Menikmati Hidup di Tengah Badai. Bagaimana Caranya?

Gereja gkdi lagu

Suatu hari, saya tengah menikmati tontonan tentang lomba surfing di dunia melalui YouTube. Karena menarik, hingga berminggu-minggu saya mencari video tentang surfing di tengah ombak-ombak tertinggi di dunia

Saya yang tak bisa berenang merasa takjub dengan keahlian mereka berselancar di tengah ombak besar yang datang bergulung-gulung. Mereka tak sekalipun merasa takut, apalagi gentar. Bahkan mereka menikmati kedatangan ombak dan menantikan ombak-ombak yang lebih besar lagi agar mereka dapat berselancar dengan lincah. 

Menelaah lebih jauh, ombak tersebut mengingatkan saya tentang kehidupan ini. Bukankah ada kalanya masalah-masalah yang datang dalam hidup seperti riak ombak di lautan? Terkadang ombak kecil, sesaat kemudian, tak diduga, ombak besar datang menghempas. Masalah besar pun melanda. 

Dan kebanyakan orang, tak siap menghadapi ombak besar dalam hidupnya. Jikalau mungkin, rasanya ingin menghilang saja, agar masalah tersebut tak menyentuh hidup kita. Atau, kita memilih lari untuk menghindarinya. Seperti pepatah, lari dari kenyataan. 

Namun sayang, menghilang maupun lari dari ombak dahsyat dalam hidup, tidak akan pernah menjadi jalan keluar terbaik. Mengapa? Karena mungkin di masa depan kita juga akan berhadapan kembali dengan hal yang sama. Misalnya, kita lari dari pekerjaan yang orang-orangnya menyebalkan. Apakah di kantor yang baru ada jaminan bahwa kita tidak akan bertemu dengan orang yang menyebalkan?

Yang perlu kita lakukan adalah hadapi dan belajar menikmati hidup di tengah ombak yang menghempas. Tentunya kita ingin memiliki hidup yang bisa dinikmati, ‘kan?

Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang menyikapi keadaan buruk dalam hidup kita.

2 Prinsip Menikmati Hidup di tengah Badai

1. Hari Buruk Dan Baik, Keduanya Penting dalam Hidup

menikmati-gereja-gkdi 1

Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur Pengkhotbah 7:14

Siapa sih yang tidak ingin hidup mulus, tanpa masalah, dan tanpa penderitaan? Tentunya, kita ingin menjalani hari yang baik dan indah setiap hari. Tidak ada hari yang buruk karena ia dapat mengacaukan emosi, perasaan, dan pikiran Anda. Serta mungkin juga dapat menguras keringat dan air mata

Namun penulis buku Pengkhotbah, Salomo, mengatakan bahwa hari baik dan hari buruk keduanya dijadikan Allah. Dan kita tahu, bahwa tidak ada maksud dari semua yang Tuhan ciptakan tentu baik untuk kita. Ia menasehati kita untuk bergembira ketika hari sedang mujur. Tetapi pada hari buruk pun, jangan stres, hadapi saja. Ingat bahwa hari buruk pun bisa menjadi sebuah pengalaman berharga. 

Mengapa Ada Hari Buruk?

menikmati-gereja-gkdi 2

Saya teringat sebuah quote yang selama bertahun-tahun membantu saya menikmati dan mensyukuri hari-hari buruk. 

“Never regret a day in your life. Good days give you happiness and bad days give you experience. Both are essential.” – Laurie Buchanan

Yang artinya, jangan pernah menyesali sebuah hari dalam hidup Anda. Hari baik memberikan Anda kebahagiaan dan hari buruk memberi Anda pengalaman. Keduanya sama-sama penting.

Apa jadinya jika kita hanya merasakan hari baik tanpa mengerti rasanya hari buruk? Mungkin, kita akan menjadi seseorang yang sombong. Kita akan merasa bahwa kita bisa mengendalikan segala sesuatu dalam hidup. Semua hal bisa diatur agar sesuai dengan keinginan kita. Jika semua hari adalah hari baik, mungkin kita akan menjadi orang yang mengandalkan diri sendiri dan tidak lagi mengandalkan Tuhan

Hari buruk ini juga pernah dialami oleh Yunus. Di dalam Yunus 2:7 tertulis, “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. ” Berada di dalam perut ikan hidup-hidup selama tiga hari membuat Yunus menyadari bahwa Ia butuh Tuhan dan tidak dapat lari dari-Nya.

Tanpa hari buruk, mungkin kita tidak lagi membutuhkan Tuhan. Hari buruk membuat kita akan belajar artinya bergantung kepada Tuhan, rendah hati, meminta nasihat, dan pertolongan Tuhan. Oleh karena itu, mari kita nikmati setiap hari dalam hidup kita. Ambil hikmahnya dan izinkan Tuhan mengajar dan membentuk Anda melalui hari-hari baik dan buruk itu. 

2. Hal Baik dan Buruk Berlangsung Hanya Sementara

menikmati-gereja-gkdi 3

Pernahkah Anda merasa hidup begitu berat, seringkali ditemani dengan rasa khawatir dan putus asa?

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Matius 6:34

Ayat di atas mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu khawatir. Anda juga bisa mengambil waktu dengan membaca keseluruhan perikop dengan judul, “Hal Kekhawatiran” di dalam Matius 6:25-34. 

Ada satu quotes yang juga sangat membantu saya dalam hal ini:

Everything in life is temporary. So if things are going good, enjoy it because it won’t last forever. And if things are going bad, don’t worry. It can’t last forever either. Unknown

Segala sesuatu di dalam hidup adalah sementara. Jika semuanya berjalan dengan baik, nikmatilah, karena hal itu tidak akan bertahan selamanya. Dan jika sesuatu berjalan dengan tidak baik (buruk), jangan khawatir. Hal itu juga tidak akan bertahan selamanya. Anonim.

Menyikapi Hal Buruk dengan Benar

menikmati-gereja-gkdi 4

Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Melalui hal baik dan buruk, mari kita belajar untuk menikmati hidup ini. Hal ini bukan berarti, lantas kita diam-diam saja dan tidak berbuat apa-apa jika hal buruk terjadi. 

Misalnya, hidup sudah terlilit hutang, pernikahan di ambang perceraian, tapi kita tetap diam dan menikmati saja. Belum tentu juga kita dapat menikmati keadaan yang seperti ini. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita harus berjuang melakukan sesuatu untuk memperbaiki hidup kita. 

Segala sesuatu dalam hidup perlu diperjuangkan. Hal yang baik tidak datang begitu saja, begitu juga hal buruk. Ketika hidup berjalan baik, kita perlu untuk melatih diri untuk bersyukur. Ketika hidup tidak berjalan buruk, kita pun perlu berjuang untuk memperbaiki hal-hal yang masih dalam kontrol kita. Apalagi jika hal buruk yang kita terima, adalah konsekuensi dari perbuatan kita. Kita perlu bertobat, sama seperti yang Yunus lakukan (Yunus 2:7)

Namun, selagi kita lakukan bagian kita yang terbaik, jangan biarkan rasa khawatir membuat kita tidak dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan. 

“Life isn’t about waiting for the storm to pass. It’s about learning to dance in the rain.” Vivian Greene 

Seorang peselancar tidak mengeluh ombak menghempasnya. Bahkan, semakin besar ombak yang datang, membuat peselancar itu semakin mahir berselancar. Adakah orang berselancar di laut yang tenang? Tidak ada. 

Begitu pula dengan hidup kita. Kadangkala, masa-masa sulit tidak dapat kita hindari. Namun, tanpa masalah, mungkin kita pun menjadi orang yang tidak bertumbuh. Tetapi bagaimana kita menyikapinya adalah pilihan. Hari baik dan buruk, keduanya Tuhan izinkan terjadi agar kita bisa menikmati hidup, bersyukur, dan juga terus bergantung kepada Tuhan. Dan tentunya, membuat hidup kita menjadi penuh warna. 

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Roma 12:12 

Referensi:
www.coolnsmart.com/quote-everything-in-life-is-temporary-so-if-46740/
www.goodreads.com/quotes/132836-life-isn-t-about-waiting-for-the-storm-to-pass-it-s-about
www.twitter.com/tueswithlaurie/status/1096821454149058560

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok