Menerima Fakta Hidup Anda: Kunci Menghadapi Depresi

Gereja gkdi lagu

Mengalami depresi tentu sangat tidak menyenangkan. Bayangkan, dari hari ke hari Anda bergumul dengan berbagai pikiran buruk, sulit bersukacita, bahkan kehilangan rasa senang dalam melakukan hal-hal yang Anda suka lakukan. Rasanya, seperti satu hari penuh tertutup awan mendung.

Secara umum depresi dapat digambarkan sebagai suatu keadaan yang sangat putus asa dalam menghadapi hidup. Akibatnya, orang tersebut akan sangat kehilangan minat melakukan segala sesuatu, bahkan apa yang ia gemari sekalipun. Bahkan, seorang yang depresi akan sangat tidak semangat menyambut hari berikut dalam hidup mereka. 

Salah satu penyebab depresi adalah ketika kita tak mampu menerima kenyataan yang terjadi dalam hidup. Hal itu pula yang saya alami secara pribadi. 

Mimpi yang Tak Sampai

depresi-gereja-gkdi 1

Pada awalnya saya memiliki hidup yang begitu nyaman. Setelah menjalani kuliah di jurusan desain interior, saya diterima bekerja di sebuah perusahaan yang sama dengan jurusan saya. Pekerjaan ini sangat saya nikmati karena saya mampu menyalurkan bakat saya, dan saya puas dengan hasil-hasilnya. Pukul 9 pagi saya berangkat ngantor, pukul 5 sore sudah kembali ke rumah.

Semua itu berubah ketika ayah meminta saya untuk membantunya berdagang di pasar. Tawaran itu tentu saja membuat saya bimbang. Padahal, waktu itu saya sudah memiliki pekerjaan sebagai desainer interior, sesuai impian saya. Saya terpaksa memilih: melanjutkan impian, atau membantu keluarga? Setelah melalui berbagai pertimbangan, tanpa adanya solusi lain, akhirnya saya resign dari kantor dan membantu ayah. Semua ilmu dan impian terpaksa pun harus terkubur.

Berdagang di pasar sangat berbeda dengan pekerjaan saya dahulu. Saya harus bangun pukul 03.00, menyiapkan kebutuhan toko, memaksa diri untuk mengatur jual beli di tengah kantuk. Itu terjadi setiap hari. Jam tidur saya pun terganggu. Puncaknya, pada suatu pagi, ketika saya sedang sikat gigi, mulai ada suara di pikiran saya yang mengatakan bahwa saya ingin bunuh diri.

Akhirnya saya memutuskan untuk berobat. Saya mengunjungi psikolog dan psikiater, untuk mengatasi gangguan ini. Ternyata, saya mengalami depresi dan general anxiety disorder atau gangguan kecemasan menyeluruh. 

Menerima Kenyataan Hidup

depresi-gereja-gkdi 2

Untuk mengatasi depresi, saya pun banyak menerima resep obat-obatan. Obat-obat tersebut banyak membantu saya, namun, kata dokter, obat hanya berperan sebesar 30%. Untuk mengatasi depresi, 70% selebihnya tergantung dari usaha saya mengubah pola pikir.

Selagi meminum obat-obatan tersebut, saya berusaha menerima berbagai kenyataan dalam hidup saya. Hal apa yang selama ini belum sanggup saya terima?

Di sinilah saya tersadar. Asal depresi tersebut datang dari keengganan saya menerima kenyataan dalam hidup ini. Fakta bahwa saya menjadi pedagang pasar, bukannya seorang desainer interior, adalah sumber dari depresi itu. Saya merasa bahwa apa yang saya jalani tidak sesuai dengan ideal saya. Ketidakmampuan untuk melihat kenyataan itulah yang menjerumuskan saya ke dalam depresi.

Ketika saya sudah bisa menerima kenyataan-kenyataan tersebut, saya pun berdamai dengan diri saya sendiri. Saya menjadi lebih tenang, dan pelan-pelan mengurangi dosis obat saya. Sampai saat ini sudah dua tahun saya tidak meminum obat-obatan lagi.

Saya mulai mencoba menerima dan mensyukuri fakta dalam hidup ini. Tidak apa-apa menjadi pedagang, karena karakter saya bertumbuh. Tuhan membentuk saya dengan menyingkirkan kemanjaan dan kekanak-kanakan saya. Dalam berdagang, saya menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup. Pula, selama berdagang, saya bisa memastikan kesehatan kedua orang tua saya.

Belajar dari Daud

depresi-gereja-gkdi 3

Mungkin Anda juga mengalami depresi. Anda ingin mencari jalan keluarnya. Namun, sebagai orang yang percaya Tuhan, kita mungkin bertanya-tanya: adakah jawaban untuk depresi dalam firman Tuhan? Meski Alkitab tidak terang-terangan menyebutnya, Daud juga pernah mengalami masa-masa terjepit dan tertekan seperti depresi.

Namun ia berhasil melewatinya. Ia tidak lantas menyerah atau mengeluh bahwa hidupnya tidak ideal. Ia menerima kenyataan sebagaimana adanya, dan memilih untuk berserah kepada Tuhan. Apa yang Daud lakukan, sehingga mampu menang dari keadaan yang sulit?

1. Mengutarakan kekhawatiran kepada Tuhan

depresi-gereja-gkdi 4

Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mazmur 6 : 6 – 7 

Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku. Mazmur 120 : 1 

Daud tahu rasanya berada di titik terendah. Ia pernah begitu kehilangan harapan. Tetapi apakah Daud hanya merasa putus asa dan berdiam diri? Tidak. Daud mencurahkan segala kondisi dan perasaannya kepada Tuhan.  

Pertanyaannya: siapa atau apa yang biasanya kita andalkan ketika masalah melanda? Dan bisakah kita terlebih dahulu mencari dan bercerita kepada Tuhan? Seperti Daud, sudah seharusnya Tuhan terlebih dahulu yang kita cari ketika hidup menjadi sulit

2. Berseru di dalam doa

depresi-gereja-gkdi 5

Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada Tuhan. Mazmur 142 : 1 b 

Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku. Mazmur 6 : 9-10 

Daud tidak berhenti dengan meratapi nasibnya, namun ia meminta tolong kepada Tuhan. Ayat di atas mengatakan bahwa Daud berseru dengan nyaring, agar Tuhan melepaskan dia dari tangan musuhnya.

Hasilnya? Daud mendapat keyakinan dan kekuatan. Ia percaya, bahwa Tuhan memberinya kekuatan untuk melalui semua yang sedang terjadi. Bukan hanya itu, Daud juga percaya bahwa Tuhan akan menjauhkan semua musuh-musuhnya.

Dengan berdoa, kita dapat langsung menyampaikan semua keluhan dan permohonan kita. Kita boleh yakin, bahwa Tuhan akan mendengarkan semua keluh kesah kita itu. Bukan hanya itu, doa adalah cara kita meletakkan kekhawatiran kita dan mengizinkan Tuhan bekerja dengan kuasa-Nya.

3. Tetap percaya bahwa Tuhan akan menjawab

depresi-gereja-gkdi 6

Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. Mazmur 118 : 5 

Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Mazmur 12 : 13 

Tidak hanya berseru, Daud juga percaya bahwa Tuhan akan menjawabnya. Boleh jadi masalahnya belum selesai, namun saya percaya bahwa Daud dikuatkan karena ia percaya kuasa Tuhan. Tuhan tidak tidur, Ia pasti memberi pertolongan.

Saat kita sedang berada dalam episode depresi, kita perlu senantiasa mengingatkan diri bahwa Tuhan tidak akan terlelap. Ia tidak akan menutup mata dan telinga terhadap hidup kita. Bukankah Ia yang telah menciptakan segala makhluk hidup, dunia, dan segala isinya? Kita memiliki Tuhan yang mampu, sanggup, dan berkuasa diatas segala-galanya. Kita perlu terus meyakini bahwa masih ada Tuhan yang akan membantu melewati masa depresi kita.

Melewati Depresi bersama Tuhan

depresi-gereja-gkdi 7

Depresi memang bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Akan tetapi, jika masalahnya adalah kenyataan yang tak sesuai impian, kita perlu berbesar hati dan menerima semua yang terjadi dalam hidup kita. Saat penerimaan itu terjadi, di saat itulah kita bisa berdamai dan memulihkan diri kita kembali.

Di atas segalanya, mari tetap bersyukur dan percaya kepada Tuhan. Ia memberi kita kekuatan untuk menjalani hidup dan segala konsekuensinya. Masalah boleh datang dan menerjang, namun tentulah Ia akan menyertai kita dan menolong kita, sampai selama-lamanya.

Referensi : https://sardjito.co.id > 2019/09/30 : pengertian depresi menurut WHO.

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok