Ingin Menjadi Suami yang Inisiatif? Simak 3 Tipsnya! – Gereja GKDI

“Sedih saya, suamiku kurang punya inisiatif. Bisanya cuma diam dan menunggu istri bertindak dahulu. Memangnya saya yang kepala rumah tangga?” demikian keluh seorang istri. Apa sebabnya? Ia mengeluh karena merasa sang suami terlalu pasif, sehingga ia yang selalu mengambil keputusan. Sebagai pemimpin keluarga, bukan ini yang seharusnya terjadi; suami sepantasnya mengambil inisiatif.

Kalau begitu, seberapa pentingnya sih menjadi suami yang inisiatif? 

Apa Itu Suami Inisiatif?

Inisiatif-GKDI-1

Menurut KBBI, inisiatif berarti prakarsa. Arti prakarsa itu sendiri adalah upaya, tindakan mula-mula yang dimunculkan oleh seseorang.

Melihat arti kata tersebut, bisa diartikan bahwa suami inisiatif adalah suami yang berani mengungkapkan ide atau gagasan, dan memulai melakukan hal-hal baik. Bukan suami yang melulu pasif dan diam menunggu ide dari orang lain, apalagi istri.

Dia adalah suami yang mempunyai gagasan untuk membangun pernikahan dan keluarga. Baik dalam keadaan susah maupun senang, ia selalu bergerak terlebih dahulu dengan ide-idenya.

Namun, itu adalah keadaan yang ideal. Bagaimana jadinya jika suami tidak memiliki inisiatif?

Tanpa Inisiatif, Apa Akibatnya?

Dilahirkan sebagai anak bungsu yang dimanja, diri saya bertumbuh menjadi suami yang penuh ketakutan. Dari kecil, orang tua terlalu melindungi saya. Mau bermain di luar rumah, sering dilarang. Mau melakukan apa-apa dilarang. Akibatnya, saya berpikir bahwa ada bencana yang akan menimpa jika saya melakukan sesuatu.

Hal itu terbawa dalam pernikahan. Sering saya tidak berani memulai sesuatu. Misalnya, saya kurang berani mengajak istri liburan ke luar kota. Apalagi jika rute perjalanannya berkelok-kelok dan menanjak tinggi bak roller coaster. Kaki saya langsung dingin jika mulai mengendarai jalur menanjak nan tinggi.

Akibatnya, meski saya tahu bahwa istri membutuhkan refreshing, saya tidak mengajaknya berlibur. Bukan hanya ke luar kota, jalan-jalan di dalam kota juga jarang. 

Saya terus bertahan dengan ketakutan dan kenyamanan diri sendiri. Istri makin tidak bahagia, bahkan dia berkata kepada saya, “Saya tidak berani berharap apa-apa sama kamu. Kamu terlalu sibuk dan fokus pada dirimu sendiri.”

Perkataan itu mengubahkan pola pikir saya; Kalau saya tetap tidak menunjukkan inisiatif, rumah tangga saya akan terasa datar dan hambar. Saya pun mulai mengubah pola pikir dan meyakinkan diri untuk maju dan mengambil kesempatan terlebih dahulu.

Bagaimana Untuk Berubah?

Suka atau tidak suka, memiliki inisiatif itu penting untuk menjadi suami. Bayangkan, jika  kita selaku suami aktif dan berusaha untuk lebih memimpin istri dan keluarga. Bukankah keluarga akan merasa lebih aman dan pasti dengan suami seperti itu?

Sikap dan karakter kita juga akan bertumbuh, karena berusaha melakukan yang terbaik bagi istri. Ujungnya, apalagi jika bukan pernikahan yang lebih bahagia.

Hal-hal di bawah ini telah membantu saya berubah untuk menjadi suami yang lebih inisiatif dalam pernikahan. Semoga juga bermanfaat bagi Anda, para suami

1. Suami Diberi Peranan Untuk Memimpin

Inisiatif-GKDI-2

Efesus 5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Apa peran dan rancangan Tuhan bagi seorang suami? Kita adalah kepala dari istri. Dengan kata lain, kita ditempatkan untuk memimpin istri kita. 

Menjadi pemimpin di sini bukan berarti mengatur dan mendikte segala-galanya. Sebaliknya, seorang suami yang memimpin memberi teladan dan bertanggung jawab atas kebahagiaan istri. Hal itu berarti kita perlu untuk inisiatif dalam melakukan berbagai hal. 

Salah satunya, kita perlu menjadi teladan dalam hal kerohanian, saat teduh dengan Tuhan. Apa yang kita  bisa lakukan? Kita berinisiatif mengajak doa bersama. Seminggu sekali, kita bisa mengajak istri membaca dan menyelidiki Firman Tuhan bersama. 

Saat suami menyadari perannya sebagai pemimpin, kita akan terdorong untuk memiliki inisiatif.

2. Mau Mengasihi dan Membahagiakan Istri

Inisiatif-GKDI-3

Sering yang menjadi alasan saya kurang berinisiatif adalah tidak mau mengasihi istri. Dengan kata lain, saya lebih fokus akan kenyamanan dan keegoisan diri saya sendiri. 

Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 

Sebaliknya, firman Tuhan mengatakan agar suami mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat. Andai Tuhan tidak mengasihi kita, akankah Kristus mau menderita dan meregang nyawa di kayu salib?

Saat saya merenungkan ayat di atas, saya termotivasi mengalahkan kemalasan dan kenyamanan saya. Saya menggantinya dengan inisiatif melakukan hal-hal baik kepada istri saya. 

3. Kalahkan Ketakutan 

Inisiatif-GKDI-4

Setiap kita memiliki ketakutan masing-masing. Mungkin, ada yang takut akan ketinggian, takut kenyamanan terganggu, takut direndahkan atau tidak dihargai, atau hal lainnya. Kadang, hal itu sangat menghalangi kita untuk berinisiatif. 

Anniversary pernikahan tahun lalu, saya mengajak istri menginap di hotel di luar kota. Ada kekhawatiran, takut terjadi apa-apa selama perjalanan. Saya berusaha mengalahkan ketakutan saya. Hasilnya, istri merasa bahagia. Dia sampai berkata, “Tumben honey mengajakku menginap di luar kota, aku happy sekali.” Anniversary kami pun menjadi momen yang paling berkesan sampai hari ini. 

Mazmur 118:6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 

Ayat di atas sangat membantu saya. Jika Tuhan ada di pihak kita, adakah hal yang perlu kita takutkan? Mungkin ada, tetapi percayalah Tuhan akan menyertai kita!

Coba kalahkan ketakutan atau lakukan hal-hal yang menentang ketakutan, dan mulailah berinisiatif!

Inisiatif Dimulai dalam Diri Kita

Inisiatif-GKDI-5

Sebenarnya, inisiatif itu ada dalam diri Anda. Namun, Anda sendiri yang harus memutuskan untuk berubah. Orang lain tidak bisa memaksanya. 

Percayalah, Anda bisa berubah. Istri akan bahagia memiliki suami yang berprakarsa membahagiakan dirinya. Dengan kerendahan hati dan penyertaan Tuhan, Anda bisa menjadi suami yang inisiatif dalam pernikahan dan keluarga.

Semua untuk kemuliaan Tuhan kita.

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok