Kembali ke Blog

Ministries

Kemenangan Seasoned Singles Sister di Tengah Pandemic

Oleh suwandi setiawan · 28 Juli 2020 · 4 menit baca
Kemenangan Seasoned Singles Sister di Tengah Pandemic

Precious Women Fellowship yang dibentuk pada 2008, yang awalnya hanya sebuah wadah untuk single dewasa agar mereka berfellowship satu sama lain. Di dalam fellowship tersebut, mereka dibantu untuk mengenal jati diri mereka sebagai wanita kepunyaan Allah yang berharga di mata Tuhan. Mereka dibantu untuk memiliki pola pikir yang benar, yaitu bahwa mereka spesial, meskipun belum mendapat pasangan hidup atau kehilangan pasangan karena perceraian maupun kematian.

Seiring dengan berjalannya waktu, Precious Women Fellowship ini akhirnya berkembang menjadi sebuah ministry baru yang bernama Seasoned Singles. Dalam ministry ini, bukan hanya terdiri dari wanita saja, tetapi pria-pria dewasa pun ikut termasuk di dalamnya. Dengan visi misi yang jelas, ministry ini bersatu hati dan berkomitmen untuk menggenapi perintah Tuhan di Matius 28:19-20.

Di dalam ministry ini, mereka semangat untuk membantu orang-orang yang sedang mengalami pergumulan untuk mengenal Tuhan dan kebenaran firmanNya. Di tengah-tengah pandemi yang telah berlangsung sejak Maret 2020 lalu, Seasoned Singles telah memenangkan 4 orang wanita untuk Tuhan:

Maya - 8 Maret 2020

Maya adalah seorang staff di salah satu rumah sakit swasta di Manado. Pada saat itu, Maya merasa bosan dengan rutinitas hidupnya yang begitu-gitu saja dan terasa datar karena tanpa tujuan. Ia juga sedang mengalami patah hati, sehingga ia membutuhkan komunitas yang positif dan membangun. Melalui akun Instagram GKDI Official, Maya dipertemukan dengan komunitas ini.

Ia belajar Alkitab sejak Agustus 2019. Awalnya, ia berpegang teguh pada prinsip dan nilai-nilai yang dianggapnya benar. Namun, setelah dibukakan kebenaran Firman Tuhan, ia menyadari bahwa selama ini hidup mengikuti pemikirannya sendiri. Akhirnya, Maya memutuskan untuk hidup di dalam Tuhan yang sesuai dengan firman-Nya.

Ria - 29 Maret 2020

Agustus 2019, Ria, anak keenam dari 9 bersaudara, sedang mengalami kesedihan yang beruntun. Kematian kakak dan kakak angkatnya secara berturut-turut, membuatnya bertanya-tanya mengapa Tuhan mengambil orang-orang terdekat dalam hidupnya. Perasaan sedih dan kecewa, dengan tanpa seorang pun yang menghibur dan menolongnya, sempat membuatnya berpikir untuk bunuh diri.

Ria akhirnya mulai mencari komunitas yang bisa menolongnya,  dan bertemu sosial media GKDI melalui Facebook, yang memperkenalkannya dengan jemaat di Batam. Ria pun menyadari bahwa selama ini dia lebih bergantung kepada manusia daripada kepada Tuhan. Kini, Ria semangat melayani dan menolong orang lain mengenal Tuhan.

Lam - 27 Juni 2020

Lam bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan swasta di Batam. Ketika covid 19 mewabah, Lam yang pernah menderita sakit terkait pernapasan, dilanda kekhawatiran dan ketakutan berlebihan terkait dengan kesehatannya.

Sebenarnya, Lam sudah tahu tentang komunitas ini sejak lama dari seorang saudari di Depok. Jika Lam sedang di Jakarta, ia juga sudah beberapa kali ikut beribadah di GKDI Jakarta. Ia juga pernah mengajar vocal dan choir untuk jemaat di Batam. Sebelumnya, Lam juga pernah ditawari untuk belajar Alkitab oleh saudari-saudari di Batam. Namun saat itu, ia selalu menolak.

Di masa pandemi ini, akhirnya Lam pun mulai mencari Tuhan dan dikenalkan lagi dengan jemaat dan pelayan di Batam.  Lam, seorang yang memiliki talenta di dunia musik dan teknik vokal, mulai memberi diri untuk belajar Alkitab.

Melalui pendalaman firman,  ia lebih mengerti tentang firman Tuhan. Lam juga menemukan kedamaian yang dia butuhkan. Meskipun menghadapi banyak permasalahan di tempat kerjanya, Lam terus berusaha menjadi pelaku firman. Ia bertumbuh menjadi seorang yang terbuka dan mau dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan. Salib Kristus juga mengubahkan hatinya sehingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi murid Yesus.

Connie - 5 Juli 2020

Connie, seorang single mom dengan 3 orang anak, bertemu dengan jemaat Surabaya melalui sosial media GKDI di Facebook. Tempat tinggal yang jauh dari gereja dan tanpa kendaraan, membuat dia perlu mengeluarkan ongkos yang tidak sedikit hanya untuk bisa datang beribadah. Secara finansial. ia tidak memiliki penghasilan tetap dan hanya mengandalkan jualan online saja. Namun, keadaan ini tidak membuatnya pupus untuk mencari Tuhan.

Kepahitan dan trauma yang berkepanjangan selama 5 tahun akibat pengkhiatan orang-orang terkasihnya, membuat Connie hidup dalam penderitaan, baik secara jasmani maupun mental. Dendam, kebencian, kemarahan, dan luka hati yang mendalam telah mendarah daging dalam hidup Connie.

Namun setelah mendalami firman, Connie mulai melepaskan sakit hati, kepahitan, dan semuanya itu. Ia tersentuh melihat pengorbanan Tuhan di atas kayu salib baginya agar ia mendapat hidup yang baru. Tanpa ragu, Connie memutuskan untuk hidup di dalam Tuhan, terlepas apapun keadaannya.

Kemuliaan hanya bagi Tuhan!

-

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: 

7 Tanda Hati yang Keras, Kenali Sedini Mungkin

Usia Tak Lagi Muda, Mengapa Harus Panik?

Video inspirasi: