Rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh. Mungkin Anda pernah mendengar peribahasa tersebut saat duduk di bangku sekolah. Malas belajar, malas bekerja, malas berpikir, dan malas membaca dapat membuat kualitas hidup kita rendah.

Menurut data UNESCO tahun 2012, dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca buku. Artinya, minat baca orang Indonesia masih tergolong sangat rendah. Penyebabnya macam-macam, mulai dari kurangnya ketersediaan buku dan tenaga pengajar, hingga malas membaca. Ini merupakan salah satu faktor mudahnya berita hoaks menyebar. Alih-alih membaca informasi sampai tuntas, seseorang langsung meneruskan atau terprovokasi tanpa memahami duduk perkaranya.

Gejala malas membaca juga sering dialami umat Kristen: kita malas membaca Alkitab. Kalaupun dibaca, kita malas merenungkannya. Akibatnya, kita menjadi seperti benih yang jatuh di pinggir jalan dalam perumpamaan tentang penabur (Matius 13:1-23).

Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. – Matius 13:19

Membaca Saja Tidak Cukup

malas - gkdi 1

Baca kitab suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh …

Pesan dalam penggalan lirik lagu kanak-kanak Sekolah Minggu ini begitu kuat. Kalau ingin bertumbuh dalam iman, kita perlu meluangkan waktu membaca Alkitab dan berdoa kepada Tuhan, setiap hari.

Namun, membaca saja sebenarnya tidak cukup. Tertulis dalam Roma 10:17: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Artinya, membaca firman Tuhan sebaiknya tidak sambil lalu. Ucapkanlah ayat-ayat tersebut, sehingga telinga kita mendengar dan firman itu pun tertanam di dalam hati.

Dalam Kisah Para Rasul 17:11b tercatat, “… dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” Di tengah kesibukan mereka sehari-hari, orang-orang Yahudi di kota Berea selalu menyisihkan waktu untuk menyelidiki firman Tuhan.

Dan, penulis Mazmur mengatakan, “Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (Mazmur 1:2).”

Jadi, orang Kristen seharusnya tak hanya (sekadar) suka membaca firman. Wawasan rohani yang baik dapat diperoleh melalui sikap baca yang aktif (active reading), yaitu dengan menyelidiki dan merenungkan firman Tuhan. Kita membaca Alkitab dengan tekad untuk memahaminya. Jika ada yang tidak dimengerti, kita bertanya atau mendiskusikannya dengan saudara / saudari kita.

Pendengaran akan firman, serta sikap hati untuk menyelidiki dan merenungkannya akan membantu kita memahami kehendak Allah.

Manfaat Baca Firman

malas - gkdi 2

Membaca berarti membuka jendela dunia. Dengan membaca, kita dapat memandang lebih luas dan berpetualang lebih jauh. Kita belajar hal-hal baru, melihat kehidupan melalui kacamata orang lain, terpesona dengan uniknya beragam budaya di dunia, atau ikut merasakan perjuangan hidup para tokoh besar.

Kalau membaca buku pengetahuan atau non-fiksi bisa mendatangkan banyak manfaat, apalagi membaca firman. Alkitab sarat dengan pesan, inspirasi, dan panduan hidup. Firman Allah memberi kita empat manfaat sekaligus, yaitu mengajarkan pengetahuan, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik kita dalam kebenaran (2 Timotius 3:16).

Sebagai murid Yesus, sudah selayaknya kita punya standar hidup yang baik. Entah itu terkait keinginan belajar, kerinduan akan firman, persekutuan dengan Tuhan, maupun dalam kasih dan pelayanan terhadap sesama. Yesus mengatakan bahwa hidup keagamaan murid-murid-Nya harus lebih benar daripada ahli Taurat dan orang Farisi (Matius 5:20). Tentunya semangat membaca firman termasuk salah satu elemen hidup keagamaan yang perlu kita benahi.

Jika Anda masih enggan membaca firman karena satu dan lain hal, hal-hal berikut mungkin dapat mengubah pandangan Anda tentang Kitab Suci. Ketahui juga apa tujuan kita membaca firman Tuhan di sini.

Ubah Kebiasaan Malas Membaca

Tuhan membekali kita dengan akal agar kita dapat mencari solusi. Jika selama ini Anda malas membaca firman, carilah cara untuk mengatasinya. Beberapa hal berikut patut dicoba untuk meningkatkan minat baca Anda:

1. Tentukan Waktu Terbaik

malas - gkdi 3

Pagi hari sering menjadi pilihan waktu yang ideal untuk saat teduh. Pikiran kita segar dan suasana masih lengang. Namun, waktu terbaik bagi setiap orang untuk membaca firman itu berbeda-beda, tidak selalu harus di pagi hari.

Pelajari ritme aktivitas Anda, lalu tetapkan waktu yang cocok. Mungkin sehabis sarapan atau saat jam istirahat makan siang. Yang penting Anda punya cukup waktu untuk membaca Alkitab sehingga tidak terburu-buru atau asal-asalan melakukannya.

2. Tuliskan Ayatnya

malas - gkdi 4

Catatlah ayat-ayat favorit yang menginspirasi Anda untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik. Bubuhkan dengan keterangan atau opini Anda. Kalau selama ini Anda mencatat materi saat teduh di ponsel, cobalah beralih ke tulisan tangan. Gunakan buku yang sampulnya menarik, pena warna-warni, spidol, stiker, atau apa pun untuk meningkatkan minat baca dan semangat Anda dalam memahami firman.

3. Ciptakan Suasana Nyaman

malas - gkdi 5

Bagi yang tidak terbiasa membaca Alkitab dalam suasana sunyi, memutar lagu-lagu rohani mungkin bisa membantu meningkatkan fokus. Kalau lagu yang berlirik membuyarkan konsentrasi Anda, gantilah dengan musik instrumental. Singkirkan atau jauhi benda-benda dan hal-hal yang berpotensi mengalihkan perhatian. Misalnya, jangan membaca Alkitab sambil menonton televisi atau mendengarkan radio.

4. Kreatif Bersaat Teduh

malas - gkdi 6

Membaca Alkitab satu pasal per hari memang baik, tetapi Anda juga bisa mempelajari firman dengan cara berbeda. Bacalah kisah hidup yang inspiratif. Simak lirik lagu rohani. Atau, renungkan badai hidup yang baru Anda lewati. Lalu, galilah ayat-ayat firman yang relevan dengan apa yang Anda baca / dengar / alami; niscaya pembacaan Alkitab Anda akan lebih menarik dan berkesan.

Kalau Anda bingung bagaimana caranya, ikuti cara-cara kreatif untuk menghidupkan saat teduh Anda di sini.

5. Buat Target Bacaan

malas - gkdi 7

Meski Anda tak gemar membaca, teruslah berlatih dan mendisiplinkan diri. Seiring waktu, membaca dapat menjadi kebiasaan, bahkan kesenangan Anda.

Targetkan diri untuk menyelesaikan satu buku dalam sebulan. Satu buku saja pun sudah cukup. Ini berarti Anda bisa membaca minimal dua belas buku dalam setahun. Jumlahnya mungkin tak banyak, tetapi jauh lebih baik daripada tidak membaca sama sekali. Selain Alkitab dan bacaan rohani, Anda juga bisa mengonsumsi bacaan yang layak, seperti buku-buku pengembangan diri atau biografi tokoh yang inspiratif.

Mari kita dukung Indonesia maju dengan turut membangun kegemaran membaca. Jadilah seorang Kristen yang kuat, yang tidak mudah diombang-ambingkan ajaran atau berita yang tidak benar. Sebaliknya, marilah kita menjadi garam dan terang dunia. Amin.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Maksimalkan Kuasa Doa dalam Hidup Anda

Video inspirasi: