Saya yakin jatuh cinta bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda yang membaca tulisan ini. Gejalanya pun sudah Anda kenali: jantung berdebar tak keruan, sering tersenyum sendiri saat memikirkan orang tersebut, hati gembira sepanjang hari, dan masih banyak lagi. Jelas, cinta adalah salah satu hal terindah yang Tuhan berikan kepada manusia.

Uniknya, setiap orang mengartikan cinta dengan caranya masing-masing. Melalui sebuah survey kecil yang melibatkan 20 responden, saya memperoleh sebuah gambaran umum tentang apa itu cinta. Hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut: “Cinta adalah hal yang indah. Di dalamnya, ada keseimbangan, komitmen dan penerimaan terhadap satu sama lain, serta perjuangan untuk tetap saling percaya.”

Namun kenyataannya, tak sedikit orang yang menunjukkan perasaan cinta dengan cara yang tidak sewajarnya. Tak jarang, cinta juga disalahgunakan untuk hal-hal yang tak benar di mata Tuhan. 

Agar tidak terjerumus oleh pemahaman yang salah, mari kenali apa kata Tuhan tentang cinta: 

1. Cintai Tuhan di Atas Segalanya

Mengapa kita perlu mencintai Tuhan melebihi apa pun di dunia ini? Bagi yang pernah jatuh cinta pasti tahu: kita akan mengusahakan segala hal agar orang yang kita cintai bahagia. Ini adalah hal yang baik. Namun, bagaimana jika usaha kita berlawanan dengan kebenaran firman Tuhan? 

Mari kita tilik contoh tentang cinta kepada Allah dari Abraham:

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” – Kejadian 22:2

Abraham telah mencapai usia 100 tahun saat Ishak lahir. Bayangkan betapa besar kasihnya kepada anak yang telah ia nantikan sedemikian lama. Namun, Allah meminta anaknya sebagai korban persembahan. Saya tak dapat membayangkan hancurnya hati Abraham saat itu, tetapi ia memilih untuk taat. Cinta Abraham kepada Tuhan ditandai dengan kerelaan hatinya mengorbankan segala sesuatu yang ia miliki.  

Ketika Anda mengasihi Tuhan, Anda juga dilatih untuk merelakan sesuatu. Mungkin itu hawa nafsu atau kenyamanan Anda, atau mungkin rasa sayang Anda kepada seseorang. Awalnya pasti terasa tidak nyaman, tetapi Anda akan ditempa untuk percaya bahwa kasih kepada Tuhan selalu menuntun Anda kepada hal-hal baik. 

Saya pernah mengalami hal yang serupa. Memang, pada mulanya, memprioritaskan Tuhan seperti tidak ada hasilnya. Namun, saya belajar bahwa kuncinya terletak pada kesetiaan. Jika Anda setia kepada Tuhan, Dia pun akan menunjukkan kasih setia-Nya kepada Anda. 

2. Cinta itu Membangun, Bukan Merusak

Tidak mungkin Tuhan menciptakan cinta jika itu dapat merusak manusia. Dalam 1 Korintus 13:4-7, Tuhan mengajarkan kita definisi kasih:

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. – 1 Korintus 13:5. 

Ketika seseorang menggunakan cinta demi keuntungan pribadi, cinta itu tidak dapat membawa orang yang dikasihinya kepada Tuhan. Inilah yang terjadi pada kasus-kasus penyalahgunaan cinta untuk memenuhi hawa nafsu. Sebaliknya, cinta yang membangun adalah cinta yang membuat Anda semakin mengasihi Tuhan. 

Yesus mencintai murid-murid-Nya dengan cinta yang membangun. Dia tak segan menegur mereka ketika tindakan mereka tidak sesuai dengan kebenaran. Namun, Yesus senantiasa mengasihi mereka, bahkan mendoakan mereka demikian:

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” – Yohanes 17:9,15 

Saya percaya Anda ingin hidup Anda di-upgrade dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, jangan sampai Anda terjatuh dalam cinta yang salah. Hidup Anda perlu terbangun di dalam Tuhan. Dan, menemukan orang-orang yang dapat membangun diri Anda di dalam kebenaran Tuhan adalah kuncinya. 

Saya bersyukur saat ini saya dikelilingi oleh orang-orang yang menumbuhkan saya dalam kasih Tuhan. Kelemahan saya diterima dan dibantu; kelebihan saya diapresiasi dan dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan. Melalui mereka, saya semakin mengenal Tuhan seutuhnya.

3. “Cinta” itu Kata Kerja

Dengan kata lain, cinta adalah tentang tindakan, baik untuk keluarga, teman, atau pasangan Anda. Tindakan yang sesuai dengan kebenaran Allah akan membuat cinta itu berpengaruh terhadap orang lain. 

“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” – 1 Yohanes 3:18

Yesus memberi kita teladan untuk mengasihi lewat tindakan. Selama masa pelayanan-Nya, Yesus mengajar, menyembuhkan orang sakit, dan menangis bersama mereka yang berduka. Dia tidak pernah meminta imbalan dari orang-orang yang dilayani-Nya. Malahan, terkadang Dia diusir atau dibenci. Namun, toh, Yesus melakukan semua itu dengan tulus.

Lalu, bagaimana supaya kita dapat memiliki kasih seperti kasih Yesus? Mulailah dengan dasar pemikiran bahwa cinta membutuhkan ketulusan dan komitmen. Komitmen untuk berjuang mengasihi orang-orang yang ditempatkan di dalam hidup kita. Langkah pertamanya adalah menerima kelemahan dan kelebihan mereka. Jika Anda mengasihi dengan tulus, Anda tidak akan menuntut balasan. 

Ingatlah bahwa cinta yang Anda berikan tidak hanya eksklusif untuk pasangan, melainkan juga untuk keluarga dan teman-teman Anda. Saya bersyukur ketika saya mencoba untuk mengasihi keluarga saya di dalam kebenaran, perlahan-lahan hubungan kami menjadi lebih dalam dan harmonis. Dengan kasih yang benar, saya juga dapat lebih mengenal teman-teman saya dan saling membangun satu sama lain. 

Cinta menjadi sesuatu yang indah jika kita mengerti siapa Pribadi yang perlu kita cintai terlebih dahulu, serta cara yang benar untuk menunjukkan cinta itu kepada sesama. Di hari kasih sayang ini, mari sebarkan cinta yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Happy Valentine’s Day, everyone!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: