gkdi lagu

Mendidik anak laki-laki memiliki tantangan tersendiri. Anak-anak adalah peniru yang ulung. Karena itulah, teladan yang ditunjukkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari akan lebih manjur ketimbang kata-kata atau nasihat. Ayah dan ibu perlu mengambil tugas dan peran masing-masing dalam mendidik anak. Secara khusus, peran ayah sangat penting bagi pendidikan karakter anak laki-laki.

Di sisi lain, kebanyakan anak laki-laki kurang peka dengan perasaan dan cenderung mengandalkan nalar dan logika. Itulah sebabnya, di samping sosok ayah yang menanamkan karakter tanggung jawab dan kepemimpinan, sosok seorang ibu yang penuh kasih dan kelembutan juga sangat dibutuhkan.

Untuk itu, Anda perlu memahami pentingnya seni mendidik anak laki-laki, serta menerapkan sejumlah langkah agar anak Anda tumbuh menjadi pria yang baik.

Anak Laki-Laki: Calon Pemimpin, Suami, dan Ayah di Masa Depan

Seorang teman saya kerap mengeluh tentang suaminya yang enggan turun tangan membantu urusan rumah tangga. Padahal, keduanya sama-sama bekerja seharian. Sepulang kerja, suaminya asyik bermain ponsel, sementara teman saya ini sibuk menyiapkan makan malam, mengurus anak, bersih-bersih, dan lain sebagainya.

Kondisi sang istri yang kewalahan rupanya tidak mengusik suaminya untuk membantu mengambil alih sebagian pekerjaan di rumah. Suatu kali, teman saya ini akhirnya tidak tahan lagi sehingga meminta tolong suaminya agar membantu. Namun, jawaban yang ia dapatkan adalah: “Ya, sudah, kalau capek biarkan aja. Siapa suruh kamu repot-repot mengerjakannya?”

Bagi para ayah, rumah berantakan atau tumpukan piring kotor mungkin bukan masalah besar. Namun, tidak demikian bagi para ibu. Seorang ibu pasti ingin rumahnya bersih agar kesehatan anggota keluarganya tetap terjaga. Akan tetapi, waktu dan tenaga ibu juga terbatas untuk melakukan segalanya sendirian. Dan, ketika ia meminta tolong kepada suaminya, bukannya bantuan, malah bentakan atau pengabaian yang diterima.

Anak laki-laki adalah calon pemimpin, suami, dan ayah di masa depan. Alangkah indahnya jika ia kelak menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Menjadi suami yang penyayang, suka membantu, dan tidak gengsi melakukan pekerjaan rumah tangga. Sekaligus menjadi ayah yang menyenangkan dan suka bermain dengan anak-anaknya. Alangkah beruntungnya menantu dan cucu Anda kelak, karena mendapatkan anak Anda sebagai kepala keluarga. 

Jangan Tunda, Didiklah Anak Sejak Dini

Kualitas dan karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia dididik dan dibesarkan. Karenanya, penting bagi kita untuk menanamkan nilai-nilai rohani dalam diri  anak sedini mungkin. Kalau orang tua lalai melakukannya, dunialah yang akan mengisikan ajarannya ke dalam diri anak. Jangan sampai ini terjadi, membiarkan anak tanpa bimbingan yang benar, karena pekerjaan orang tua untuk memperbaikinya akan lebih berat dan melelahkan. 

Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya. – Amsal 19:18

Harapan Anda untuk membesarkan anak laki-laki yang baik terbuka lebar saat ia masih kecil. Ibarat selembar kertas kosong, jiwa anak Anda masih lapang untuk menyerap hal-hal baik yang kita “tuliskan” di atasnya. Anak yang dididik dengan baik sejak dini akan lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh hal buruk. Hidupnya akan lebih terjaga hingga masa tuanya.

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. – Amsal 22:6

Inilah lima tips mendidik anak laki-laki yang perlu Anda terapkan:

1. Jadilah Teladan untuk Anak

Orang tua adalah wakil Tuhan di bumi. Ini pesan yang sering disampaikan kepada anak. Oleh karena itu, orang tua harus mencerminkan karakter Kristus, supaya anak mendapat gambaran yang benar tentang Tuhan. Ayah yang memimpin dan mengayomi, ibu yang lembut dan penuh kasih, semua itu adalah kombinasi sifat Tuhan yang kompleks dalam sosok orang tua.

Ayah mengasihi ibu, ibu menghargai ayah, dan orangtua mengasuh anak dengan penuh cinta. Inilah teladan paling nyata bagi anak Anda: ia bisa merasakan kehadiran Tuhan lewat kedua orang tuanya. Dengan demikian, anak akan mudah untuk percaya dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan.

2. Tanamkan Nilai-Nilai Alkitabiah

Jangan menganggap bahwa anak kecil belum mengerti apa-apa. Mungkin mereka belum paham sepenuhnya apa yang Anda ajarkan atau lakukan, tetapi memori indah bersama orang tua akan tertanam di alam bawah sadar mereka hingga dewasa. 

Ajaklah anak berdoa dan membaca firman Tuhan sejak kecil. Gunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami anak sesuai usianya. Praktikkan nilai-nilai Alkitabiah dalam hidup sehari-hari bersama anak. Misalnya, bagaimana mengakui kesalahan, meminta maaf, atau memaafkan orang lain. Dengan demikian, anak akan mengenal dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidupnya.

3. Biasakan Anak Bertanggung Jawab atas Hal-Hal Kecil

Meskipun Anda mempekerjakan ART (asisten rumah tangga), akan lebih baik jika anak dibiasakan bertanggung jawab, setidaknya atas diri sendiri. 

Contoh, biasakan anak menyimpan mainan atau membersihkan kamarnya sendiri.  Tidak selamanya anak akan tinggal nyaman bersama orang tua. Kelak ia akan punya kehidupan dan tantangan sendiri. Kalau anak Anda terbiasa bertanggung jawab terhadap hal-hal kecil, ia akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam segala aspek hidupnya.

Ajarkan juga anak laki-laki Anda basic skills (kemampuan dasar) pekerjaan rumah tangga. Memasak, mencuci piring, mencuci baju, dan bersih-bersih rumah bukanlah urusan perempuan saja seperti diyakini sebagian orang. Pola pikir dan kemampuan ini justru menjadi nilai plus bagi seorang pria, karena ia dapat menjadi pribadi yang mandiri dalam berbagai situasi.

4. Ajarkan untuk Menghormati Lawan Jenis

Anak laki-laki perlu dididik secara khusus perihal menghormati lawan jenis. Beritahu anak Anda perbedaan laki-laki dan perempuan, dan mengapa Tuhan menciptakan perbedaan tersebut. Perbedaan fisik bukan untuk diejek, melainkan karunia Tuhan yang sangat berharga. Alih-alih mengejek atau merendahkan, anak laki-laki seharusnya melindungi anak perempuan, baik saudarinya maupun teman-temannya.

5. Lakukan Aktivitas Bersama

Dekat dengan orang tua, khususnya ayah, akan membuat anak tumbuh dengan penuh percaya diri. Bagaimana tidak? Ayah adalah kepala keluarga dan sosok yang dihormati seisi rumah. Dan, ayah tersebut sangat dekat dan sayang kepadanya. Tentulah anak akan bahagia, tenang, serta merasa dirinya pribadi yang berharga.

Berbeda dengan kebanyakan anak perempuan yang betah duduk dan mengobrol, anak laki-laki umumnya lebih menyukai kegiatan fisik. Karena itu, sangat baik jika ayah menyediakan waktu untuk beraktivitas bersama anak, seperti bermain, berolahraga, atau berpetualang bersama. Di sela-sela aktivitas tersebut, ayah bisa mengambil waktu untuk berbincang dengan anak dari hati ke hati. Ini lebih efektif ketimbang duduk dan menasihati anak dengan cara yang membosankan.

Mendidik anak laki-laki agar kelak tumbuh menjadi pria yang baik harus dimulai dari teladan orang tua. Ajak anak untuk menyukai doa dan firman sejak kecil. Biasakan ia bertanggung jawab dan menghormati lawan jenis. Dan, yang tak kalah penting, biarkan ia menikmati banyak waktu bersama sosok ayah. Semua itu akan membuat anak lebih mudah menerima dan menerapkan hal-hal baik yang disampaikan kepadanya. 

Selamat mencoba. Tuhan memberkati!

Gereja GKDI memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di 35 kota. Jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat di dalamnya, hubungi melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: