Pada tanggal 26 Maret 2021, PDA Pakubuwono dari ministry Married Pusat mengadakan Ladies Bible Talk yang dihadiri oleh para istri dan ibu muda dengan tema “Momster”. Pembicara dalam acara ini adalah Pdt. Sarah Kezia Lou dari GKDI Bandung. Beliau adalah seorang pelayan, family counselor, juga ibu dari 2 anak yang luar biasa.

Penyebab Mommy Menjadi Momster

momster - gkdi 2

Momster merujuk kepada mama yang menjadi monster akibat tekanan dan lelah secara emosi. Salah satu penyebabnya adalah pandemi yang sudah berlangsung selama setahun ini. Pemicu mommy menjadi momster bisa berbagai hal, diantaranya:

  • Pandemi yang memaksa semua kegiatan berlangsung di rumah, termasuk sekolah dan bekerja. Mommy yang biasanya setelah mengantar anak ke sekolah bisa santai, enjoy, dan punya me-time, dibuat stress karena harus ikut sekolah di rumah. Belum lagi membantu mereka mengerjakan PR, membuat video, sementara harus masak dan mengurus rumah.
  • Krisis ekonomi membuat mommy khawatir dan cemas. Misalnya pemotongan gaji yang berkisar 20% – 50% yang memaksa keluarga memakai tabungan untuk kebutuhan hidup. Hal ini dapat menyebabkan depresi, sehingga stress level mom meningkat. Ciri-cirinya bisa susah tidur, gampang parno, khawatir berlebihan.
  • Pandemi yang memaksa untuk melakukan social distancing. Bagi orang yang suka bersosialisasi, akan merasa stress karena tidak bisa berkumpul lagi seperti dulu.
  • Hubungan suami isteri yang buruk. Suami ingin dilayani, sedangkan isteri kelelahan sehingga tidak excited untuk melayani suami. Dan hal ini dapat berpeluang menimbulkan konflik baru.

Hal-hal di atas akhirnya membuat mommy menjadi momster. Yang pada dasarnya adalah mommy kelelahan secara emosi.

Momster to Calm Mom

Apa saja respon yang buruk akibat kelelahan emosi tersebut?

  • Berteriak
  • Memukul atau menganiaya secara fisik. Misalnya mencubit anak saat marah.
  • Mendiamkan
  • Mengancam
  • Belittling/verbal abuse. Merendahkan atau tidak hormat terhadap suami, baik melalui perkataan ataupun bahasa tubuh.

Daripada menjadi momster, mari kita belajar menjadi CALM MOMs. 

Cara Menjadi Calm Moms

momster - gkdi 4

  • 3C: Connect, Cool Down, Control Our Breathing

Saat kita emosi, kita perlu menenangkan diri sendiri dengan cara mengontrol napas. Mungkin kita juga perlu ambil waktu untuk me-time, agar tidak meledak-ledak. 

Selain itu, kita perlu connect dengan anak. Bukan hanya bertanggung jawab sebagai ibu (masak, menyiapkan makanan, mengantar ke sekolah, dll) tapi tidak ada koneksi dalam satu rumah. Perlu membangun obrolan, doa bersama anak-anak, tanya kabar, dan terus membangun komunikasi

  • Waspada terhadap stress level dan hindari memberikan penghukuman dalam amarah.

Misalnya: mencubit, berteriak kepada anak. Ketika kita memberikan penghukuman saat kita sedang dalam amarah, kita membuat koneksi dengan mereka menjadi tidak baik. Mereka bisa sengaja perform atau menjaga image di hadapan kita untuk hanya terlihat baik di depan kita, demi menghindari hukuman. Padahal kita mau anak kita menjadi jujur dan secure kepada kita, mamanya. 

  • Tertawa di tengah kekacauan.

Ketika memiliki anak kecil, misalnya anak membuat rumah berantakan, kita biasanya duluan marah, keluar tanduk. Padahal tidak perlu marah, dibawa santai dan tertawa saja. Namanya juga anak-anak. Saat kita bisa menjadi mommy yang penuh sukacita, anak-anak pun bisa ikut bersukacita. Belajar untuk tertawa, bukan murka. 

  • Mendengar tanpa menghakimi atau memberikan nasehat.

Untuk anak-anak yang lebih besar, mom harus banyak mendengar tanpa menghakimi dan tidak memberi nasihat ketika mereka sedang ada masalah dan kacau emosinya. Beri nasihat ketika suasana sudah nyaman, misalnya setelah anak lebih tenang dan stabil emosinya. Ketika anak sedang tidak happy, Anda harus connect dengan anak Anda. Mencoba mengerti anak. 

  • Menguasai  reaksi (Master Our Reaction).

Anak-anak sejak kecil bisa merasakan kalau mamanya sedang tidak happy, tidak ok, marah, sedih, atau kesal. Terhadap anak yang lebih kecil, mom bisa lebih banyak bercerita tentang Tuhan. Terhadap anak yang lebih besar, mom bisa curhat kesedihan atau pergumulan namun harus tetap bantu anak melihat bahwa Tuhan itu baik karena memberi pertolongan.

Disiplin dan Instruksi

Disiplin

Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

momster - gkdi 5

Yang Tuhan mau adalah disiplin dan instruksi kepada anak-anak kita. Terkadang tanpa sadar, kita provoke atau memancing anak kita menjadi kesal atau marah sama kita. Misalnya berbicara dengan intonasi suara tinggi. Kita perlu pikirkan atau tanya kepada anak dan juga suami, hal atau sikap apa yang dapat memancing mereka jadi kesal sama kita. 

momster - gkdi 6

Displin itu bukan tentang ini boleh, itu tidak boleh. Jika anak kita seringkali bertanya tentang boleh tidak bolehnya, mungkin kita selama ini hanya kasih tahu apa yang boleh dan tidak. Tanpa memberikan penjelasan mengapa ini boleh atau tidak. 

Disiplin juga bukan tentang memberi hukuman, supaya mereka mengerti. Disiplin adalah tentang melatih pola pikir seseorang dan karakternya sehingga dia bisa membangun penguasaan diri, mengerti benar atau salah, serta konsekuensinya.

Misalnya anak izin ingin kumpul-kumpul dengan teman di tengah pandemik, jangan langsung marah-marah dan melarang, tapi coba untuk banyak bertanya dan ajak anak berpikir. Berapa orang yang ikut? Kamu mau ikut tidak? Ketika keluar apa yang harus dilakukan?  Kalau terdampak covid bagaimana, konsekuensinya siap atau tidak? Biarkan anak berpikir dan mengambil keputusannya sendiri. Itulah yang disebut disiplin. 

Instruksi

momster - gkdi 7

Instruksi adalah tindakan atau proses mengajar dengan memberikan arahan dengan tujuan yang jelas, secara berkala (intentionally), dan step-by-step tentang bagaimana melakukan sesuatu. 

Misalnya, ketika anak mau pergi dengan teman-temannya, kasih arahan yang jelas. Jangan salaman, jangan pegang-pegang muka. Jangan kita hanya menaruh ekspektasi yang tinggi, tapi kita tidak temani anak kita dan tunjukkan prosesnya seperti apa. Hal ini masih berhubungan dengan disiplin yang tadi, tetapi arahannya jelas. 

Disiplin dan Instruksi Yang Menyenangkan

Disiplin dan instruksi adalah proses yang panjang. Sampai kapan kita melakukan peran sebagai orang tua? Meskipun anak sudah menikah, kita tetaplah mommy bagi mereka dalam batasan yang wajar tentunya.

Karena proses ini panjang dan melelahkan, jadi harus dilakukan dengan fun, agar anak tidak bosan. Jangan hanya buat aturan tertulis. Bayangkan proses yang panjang ini dilakukan dengan serius, dan tegang? Mom pasti stress terlebih anak-anak.

Disiplin dan intruksi harus dilakukan berulang-ulang, dilakukan terus menerus secara konsisten, dan jelas. 

Tips

Sarah juga berbagi tips yang sangat berguna diantaranya:

momster - gkdi 9

  • Menerapkan nilai-nilai & karakter Kristus yang akan dilatih

Mom harus menetapkan nilai-nilai karakter Kristus yang akan dilatih misalnya kejujuran (tidak apa-apa salah, yang penting jujur), kepatuhan, hormat, belas kasihan dan sebagainya. Maksimal 4, tetapi paling bagus tetapkan 2-3 poin saja yang ingin difokuskan.

Tetapkan aturan dasar dan batasan dengan jelas (jadwal, aturan di rumah, dll) Meskipun tampaknya di tengah pandemik sudah tidak ada batasan karena anak memakai gadget untuk sekolah dan berinteraksi dengan teman, sebenarnya tetap bisa diterapkan, asalkan mom juga dapat fleksibel dan menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Misalnya: ditetapkan jadwal liburan, jadwal bermain, jadwal les, jadwal bantu-bantu di rumah, dan jadwal tidur. Supaya anak jelas dan tidak bingung karena tidak adanya aturan

  • Melatih lifeskill  dan self-control anak

Melatih 2 hal ini bisa dilakukan dengan menanamkan moral lewat cerita-cerita kegagalan dan kesalahan orang tua. Kalau kita cerita hanya yang bagus-bagus aja, anak akan menjadi tertekan. Tapi dengan cerita tentang kegagalan, tanpa sadar mom sedang melatih pola pikir anak. Bercerita dapat membuat anak menangkap nilai-nilai yang ingin kita ajarkan dengan cara yang menyenangkan (bukan perintah atau aturan).

Konsekuensi

Selain aturan, mom juga perlu jelas tentang penerapan konsekuensi. Berikut adalah beberapa konsekuensi yang ada:

  • Konsekuensi alami

Misalnya anak telat bangun dan sekolah sudah memberikan konsekuensi. Jadi kita tidak perlu memberikan konsekuensi tambahan lagi, karena hanya akan menambah beban mental anak. 

  • Konsekuensi yang ditetapkan bersama

Kalau mereka main sampai lupa waktu, apa konsekuensi yang diberikan harus jelas dan harus buat persetujuan sebelumnya. 

  • Konsekuensi seimbang

Konsekuensi yang diberikan perlu seimbang dengan kesalahan yang dibuat. Jangan karena mereka sekali tidak kerjakan PR, kita hukum dengan menyuruh mengepel lantai serumah dalam satu bulan. Itu bukan konsekuensi yang seimbang.

  • Konsistensi dan ketegasan sangat penting namun tidak kaku.

Terus lakukan evaluasi ulang mengenai konsekuensi. Sesuaikan dengan situasi atau keadaan, seperti keadaan pandemi saat ini. 

Hal yang Terutama

momster - gkdi 11

Yang terakhir Pdt. Sarah juga menekankan hal yang utama sebagai orangtua. Menurut Pdt. Sarah banyak orang tua membangun anak secara performance dan hasil. Namun sebenarnya, yang paling dibutuhkan adalah karakter, nilai, hubungan, dan pengenalan akan Tuhan.

PDA akhirnya ditutup dengan sharing beberapa moms yang belajar dari apa yang Pdt. Sarah bagikan. Tak lupa mereka juga berfoto bersama untuk mengabadikan moment tersebut sebelum akhirnya ditutup dalam doa.

Semangat para mommy, jangan jadi Momster ya, yuk kita jadi Calm Moms!

Video selengkapnya dapat diihat di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=_yp9C3AO7D0

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: