Senyaman apa pun lingkungan tempat kita tinggal atau bekerja, kita pasti pernah mengalami gangguan. Mulai dari yang sepele seperti knalpot motor tetangga yang bising, tetangga yang suka menyetel musik keras-keras, selokan kotor, rekan kerja yang menyebalkan, hingga bahaya serius seperti area hunian yang rawan maling atau curanmor.

Gangguan lingkungan yang terjadi terus-menerus akan memicu stres, dan dalam jangka panjang, bisa memengaruhi kehidupan pribadi dan kinerja kita, entah dalam studi atau pekerjaan. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi situasi lingkungan yang tidak mengenakkan?

Langkah Pertama: Cari Solusi Semampunya

lingkungan - gkdi 1

Apa pun bentuk gangguannya, perlu kita cari solusinya dan selesaikan. Contoh, dulu saya pernah tinggal di rumah kos yang listriknya sering mati. Ini bukan pemadaman dari PLN, melainkan akibat daya listrik yang kurang kuat. Kalau ada yang menyetrika, menggunakan dispenser, dan menyalakan pompa air bersamaan, listrik pasti padam. Namun, pemilik kos tidak mau menambah dayanya. 

Sebagai orang yang sering bekerja dengan komputer, saya sungguh merasa terganggu. Solusinya? Saya beli perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply) agar komputer tidak rusak akibat daya yang tak stabil. Lalu, saya menabung beberapa bulan untuk membeli laptop. Listrik mati tetap terjadi, tapi tak lagi menjadi kendala bagi saya.

Lalu, bagaimana jika masalah Anda lebih rumit dan tak dapat ditangani semudah contoh di atas? Berikut beberapa tips untuk mengatasinya:

1.Berhenti Mengeluh, Tenangkan Diri, dan Fokus pada Solusi

lingkungan - gkdi 2

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. – 1 Petrus 4:7

Karena rumah kontrakan kami tidak berpagar, orang bisa dengan mudah masuk ke teras. Beberapa kali, saat saya dan istri pulang bekerja atau belanja, kami menemukan anak-anak tetangga sedang nongkrong di kursi panjang di teras. Mereka suka bicara keras-keras dan buang sampah sembarangan.

Melihat kami para penghuni rumah datang, anak-anak itu bukannya sungkan lalu pergi, malahan tetap bermain di sana. Pernah saya marah dan mengusir mereka. Namun, besoknya mereka kembali lagi, seperti sengaja menantang dan cari gara-gara.

Melihat saya yang siap “meledak”, istri menasihati dengan lembut agar saya menenangkan diri. “Kalau kamu marah, mereka justru senang. Karena itulah yang mereka inginkan.”

Saya mendengarkan ucapan istri saya. Setelah menenangkan diri dan berdoa, saya menemukan solusi. Saya singkirkan kursi panjang di teras itu dan pergi memberitahu pengurus RT setempat. Setelahnya, anak-anak itu tidak pernah lagi bermain di teras rumah kami. 

Melalui kejadian ini, saya belajar bahwa mengomel, mengeluh, atau menyimpan kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru menambah masalah. Ketika Anda kesal karena gangguan di lingkungan hunian, tenangkan diri  dahulu. Dengan pikiran yang tenang, Anda dapat fokus mencari solusi untuk mengatasinya.

2. Jangan Menjadi Sumber Gangguan bagi Orang Lain

lingkungan - gkdi 3

Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. – Galatia 6:4

Ada seorang kenalan saya yang gemar bergosip dan suka menjadi pusat perhatian. Tanpa rasa bersalah, dia membicarakan keburukan seseorang dengan sangat rinci. Suatu kali, dia curhat kepada saya bahwa dia sering kena masalah. Banyak orang menolaknya, dan mereka senang ketika tahu dia mengalami nasib buruk.

Orang tersebut tidak sadar bahwa sikapnya telah mengganggu orang lain. Saya menasihatinya untuk tidak mengganggu orang lain dan hidup benar sesuai Firman Tuhan. Namun, dia tetap enggan untuk introspeksi diri. Alhasil, masalah datang silih berganti kepadanya dan orang-orang enggan membantunya.

Sering kali, tanpa kita sadari, ada gangguan tertentu yang timbul karena ulah kita sendiri. Mungkin ucapan kasar kita membuat seseorang sakit hati, sehingga dia balas menyakiti. Atau, kita lalai membayar utang, lalu si peminjam terus menagih dan mengganggu kita. Barangkali kita mengusik rumah tangga orang lain dengan menjelekkan anaknya atau pasangannya, padahal itu bukanlah urusan kita. 

Ada kalanya, akar gangguan dapat ditemukan dengan melakukan introspeksi diri. Kalau gangguan itu adalah dampak dari perbuatan kita sendiri, segeralah perbaiki diri. Kalau Anda suka mencela orang lain, stop! Belajarlah menghargai sesama. Bagi Anda yang suka menyombongkan diri, berhentilah melakukannya! Umumnya, orang tidak akan mengusik Anda, kalau Anda tidak lebih dulu mengusik hidup mereka.

3. Jika Anda Tidak Merasa Nyaman Lagi, Pindahlah

lingkungan - gkdi 4

Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: “Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami.” Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ. – Kejadian 26:16-17

Berdasarkan kisah hidup Ishak di negeri orang Filistin (Kejadian 26:1-33), kita tahu ia tidak pernah menganggu mereka. Sebagai pengusaha kebun dan ternak yang disertai Tuhan, usahanya selalu berhasil sehingga Ishak kaya-raya, dan ini membangkitkan rasa iri hati bagi banyak orang (ayat 12-13). Melihat Ishak yang makmur sehingga jauh lebih berkuasa daripada penduduk setempat, akhirnya Abimelekh, raja Filistin, mengusirnya.

Setelah Ishak pindah, gangguan atas hidupnya tak lantas berhenti. Ketika sumur yang digali hamba-hambanya di Esek dan Sitna mengeluarkan banyak air, mereka bertengkar dengan para gembala lokal yang merasa sumur-sumur itu bukan hak mereka. Lagi-lagi, Ishak harus pindah dan menggali sumur ketiga, yang kemudian dinamai Rehobot. Kisah ini berakhir baik karena Abimelekh lalu mendatangi Ishak, mengakui bahwa Tuhan menyertainya, dan mengikat perjanjian perdamaian.

Jika pindah adalah solusi terbaik untuk mengatasi gangguan, lakukanlah. Jangan memaksakan diri bertahan jika Anda terus dirundung masalah. Di mana pun Anda berada, percayalah: selama Anda hidup dalam takut akan Tuhan, Dia pasti selalu menyertai Anda.

4. Jadilah Terang Bagi Lingkungan Anda

lingkungan - gkdi 5

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. – Kisah Para Rasul 11:26

Antiokhia adalah salah satu tempat di mana Injil diberitakan. Beberapa orang Siprus dan orang Kirene menjadi penginjil pertama di kota itu (Kisah Para Rasul 11:20), dan terbentuklah jemaat Antiokhia. Kabar baik ini sampai ke Yerusalem, dan Barnabas yang diutus ke sana mengajak serta Saulus. Keduanya lalu mengajar orang-orang Anthiokia tentang kebenaran firman Tuhan.

Mengapa banyak orang Antiokhia mau menerima pengajaran Saulus dan Barnabas? Selain karena tangan Tuhan menyertai mereka, kita boleh yakin bahwa gaya hidup mereka menjadi terang bagi orang lain (Kisah Para Rasul 11:24). Tak hanya sekadar bicara, keduanya melakukan apa yang benar di mata Tuhan, sehingga orang-orang yang bergaul dengan mereka dapat melihat kebenaran Allah.

Sebagai pengikut Kristus, hidup kita harus menjadi pengaruh bagi mereka yang belum percaya. Bukanlah suatu kebetulan jika Tuhan menempatkan Anda dan saya di dekat orang-orang yang hidupnya kacau atau punya rumah tangga bermasalah. Kitalah yang harus menjadi pengaruh positif bagi mereka, alih-alih dipengaruhi oleh hal-hal negatif dari lingkungan kita.

Ketika Tuhan izinkan kita mengalami gangguan, entah dalam lingkungan pekerjaan, sosial, atau tempat tinggal, Dia pasti menyediakan solusinya. Tetap tenang dan fokus pada solusi, mawas diri, pindah ke lingkungan lain, serta menjadi terang bagi sesama adalah beberapa solusi yang bisa kita praktikkan. Jangan lupa, apa pun masalah yang Anda alami, tetaplah bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Semoga membantu! 

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: 5 Cara Sederhana Menjadi Pribadi yang Menyenangkan di Kantor

Video inspirasi: