gkdi laguIde bersahabat dengan anak remaja kedengarannya mustahil. Barangkali Anda sedang menghadapi anak remaja Anda yang temperamennya mudah naik-turun, tertutup, dan sulit diajak bicara dari hati ke hati. Atau, Anda sudah putus asa menghadapi kelakuannya dan tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Lantas, mengapa kita sebagai orang tua perlu menjadi sahabat bagi anak-anak remaja kita, dan bagaimana caranya?

Mengapa Perlu Bersahabat dengan Anak?

sahabat - gkdi 1

Dahulu ketika anak-anak saya masih kecil, kalimat “orang tua harus menjadi sahabat bagi anak yang telah remaja” terdengar begitu klise. Namun, ketika masa itu tiba, saya melihat bahwa pola asuh otoriter (mengatur, mengontrol, dan mendikte anak) memang tidak lagi cocok untuk diterapkan.

Memasuki usia remaja, anak Anda tengah membangun pola pikir, prinsip, serta keinginan yang lebih kuat. Bukan hanya itu, ia juga bertumbuh lebih besar dan lebih tinggi daripada orang tuanya. Apa jadinya jika Anda bersitegang dengannya terus-terusan? Kalau sampai ia lepas kontrol dan melukai Anda, hubungan kalian malah akan semakin renggang.

Singkat kata, mana yang Anda inginkan: menjadi sahabat atau musuh anak?

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. – Yohanes 15:15

Sejak awal, Tuhan ingin menjadi sahabat kita. Dia menyebut Abraham sahabat-Nya (Yakobus 2:23) dan memperlakukan Musa seperti seorang sahabat (Keluaran 33:11a). Bahkan, Yesus menyebut Lazarus saudara-Nya (Yohanes 11:11).

Yesus mengajak kita untuk tidak lagi memandang hubungan dengan-Nya sebagai hubungan antara Tuan dan Hamba, tetapi hubungan antarsahabat. Ya, Yesus menganggap kita sebagai sahabat-sahabat-Nya.

Dan, sebagaimana Allah Bapa dan Yesus bisa menjadi sahabat bagi anak-anak manusia, Anda pun bisa menjadi sahabat bagi anak remaja Anda.

Orang tua, Sahabat yang Lebih Karib daripada Saudara

sahabat - gkdi 2

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. – Amsal 18:24

Amsal menggambarkan bahwa seorang sahabat lebih karib daripada saudara. Ketika Anda menjadi sahabat bagi anak remaja Anda, hubungan kalian akan sedekat saudara, bahkan lebih.

Teman adalah sosok yang penting dalam hubungan sosial manusia. Bahkan, telah terbukti secara klinis bahwa persahabatan membantu memperpanjang umur dan menurunkan risiko serangan jantung. Hubungan persahabatan juga mendorong otak untuk memproduksi hormon dopamin, serotonin, dan oxytocin yang meningkatkan perasaan positif, bahagia, dan bebas stres.

Dengan kata lain, menjadi sahabat bagi anak berarti membantunya untuk survive, untuk memiliki hidup yang sehat, bahagia, dan berkualitas.

Cara Menjadi Sahabat bagi Anak Remaja

1. Terima Anak Seutuhnya

sahabat - gkdi 3

Orang tua sering kali tanpa sadar membanding-bandingkan anak dengan anak-anak lain. Akibatnya, anak merasa dirinya selalu kurang atau tidak pernah cukup baik. Dengan membandingkan anak, Anda juga menyakiti perasaannya.

Jangan berfokus pada kelemahan anak Anda, tetapi fokuslah pada kelebihannya. Jangan hanya menyoroti kegagalan mereka, tetapi soroti juga keberhasilan dan hal-hal baik yang ia tunjukkan. Anak butuh penerimaan dari orang tua agar dapat memiliki kecerdasan emosional serta kesehatan mental yang baik.

Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. – Kolose 3:21 

2. Jangan Sia-Siakan Waktu Bersama Anak

sahabat - gkdi 4

Waktu tidak bisa diulang kembali. Jadi, luangkan waktu Anda bersama anak selama memungkinkan.

Salah satu penyesalan terbesar saya adalah ketika saya tidak bisa menghadiri pertandingan futsal terakhir anak sulung saya sewaktu di bangku SMP. Padahal, pertandingan tersebut adalah kemenangan terbesarnya. Meskipun dikarenakan kesibukan pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan, rasa sesalnya membekas di hati saya hingga sekarang.

Family day adalah salah satu cara orang tua membangun bonding time atau mempererat ikatan dengan anak. Seminggu sekali, dedikasikan waktu Anda untuk anak, misalnya dengan jalan-jalan ke mal bersama, olahraga bersama, menemani mereka bermain basket, les piano, atau kegiatan hobi lainnya.

Sepanjang hari itu, pastikan kalian tidak sibuk dengan gadget masing-masing. Bangunlah percakapan dengan anak. Tanyakan kabarnya, bagaimana pelajarannya, teman-temannya, pergumulannya, hobinya, impiannya, dan harapan-harapannya. Manfaatkan kesempatan membangun hubungan dengan anak sebaik-baiknya selagi masih bisa.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. – Mazmur 90:12

3. Buat Anak Merasa Nyaman dengan Anda

sahabat - gkdi 5

Satu kali saya mendapati anak sulung saya melakukan sebuah tindakan yang tidak baik. Alih-alih menegur keras, memarahinya, atau bersikap panik, saya putuskan untuk mengajaknya bicara empat mata. Pada kesempatan itu, saya membuka Alkitab dan membacakan beberapa ayat yang berhubungan dengan tindakannya. Saya juga bercerita mengenai kesalahan-kesalahan serupa yang pernah saya lakukan.

Ajaib, anak saya yang tadinya ketakutan, berubah lega dan mau mengungkapkan perasaannya. Bukan hanya itu, sejak saat itu, anak saya selalu bersikap terbuka dan tidak takut menceritakan kesalahan atau kelemahannya kepada saya.

Kini, setelah kuliah semester enam pun, ia masih mencari saya setiap kali ada sesuatu yang sedang ia gumulkan. Kami bisa berdiskusi berjam-jam, dan selama kurun itu, ia akan bercerita tentang apa saja—sukacitanya, dukacitanya, keberhasilannya, atau kegagalannya. Saya tertawa dan menangis bersamanya.

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. – Lukas 15:21

Dalam perumpamaan si anak bungsu yang hilang, kita melihat bagaimana ia menyadari kesalahannya dan merasa nyaman untuk kembali kepada bapanya.

Ketika anak Anda sedang bersedih atau menghadapi pergumulan hebat, tentunya Anda tidak ingin ia datang kepada orang yang salah, bukan? Anda ingin ia datang kepada Anda, sehingga Anda mengerti bebannya, dan pastinya, Anda ingin mendukung dan membantunya. Jadi, buatlah anak merasa nyaman dengan Anda, tidak hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai sahabatnya.

Tentunya masih banyak yang bisa Anda lakukan untuk menjadi sahabat bagi anak remaja Anda. Ingatlah, bahwa sebagai orang tua, Anda adalah guru sekaligus murid. Anda guru, karena Anda mengajarkan anak nilai-nilai kebenaran, menuntunnya ke jalan yang benar, serta menjadi tempatnya mencari jawaban atas semua permasalahannya. Anda murid, karena Anda pun masih harus banyak belajar menghadapi anak Anda.

Di atas semua itu, bangunlah kedekatan dengan anak remaja Anda dengan landasan firman Tuhan. Karena, apa pun yang kita kerjakan tanpa Tuhan akan sia-sia!

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. – Mazmur 127:1b 

Semangat, Anda pasti bisa!

Referensi:
www.thefader.com/2017/03/08/science-of-friendship

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: