Menjadi Menantu yang Mengasihi Mertua – Gereja GKDI

Gereja gkdi laguMemiliki mertua adalah satu hal yang patut disyukuri. Mengapa? Karena sekarang kita dianugerahkan sepasang orang tua lagi yang menerima kita sebagai anaknya. Kita, sebagai menantu, pun bisa mendapatkan perhatian hingga bimbingan dari mereka.

Namun, hubungan mertua dan menantu pastilah tidak selalu mulus. Ini karena kita dan mertua berbeda dalam banyak hal, misalnya dari nilai-nilai, budaya, dan pengalaman. Tidak jarang kita mendengar adanya perselisihan di kedua belah pihak. Sampai-sampai, dunia menganggap bahwa mertua dan menantu tidak akan rukun jika tinggal bersama.

Tetap saja, kita sebagai menantu wajib mengasihi mertua. Sebagai orang yang menikah, saya merasakan sendiri sulitnya hidup bersama mama mertua saya.

Bagaimana  Saya mengasihi Mertua

mertua-gereja-gkdi 1

Karena tidak memiliki rumah sendiri dan sudah menjanda, mama mertua saya tinggal bersama saya dan istri

Saat saya menerima kehadiran mama mertua di rumah, awalnya tidak ada masalah. Saya berpikir bahwa semua akan baik-baik saja. Apalagi, mertua saya baik dan suka kegiatan rohani.  Barulah seiring berjalannya waktu saya menyadari, bahwa membangun hubungan dengannya tidaklah mudah

Ada beberapa hal penyebab konflik dengan mertua. Pertama, pola dan kebiasaan hidup kami berbeda. Kedua, cara komunikasi dan intonasi bicara kami pun berbeda. Ketiga, terkadang mertua terlalu banyak turut campur dalam urusan rumah tangga saya dan istri.

Perselisihan tersebut cukup mengganggu saya. Bahkan, saya pernah berpikir, saya tidak mau tinggal bersama mertua. “Lebih enak tinggal berdua saja dengan istri,”  begitu pikir saya. Pernah juga karena sangat jengkel, saya mendiamkan dan tidak menyapanya. Ini agar dia tahu bahwa saya tidak senang dengan keberadaannya.

Akan tetapi, saya sadar bahwa saya egois dan terlalu mementingkan diri sendiri. Bukan mertua yang perlu berubah; sayalah yang harus belajar rendah hati. Pula, saya paham bahwa Allah Bapa ingin agar saya mengasihi sang mertua. 

Saya pun belajar untuk mengasihi dia. Mulai dari bersikap sopan, menjaga perilaku dan perkataan, agar hubungan kami terjaga. Bahkan saya memperhatikan obat-obatan yang perlu ia minum dan mengantarnya ke klinik secara rutin. Pelan-pelan hubungan kami pun membaik.

Hasilnya, mama mertua sangat menyayangi saya sebagai menantunya. Dia akan sangat senang menyajikan makanan kesukaan saya. Dia juga sangat ingin melihat saya bahagia bersama istri. Bahkan, dia mengatakan bahwa saya adalah menantu terbaiknya. 

Sikap Hati untuk Mengasihi Mertua

mertua-gereja-gkdi 2

Kisah saya di atas bisa menjadi contoh bagi kita semua, para menantu, untuk rendah hati dan mengasihi mertua. Nah, sekarang sikap hati apa yang perlu kita punya, agar kita dapat mengasihi mertua kita?

1. Bersikap sopan dan hormat 

mertua-gereja-gkdi 3

Saat kita meminta izin untuk menikahi pasangan, kita tentu akan sopan kepada orangtuanya. Tidak mungkin kita seenaknya, tanpa tahu sopan santun. Sikap itu perlu kita pertahankan bahkan sesudah mereka menjadi mertua kita.

Kita bisa belajar akan sikap Musa pada Yitro, mertuanya. Yitro mengunjungi Musa setelah Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Apa sikap Musa?  Seperti tertulis di Keluaran 18: 5-7,

Ketika Yitro, mertua Musa, beserta anak-anak dan isteri Musa sampai kepadanya di padang gurun, tempat ia berkemah dekat gunung Allah, disuruhnyalah mengatakan kepada Musa: ”Aku, mertuamu Yitro, datang kepadamu membawa isterimu beserta kedua anaknya.”

Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah.

Sikap Musa menunjukkan bahwa dia menghormati Yitro. Ketika Musa mengetahui mertuanya itu akan datang, ia langsung menyambut Yitro, bahkan sampai sujud ke tanah. Terlihat bahwa Musa sangat menghormati Yitro.  Inilah yang perlu kita renungkan: seberapa hormat kita dengan mertua?

Betul, mertua kita pasti memiliki kelemahan. Tetapi Tuhan mau kita menghormati mereka. Kita menghormati mertua bukan karena keharusan dan tata krama, tetapi karena kita tahu bahwa itulah yang diinginkan Tuhan.

Untuk mulai menghormati mertua, kita bisa mulai dengan kebiasaan-kebiasaan kecil. Menyapa saat pergi dari atau datang ke rumah, berbicara dengan penuh hormat, sampai menawarkan bantuan jika diperlukan. Saya percaya mertua akan tersanjung mendapatkan perlakuan hormat dari menantunya.

2. Menjalin komunikasi yang baik

mertua-gereja-gkdi 4

Komunikasi yang baik adalah jembatan pembangun hubungan harmonis antara menantu dan mertua. Ini tidak berarti berkomunikasi setiap waktu, atau bercerita tentang segala hal kepada mertua. Tetapi bagaimana sikap hati kita terhadap mereka? Masihkah kita berhubungan baik dengan mertua, atau perlahan kita menjauhi mereka? Inilah tantangannya.

Apa syarat menjalin komunikasi yang baik? Seperti dikatakan pada Amsal 16:24, Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Komunikasi yang baik berawal dari perkataan yang baik juga. Betapa baiknya jika kita dan mertua dapat berbicara hangat dan akrab! Dengan begini, hubungan baik antara mertua dan menantu akan semakin bertumbuh. Hubungan pernikahan pun jadi lebih langgeng, karena pasangan melihat kasih kita kepada orang tuanya.

Untuk menjalin komunikasi, kita bisa mulai dengan menelepon untuk menanyakan kabar mereka. Bisa juga dengan berkunjung ke tempat mereka tinggal. Jika mertua tinggal bersama, kita dapat mengajak mereka berbicara lebih sering.

3. Menjadi Terang dan Mengenalkan Kebenaran Kristus pada Mertua

mertua-gereja-gkdi 5

Di atas semuanya, motivasi terbesar kita mengasihi mertua adalah agar dia turut serta dalam keselamatan. Itulah mengapa kita perlu memperkenalkan firman Tuhan kepadanya.

Seperti tertulis di Matius 5:16, Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. 

Bagaimana kita memperkenalkan firman Tuhan? Ketika pernikahan kita menjadi contoh. Terang Kristus akan nyata ketika kita mengasihi pasangan. Juga ketika kita mendidik anak dalam kasih. Dengan firman Tuhan terlihat dalam hidup kita, saat itulah kita menaburkan benih keselamatan dalam hati mertua kita.

Mertua adalah Orang Tua Kita juga

mertua-gereja-gkdi 6

Mungkin ada saatnya kita kesal dengan mertua. Terkadang, kita tak dapat menerima perbedaan dan ketidaksempurnaan mereka. Namun, mereka juga adalah orang tua kita. Kita perlu mengasihi mereka seperti ayah dan ibu kita sendiri. Seperti Tuhan dahulu sudah mengasihi kita, kita pun patut menunjukkan kasih itu. Terlebih, lancarnya hubungan antara mertua dan menantu akan menjadikan hidup menikah kita lebih bahagia.

Sebagaimana Kristus telah mengasihi kita, mari kita tunjukkan kasih-Nya kepada mertua kita!

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok