Jika orang religius berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan penyakit yang diderita seseorang, mengapa mereka perlu untuk meminum obat? Untuk klarifikasi lebih lanjut, jika mereka benar-benar percaya kepada Tuhan dan kekuatanNya, mengapa mereka perlu untuk meminum obat, mengapa mereka tidak berserah saja kepada Tuhan?

Ini jawaban saya…

Ini adalah pertanyaan yang bagus. Istri saya adalah seorang dokter, dan seseorang yang percaya kepada Tuhan. Seperti yang sudah dituliskan orang lain, ilmu pengetahuan dan iman tidak saling terikat secara eksklusif. Pikirkanlah tentang hal ini – penulis buku Lukas dan Kisah Para Rasul adalah seorang dokter.

“Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas” Kolose 4:14

Lukas menuliskan kisah tentang mujizat Yesus, Petrus, Paulus serta yang lain, dan sejauh apa yang kita ketahui, ia (Lukas) tidak menemukan kontradiksi antara imannya dan pekerjaannya. Paulus berkata kepada Timotius untuk,

“Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit , berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” 1 Timotius 5:23

Dalam konteks ini anggur digunakan sebagai ‘obat’. Yang menarik adalah Paulus tidak menyuruh Timotius untuk berdoa (walaupun dia tidak mengatakannya secara eksplisit juga). Kita mengetahui bahwa Paulus percaya akan kuasa doa, dan dia sendiri juga menyembuhkan orang. Apa yang dapat kita pelajari dari hal ini?

Mengapa orang Kristen memanfaatkan ilmu pengetahuan serta obat-obatan ketimbang hanya berdoa untuk kesembuhan?

Saya mempunyai sedikitnya 3 alasannya, yaitu:

  1. Tuhan menyediakan pemberian – Kita harus memanfaatkannya. Pemberiannya itu termasuk bahan obat-obatan (bahan kimia, dll) dan kemampuan pengobatan orang-orang (dokter, perawat, radiologis, dll). Mengapa kita tidak memakai karunia yang telah diberikan Tuhan?
  2. Tuhan menerima kemuliaan saat pemberiannya digunakan dan dinikmati. Sama seperti orang tua yang turut berbangga atas prestasi anak-anak mereka, Tuhan dihormati saat kita menikmati penyembuhan melalui obat yang diresepkan atau keterampilan seorang ahli bedah.
  3. Para pekerja menerima sukacita. Para penyedia penyembuhan dapat bersukacita karena keterampilan mereka digunakan untuk kepentingan orang lain. Ini tentu saja bukan sesuatu yang eksklusif untuk profesi medis, tapi ada kepuasan dalam menggunakan kemampuan seseorang untuk membantu seseorang yang sangat membutuhkan. Memberikan kelegaan untuk rasa sakit, harapan untuk masa depan yang lebih baik atau umur yang lebih panjang adalah pengalaman yang sangat memuaskan. Mengapa kita menyangkal orang itu bersukacita?

 

Ada waktu untuk kita berdoa untuk penyembuhan, ada saatnya untuk minum obat. Memang, adalah bijaksana untuk melakukan keduanya karena Tuhan telah menyediakan obatnya.

Menurut Anda apa keseimbangan antara doa dan intervensi medis?

Saudara Anda,

Malcolm

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Panduan Doa Kristen Menurut Perikop ‘Doa Bapa Kami’