Perjalanan hidup setiap orang itu unik, tetapi ada satu hal yang menjadi persamaan orang-orang yang sukses meraih tujuan mereka, yaitu sikap konsisten. Jika Anda pasti ingin mencapai keberhasilan di tahun ini, salah satu kuncinya adalah konsistensi.

Entah dalam perihal hubungan, pekerjaan, studi, pelayanan, pertumbuhan iman, pengembangan diri, atau kesehatan, mungkin Anda selama ini masih berjuang atau belum terbiasa bersikap konsisten. Lalu, apa kata Alkitab mengenai konsistensi, dan bagaimana cara menumbuhkan sikap konsisten dalam diri kita?

The Power of Consistency

konsisten - gkdi 1

Bruce Lee mengatakan, “Saya tidak takut pada orang yang melatih 10.000 macam tendangan satu kali, tapi saya takut pada orang yang melatih satu tendangan 10.000 kali.” Kunci keberhasilan adalah ketekunan dalam melakukan langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten, bukannya terus mengubah-ubah langkah tapi tidak menerapkan satu pun dengan tekun.

Jadi, tak cukup hanya menetapkan resolusi tahun baru, target, atau tujuan, Anda pun harus konsisten menjalani prosesnya. Anda tidak perlu langsung melakukan lompatan atau perubahan drastis. Mulailah dari hal yang sederhana, dan jangan berhenti melakukannya. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil yang lebih baik daripada langkah besar yang tidak konsisten.

Tuhan, Pribadi yang Konsisten

konsisten - gkdi 2

Lewat Alkitab, kita tahu bagaimana Tuhan sangat konsisten dalam setiap janji, perkataan, dan tindakan-Nya. Ia selalu menggenapi janji-Nya. Penggenapan janji ini menunjukkan bahwa dari masa ke masa, Tuhan adalah pribadi yang konsisten.

“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” – Kejadian 12:2-3

Allah berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit, dan lewat silsilahnya, semua bangsa akan mendapat berkat. Janji ini pun kembali ditekankan Allah kepada Daud:

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. – 2 Samuel 7:12–13

Tuhan berjanji akan selalu mengasihi Daud dan keturunannya. Walaupun keturunan Daud tidak selalu setia kepada Tuhan, Dia mengingat dan menepati janji-Nya. Berkali-kali Tuhan mengingatkan hal ini kepada para nabi (Yesaya 7:14, Mikha 5:2), hingga salah satu janji itu digenapi ketika Yesus lahir ( Lukas 1:31-33).

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. – Matius 1:1

Jika konsisten adalah salah satu karakter Tuhan, bukankah seharusnya itu juga menjadi karakter Anda? Lalu, bagaimana cara menjadi pribadi yang lebih konsisten?

8 Langkah Menjadi Orang yang Konsisten

1. Buat Daftar Prioritas

Catat dan urutkan hal-hal yang menjadi prioritas Anda. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan hal-hal yang terpenting diutamakan. Hal ini juga akan memudahkan Anda untuk membagi waktu.

2. Buat Jadwal Berdasarkan Skala Prioritas

Jadwal memungkinkan Anda untuk memiliki rutinitas. Dengan kata lain, Anda akan konsisten. Misalnya, jika Anda ingin menurunkan berat badan, tetapkan jadwal untuk  berolahraga setiap minggu

3. Buat Goal Spesifik yang Ingin Dicapai

konsisten - gkdi 4

Semakin spesifik goal Anda, semakin terarah pula Anda dalam mencapainya. Misalnya, jika Anda ingin rutin menabung, tetapkan seberapa sering Anda ingin menabung, jumlahnya dan cara Anda menyimpan tabungan tersebut.

4. Cari Teman atau Komunitas yang Mendukung

konsisten - gkdi 6

Dengan teman atau lingkungan yang memiliki tujuan sama dan mendukung Anda, akan lebih mudah untuk mencapai goal. Anda akan selalu ingat tujuan Anda dan lebih termotivasi dalam berusaha.

5. Cari Partner untuk Mengingatkan

konsisten - gkdi 7

Lebih spesifik lagi, carilah teman atau mentor yang dapat memantau proses Anda. Beri tahu rencana Anda dan mintalah ia untuk memastikan dan mengingatkan Anda agar tetap konsisten.

6. Jangan Menyerah!

Mungkin Anda akan mengalami kegagalan pada awalnya. Bagaimana pun, hal-hal hebat tidak dicapai dengan mudah. JK Rowling harus menerima berbagai penolakan yang pahit sebelum ada penerbit yang bersedia menerbitkan buku Harry Potter. Belum lagi, Steve Jobs yang dikeluarkan dari perusahaan yang ia dirikan sendiri sebelum akhirnya ia menjadi tokoh kunci di balik kesuksesan Apple. Anda perlu menyiapkan diri untuk tidak mudah menyerah dan terus mencoba.

7. Ciptakan Image Diri yang Baru

Salah satu hal yang menghalangi Anda untuk konsisten adalah kegagalan di masa lalu. Entah itu gagal diet, gagal menabung, atau gagal menjadi orang yang tepat waktu, Anda perlu melepaskan diri dari image tersebut. Bayangkan, dalam beberapa bulan ke depan Anda sudah menjadi orang yang tepat waktu atau lebih sehat. Dengan sebuah visi, Anda akan lebih termotivasi dan konsisten.

8. Lakukan, Lakukan, Lakukan!

Sehebat apa pun tujuan Anda, dan sematang apa pun rencananya, tidak berarti apa-apa jika tidak terlaksana. Jadi, bagaimana pun mood dan situasi Anda, berusahalah untuk konsisten melakukan rencana Anda—lagi dan lagi setiap hari!

.

Sikap konsisten merupakan cara paling ampuh untuk mencapai tujuan Anda. Jadi, latihlah diri untuk lebih konsisten di tahun yang baru ini. Semoga sukses!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Berantas Rasa Malas Hingga Tuntas!

Video inspirasi:

Referensi:
www.reasons.org/explore/blogs/todays-new-reason-to-believe/read/tnrtb/2003/08/22/fulfilled-prophecy-evidence-for-the-reliability-of-the-bible
id.wikipedia.org/wiki/J.K._Rowling
en.wikipedia.org/wiki/Steve_Jobs