Ini adalah bagian kedua dari seri pelajaran yang bisa membantu kita untuk belajar akan cara Tuhan dalam menghadapi tantangan kehidupan dengan kasih. Bagian pertama dapat anda baca disini

Kali ini kita akan membahas bagaimana menghadapi orang yang mempunyai hubungan tidak baik (sulit) dengan kita. Mengasihi seorang yang mempunyai hubungan tidak baik dengan kita bukanlah hal yang mudah. Perbedaan pendapat dan perselisihan sering kali membuat hubungan kita menjadi tidak baik. Masalah yang tidak terselesaikan juga dapat membuat hubungan kita dengan orang menjadi renggang. Sering kali kita tidak mau menghadapi keadaan ini dan membiarkan hubungan yang rusak tersebut tidak bertumbuh.

Apa yang dikatakan Alkitab tentang ini?

Langkah pertama adalah berdoa

Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk mengasihi musuh dan berdoa untuk orang yang
menganiaya mereka (Matius 5:43-48) Itulah yang membuat mereka (murid Yesus) berbeda dengan dunia. Lalu Yesus menantang mereka dengan mengatakan bahwa mereka harus sempurna sama seperti Bapa di sorga yang sempurna, yang artinya mencoba melakukan SEMUA yang dilakukan olehNya. Yesus ingin mereka tahu bahwa mengasihi orang yang mempunyai hubungan yang tidak baik adalah bagian dari hidup mereka menjadi murid Yesus.

Hari ini yang membedakan kita sebagai murid Yesus adalah ketika kita berani mengasihi orang yang tidak merespon kasih kita. Mari kita berdoa bagi orang yang mempunyai hubungan tidak baik dengan kita, dan tak lupa meminta kekuatan kepada Tuhan untuk menghadapi dan mengasihi mereka.

Lakukan Bagian Kita

Kita sering terganggu ketika kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain, terutama orang yang memiliki hubungan yang tidak baik dengan kita. Dimulai dari pikiran, hal ini mempengaruhi ketenangan hidup kita. Seringkali kita membiarkan orang merusak kedamaian hidup kita. Ketika hal ini terjadi, apakah yang Paulus tuliskan di Roma 12:17-21?

Pertama, menangkan kejahatan dengan kebaikan. Jangan biarkan hal-hal kecil membuat kita kalah dari kejahatan. Kalaupun kita diperlakukan dengan tidak adil, tetap lakukan kebaikan. Jika kita melakukan kebaikan ketika menghadapi kejahatan, Tuhan melihat kita sebagai pemenangnya. Inilah yang membedakan kita sebagai murid Yesus. balas kejahatan dengan kebaikan.

Kedua, pikirkan pembalasan adalah bagian Tuhan. Seringkali kita menuntut balas seperti cara penjanjian lama mata dibalas mata. Ajaran Yesus adalah pipi kanan disakiti berikan pipi kiri. Tuhan akan melihat setiap kebaikan kita terhadap orang yang menganiaya kita. Tuhan pasti akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka. Lakukan tugas kita sebagai murid, dan Tuhan akan melakukan tugasnya sebagai Allah yang adil.

Ketiga, jangan biarkan kedamaian hidup kita jadi hilang. Tuhan mau kita punya kedamaian yang benar dan tidak membiarkan kedamaian hidup kita hilang karena perbuatan orang lain. Inilah yang membuat murid-murid abad pertama berani menghadapi penganiayaan dan tetap punya sukacita di dalam Tuhan. Ingatlah bahwa sumber damai dan sukacita kita adalah Tuhan. Jadi, ketika kita menghadapi permasalahan hubungan yang sulit kita bisa belajar cara Tuhan mengasihi sesuai dengan Firman agar kita tidak kehilangan kedamaian dan sukacita di dalam Tuhan.

Martin Luther King mengatakan,

“He (Jesus) knew that the old eye for eye philosophy would leave everyone blind. He did not seek to overcome evil with evil. Jesus overcome evil with good. Although crucified by hate, he responded with aggressive love.”

Dia (Yesus) tahu bahwa pengajaran lama tentang mata ganti mata akan membuat semua orang buta. Dia tidak berusaha mengatasi kejahatan dengan kejahatan. Yesus mengatasi kejahatan dengan kebaikan. Meski disalibkan karena kebencian, ia menanggapi dengan cinta yang agresif. Seorang pejuang hak asasi orang kulit hitam yang harus menghadapi ketidak-adilan dan penganiayaan mengerti bahwa ajaran Yesus dalam menghadapi kejahatan hanya bisa dilakukan dengan kebaikan. Karena Yesus yang paling mengerti bagaimana sulitnya menghadapi orang yang paling sulit dalam hidup dengan cinta yang luar biasa.

Yesus mengasihi dengan mengorbankan nyawanya bagi orang yang berdosa seperti kita. Dia menunjukan bahwa Dia taat kepada BapaNya di surga. Hari ini jika kita berhadapan dengan orang yang sulit untuk kita kasihi maka kita hanya perlu taan dan mengikuti cara yang Tuhan berikan lewat firman. Berdoa untuk mereka dan tetap mengasihi mereka, seburuk apapun perlakuan mereka terhadap kita. Inilah kasih yang sesungguhnya.

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Loving the Truth – Apa itu Mencintai dalam Kebenaran?