategori orang yang berkekurangan, dalam kondisi ini kita perlu bekerja lebih giat dan lebih kreatif. Karena dengan demikian, kita menolak untuk dikalahkan oleh keadaan yang membuat kita menjadi stress, kecewa, dan hilang harapan. Jika kita berkecukupan dan bahkan berkelebihan, maka kita perlu berbagi.

Kekayaan adalah baik, tapi keinginan untuk menjadi kaya itulah yang tidak baik, yang dapat merusakkan. Dan dalam keadaan ekstrim-lah, kita diuji, dan saat itu kita jadi sadar, siapa tuan kita, apakah Tuhan, atau mammon?

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: