Ketahui 3 Hal Penting Ini Saat Mengikuti Mentor

Seorang mentor membantu dan mengarahkan kita dalam suatu bidang tertentu. Dengan bantuan mentor, kita dapat bertumbuh dengan lebih cepat dan terarah.

Contohnya, kita mungkin bisa saja belajar menyetir mobil tanpa mentor. Namun, tentunya dengan risiko menyerempet atau menabrak sana-sini. Kita akann butuh proses lebih lama sampai benar-benar mahir. Selain itu, mesin mobil akan cepat rusak karena sembarangan dikendarai.

Dengan didampingi mentor, kita dapat belajar mengemudi dengan lebih cepat, aman, dan benar. Jika ada yang tidak kita pahami, kita bisa bertanya dan mendapat penjelasan dari mentor.

Banyak tokoh Alkitab yang berhasil dalam hidupnya karena menuruti nasihat Tuhan melalui para nabi atau ajaran Yesus. Mereka sama seperti kita, punya banyak kekurangan, tetapi berkat bimbingan mentor, mereka mampu mengerjakan hal-hal hebat dan memuliakan Allah.

Mari belajar dari tiga tokoh Alkitab yang mendapat bimbingan dalam menjalani hidup. Mengapa kita perlu memiliki mentor? Apa saja yang harus dan sebaiknya tidak kita lakukan dalam mengikuti mentor?

1. Yosua: Kerendahan Hati untuk Terus Belajar

mentor - gkdi 1

Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. – Keluaran 33:11

Saat sepuluh pengintai Israel menyampaikan kabar yang tidak akurat dan berlebihan tentang Kanaan (Bilangan 13:25-33), Yosua tetap percaya bahwa Tuhan akan membawa mereka ke tanah perjanjian.

“Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” – Bilangan 14:7-8

Kesetiaan Yosua kepada Tuhan tidak tumbuh dalam semalam. Sewaktu bekerja sebagai pelayannya, ia belajar dari iman Musa dan meneladani segala sesuatu yang Musa kerjakan. Memang tidak mudah menjadi seorang hamba, tetapi kerendahan hati membuat Yosua terus belajar dari orang yang tepat. Hasilnya, kelak Yosua-lah yang memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan (Yosua 11:23).

2. Raja Yoas: Pentingnya Pendirian Teguh (2 Tawarikh 24:27)

mentor - gkdi 2

Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada. – 2 Tawarikh 24:2

Yoas baru berusia tujuh tahun ketika menjadi raja Yehuda. Dalam tahun-tahun berikutnya, sebagai pemimpin muda, Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ia juga mampu mengambil berbagai keputusan yang tepat karena menuruti nasihat dan ajaran imam Yoyada.

Namun, sepeninggal Yoyada, Yoas terpengaruh hal-hal buruk dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.

Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. – 2 Tawarikh 24:17-18

Kisah Yoas mengajarkan kepada kita agar jangan bergantung kepada mentor kita, sehebat apa pun dia. Bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan. Miliki pendirian yang teguh dan biasakan untuk bersikap kritis dalam menerima ajaran mentor kita.

Mengapa demikian?

Ketika mentor kita pergi, atau meninggal dunia, atau mengecewakan kita karena perbuatannya tidak sesuai ucapannya, segala hal baik yang dia ajarkan tetap dapat konsisten kita lakukan. Bukan karena kita butuh pengakuan atau persetujuan dari mentor, melainkan karena kita tahu itulah yang berkenan kepada Tuhan.

3. Simon Petrus: Belajar Langsung dari Yesus

mentor - gkdi 3

Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. – Lukas 5:10-11

Petrus dan teman-temannya hanyalah orang biasa yang hidupnya berubah saat mengikuti Yesus. Mereka mendengarkan ajaran-Nya, melakukan apa yang Dia lakukan, melayani orang banyak, dan berdoa bersama-Nya. Dari Yesus, mereka belajar bagaimana cara menghadapi berbagai karakter manusia dan situasi selama memberitakan firman Tuhan.

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. – Kisah Para Rasul 4:13

Karena menuruti segala nasihat Yesus, sang Penasihat Ajaib (Yesaya 9:6), tak heran para murid-Nya, termasuk Petrus, tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berani.

Dalam proses pembelajarannya, Petrus tak luput dari kesalahan dan kelemahan. Ia pernah lalai (Matius 26:36-46), takut (Matius 26:69-75), dan kurang percaya (Matius 14:22-33). Namun, Petrus mengalami pertumbuhan yang pesat—dari murid yang penakut hingga menjadi rasul yang gigih mengabarkan Injil—karena ia terus belajar dan menerapkan apa yang dipelajari dari Yesus.

Hamba belajar dari majikannya, raja butuh penasihat, dan murid meneladani guru. Apa pun profesi kita sekarang, kita memerlukan mentor agar dapat terus maju dan mengembangkan kemampuan. Dalam hal rohani, carilah pembimbing atau saudara / saudari yang Anda hormati, dan belajarlah dari mereka. Teladani sikap hati mereka dalam mengikut Kristus.

Kita boleh saja hebat dan pintar dalam hal-hal tertentu, tapi janganlah mudah berpuas diri. Tetaplah rendah hati. Terbukalah dalam menerima nasihat dari orang-orang yang membimbing dan mengarahkan kita. Bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan, dan kerjakan apa yang diajarkan mentor kita secara konsisten.

Semoga Tuhan memberkati proses belajar Anda.

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok