Devotionals
Mengapa Menjaga Hati itu Perlu? Belajar dari Daud
Sebelumnya saya pernah membahas tentang menjaga hati dari kisah Salomo. Kali ini, saya akan membahas lagi tentang hati. Kali ini yang saya akan mengupas tentang Daud, ayah Salomo.
Seperti Salomo, Daud bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya menjaga hati. Sebagaimana Salomo jatuh karena tidak hati-hati, Daud sendiri pun pernah sekali abai untuk menjaga hatinya.
Mengapa? Karena kata Amsal 4:23, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Hidup Anda dan saya akan sangat tergantung dari keadaan hati.
Tantangan dalam Menjaga Hati
Sudah pasti, menjaga hati tidak pernah mudah. Apa saja tantangan yang bisa muncul?
Pertama, saat keadaan sedang sulit. Ketika pendapatan menurun, bisnis sedang lesu, dan banyak masalah yang terjadi, hati kita bisa terpengaruh. Godaan untuk mencari jalan cepat nan instan bisa datang, meski berlawanan dengan firman Tuhan sekalipun.
Kedua, saat keadaan sedang baik-baik saja. Menjaga hati saat keadaan baik-baik saja? Rasanya aneh, tapi perlu. Ketika hidup ini terasa nikmat, hawa nafsu dan kemalasan bisa muncul. Pula, akan muncul godaan untuk mengandalkan diri sendiri, bukannya Tuhan.
Kali ini kita akan membahas yang kedua. Keadaan baik dapat membuat kita lengah, sehingga menjaga hati terasa tidak penting lagi.
Hal inilah yang dialami oleh Daud.
Bagaimana Daud Gagal dalam Menjaga Hati
Apa yang kurang dari seorang Daud? Ia berkenan di hati Tuhan, gagah perkasa, dan seperti dikatakan di 2 Samuel 8:6, Tuhan memberi kemenangan kemanapun Daud berperang. Tidakkah itu menakjubkan?Sayang, ia jatuh karena satu hal sepele. Ini bermula ketika dia tidak ikut berperang melawan bani Amon.
2 Samuel 11:1, Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Daud menyuruh Yoab, panglima perangnya memimpin peperangan. Dimanakah Daud saat itu? Dia sendiri tinggal di Yerusalem. Selagi berjalan-jalan di atap istananya, saat itulah dia melihat kemolekan tubuh wanita lain, Batsyeba ( 2 Samuel 11:2 ).
Kita bisa menebak peristiwa berikutnya yang akan terjadi.
2 Samuel 11:4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
Sulit membayangkan Daud berzinah. Namun, dari satu godaan sederhana saja, ia pun jatuh. Konsekuensinya? Daud membunuh Uria, suami Batsyeba, untuk menyembunyikan kejahatannya (2 Samuel 11:17). Batsyeba hamil, namun anaknya meninggal (2 Samuel 12:14) dan berbagai masalah menimpa Daud dan keturunannya (2 Samuel 12:11-12).
Begitu banyak kejahatan dan kemalangan, dari satu dosa saja.
Belajar dari Kejatuhan Daud akan Dosa
Kejatuhan Daud menjadi sebuah pelajaran penting untuk kita. Bahkan seorang Daud, yang begitu dikasihi Tuhan, bisa tersandung dosa perzinahan. Bahkan, akibatnya begitu besar.Apa yang bisa kita pelajari dari Daud yang tidak menjaga hati?
1. Hidup Nyaman = Tidak Bertumbuh
Kenyamanan dalam hidup bisa membuat kita lengah.
Daud pernah mengalaminya sendiri. Saat panglima dan pasukannya pergi berperang, dia memilih tinggal sendiri di kediamannya. Tanpa disangka, dosa menggoda dan membuatnya terjerumus. Andai Daud ikut berperang, mungkin peristiwa dosa tersebut tidak pernah terjadi.
Hal tersebut dapat terjadi pula dalam hidup kita. Saat kita berdiam dalam kenyamanan, suka menyendiri, tidak mau memberi dan mengasihi lagi, hati kita dalam keadaan bahaya. Jika tidak hati-hati, kita akan semakin terpuruk dan terjerumus dalam sengatan dosa. Tanpa disadari, hati kita bisa menjadi licik.
Sebaliknya, marilah kita terus berbuat baik. Seperti kata Galatia 6:9, Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Jangan terlena dengan kenyamanan; terus berbuat baik dan bertumbuh.
2. Godaan Hawa Nafsu
Hal apa yang bisa sangat menggoda seorang pria, khususnya pria menikah? Salah satunya adalah wanita selain istri kita.
Daud sudah menikah, bahkan memiliki banyak istri. Akan tetapi, hawa nafsu tidak kenal batas. Ia melihat Batsyeba, dan dari situ mulailah dosanya.
Semua orang, bahkan yang sudah menikah sekalipun, tidak imun terhadap hawa nafsu dan godaan. Bahkan, godaan paling kecil sekalipun bisa menuntun kepada kejatuhan.
Apalagi dengan mudahnya informasi beredar zaman sekarang. Godaan bisa muncul hanya dengan sekali klik atau scroll.
Lalu, bagaimana kita bisa melawan hawa nafsu? Kita perlu terus hidup dalam kekudusan, sebagaimana tertulis di Ibrani 12:14, Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Ketika kita mengingini yang kudus, hawa nafsu tidak akan mampu menggoda. Itulah mengapa kita perlu terus mengasihi Tuhan dan berpegang pada firman-Nya. Hidup dalam firman Tuhan dan berperang melawan godaan akan memadamkan hawa nafsu, sehingga kita tetap kudus.
Oleh karena itu, pegang terus firman Tuhan. Cintai apa yang kudus. Godaan pasti tidak akan mempan!
Bagaimana Hati Saya Hari Ini?
Semua yang kita pelajari di atas kembali berkata kepada kita: menjaga hati adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Terutama bagi kaum pria.
Bagaimana keadaan hati Anda hari ini? Jika Anda masih berusaha keras menjaganya, selamat bagi Anda. Namun, jika Anda mulai tergoda atau nyaman, mari berusaha agar dapat kembali ke jalan yang benar.
Percayalah, usaha Anda tidak akan sia-sia! Hidup kudus dengan hati benar akan memberi satu reward besar: perkenanan Tuhan.
Related Articles:
- Will You Marry Me?
- Inisiatif: Si Kecil yang Berdampak Besar
- Keluarga Harmonis Tidak Turun dari Langit
- Desain Awal Tuhan tentang Pernikahan
- Thanksgiving: Belajar Memahami Berkat Tuhan
-
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya