“Tanggal gajian masih jauh, tapi tabungan sudah menipis. Bagaimana caranya aku melewati hari-hari ke depan?”

Pernahkah Anda mengalami hal ini? Atau, jangan-jangan momen semacam ini datang menghantui Anda setiap bulan?

Bagaimana cara mengelola uang agar kita terhindar dari dehidrasi dana, dan apa kata Alkitab tentang rencana masa depan?

Yuk, kita pelajari dan praktikkan tips-tips berikut!

1. Plan Your Budget

uang - gkdi 1 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? – Lukas 14:28
 
Apakah Anda mengevaluasi pengeluaran Anda setiap bulan? Berapa jumlah uang yang Anda pakai, untuk pembayaran apa saja, dan berapa yang akan ditabung?
 
Kalau belum, coba tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya hidup hanya untuk hari ini atau untuk masa depan?”
 
Jika Anda menjawab, “Saya hidup untuk masa depan,” sudah seharusnya Anda menyusun anggaran bulanan dengan cermat.
 
Atur dan rencanakan keuangan Anda sedini mungkin. Misalnya, Anda single dan memiliki impian untuk menikah, punya anak, membeli rumah, dan lain-lain. Bagaimana Anda bisa merealisasikan impian tersebut jika tidak mengatur arus finansial Anda? Mungkinkah Anda mencapai semua itu kalau setiap bulan selalu kehabisan uang?
 
Agar strategi keuangan berjalan baik, hal pertama yang harus Anda tanamkan dalam diri Anda adalah … (lanjut ke poin 2).

2. First Thing First

uang - gkdi 2 Prioritas! Inilah cara Anda menyelamatkan diri dari dehidrasi dana di padang gurun kehidupan. Miliki prioritas keuangan. Bayarlah apa yang harus Anda bayar lebih dulu, baru belanjakan sisanya untuk hal lain, bukan sebaliknya. Terapkan cara-cara sederhana berikut untuk mengelola anggaran bulanan:
  • Catat jumlah uang yang Anda terima setiap bulan (gaji, tunjangan, komisi, laba usaha, uang jajan, dan lain sebagainya)
  • Jumlahkan semua pengeluaran rutin per bulan (perpuluhan, uang bulanan untuk orang tua, belanja rumah tangga, premi asuransi, internet, listrik, air, telepon, biaya kuliah, cicilan rumah, pendidikan anak, dan lain-lain)
  • Bayar pengeluaran rutin di atas sesegera mungkin
  • Tentukan jumlah uang yang harus Anda tabung setiap bulannya. Pisahkan dananya dari uang yang boleh Anda gunakan secara bebas, dan pegang teguh komitmen ini.
  • Hitung berapa dana bebas Anda dan bagi dengan 31 (anggaplah sebulan 31 hari). Itulah bujet harian Anda. Lebih bagus lagi jika Anda bisa menghematnya sehingga bujet tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan lain.
Consider Your Lifestyle
Selain pengaturan keuangan yang buruk, penyebab kehabisan uang setiap bulan adalah lapar mata dan tuntutan gaya hidup.
 
Berapa banyak uang yang Anda hamburkan akibat tergiur diskon atau demi gengsi? Anda mungkin akan terkejut melihat jumlahnya. Pepatah populer mengatakan bahwa yang mahal bukanlah biaya hidup, melainkan gaya hidup.
 
Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. – Yesaya 55:2 
 
Percayalah, sebanyak apa pun uang yang Anda miliki tidak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup konsumtif dan pembelanjaan impulsif. Tak peduli seberapa baik prioritas Anda atau secanggih apa pun strategi finansial Anda, tanpa pembenahan gaya hidup, keuangan Anda akan tetap merana.

3. Save More

uang - gkdi 3 Menabung adalah hal penting yang tidak boleh Anda lewatkan. Meskipun penghasilan Anda saat ini belum seberapa, usahakan untuk selalu menabung. Mengapa?
 
Hidup ini penuh dengan hal-hal yang tak terduga. Istri berencana melahirkan secara normal, tetapi karena satu dan lain hal, harus operasi caesar. Hal-hal seperti kecurian atau kerusakan motor / ponsel / laptop bisa saja terjadi. Anda atau orang terdekat Anda mungkin tiba-tiba sakit sehingga membutuhkan dana besar dalam waktu singkat.
 
Dalam momen-momen seperti ini, tabungan Anda akan menjadi pahlawan yang tidak kesiangan. Entah bentuknya berupa simpanan, investasi, atau asuransi, Anda akan berterima kasih pada diri sendiri atas usaha kecil yang Anda lakukan setiap hari, setiap bulan, secara konsisten: menabung.
 
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. – Amsal 6:6-8
 
Semut tahu akan ada waktunya mereka tidak bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Karena itulah, mereka menabung supaya ketika musim paceklik tiba, kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Nah, kalau semut saja bisa menabung, tentunya kita pun bisa, bukan?

4. Do Your Part

uang - gkdi 4 Bagaimana kalau Anda sudah melakukan keempat hal di atas, tapi pengeluaran Anda masih jauh lebih besar daripada pendapatan?
 
Evaluasi sumber pemasukan Anda selama ini. Mungkin sudah waktunya Anda pindah kerja atau mencari pekerjaan sampingan yang bisa memberi penghasilan lebih. Atau, mungkinkah Anda belum bekerja cukup baik sehingga pendapatan Anda hanya sebatas itu—atau lebih parah lagi, Anda tidak bekerja?
 
Dalam situasi ini, bukan mustahil kita berpikir, “Ah, Tuhan tidak memberkati aku!” Benarkah demikian?
 
Di Alkitab, banyak tokoh yang kaya-raya, seperti Abraham, Ayub, Daud, dan Yakub. Mereka dijanjikan Tuhan akan diberkati sedemikian rupa, dan memang, apa yang mereka terima memang bisa mengundang iri.
 

Namun, jika kita membaca firman secara detail, kita tahu mereka tidak kaya mendadak. Tuhan memberkati usaha para tokoh ini setelah mereka bekerja keras dan melakukan apa yang menjadi bagian mereka.

Selama dua puluh tahun ini aku bersama-sama dengan engkau; domba dan kambing betinamu tidak pernah keguguran dan jantan dari kambing dombamu tidak pernah kumakan. 
 
Yang diterkam oleh binatang buas tidak pernah kubawa kepadamu, aku sendiri yang menggantinya; yang dicuri orang, baik waktu siang, baik waktu malam, selalu engkau tuntut dari padaku. 
 
Aku dimakan panas hari waktu siang dan kedinginan waktu malam, dan mataku jauh dari pada tertidur. Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku. 
 
Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam. – Kejadian 31:38-42
 
Apakah berkat Tuhan datang kepada Yakub seperti harta turun dari langit? Tidak, ia bekerja keras untuk mendapatkan kekayaannya. Yakub melakukan bagiannya dengan sungguh-sungguh, dan Tuhan tidak menutup mata atas segala usahanya.

Demikian pula dengan hidup Anda: bekerjalah, lakukan bagian Anda dengan sepenuh hati, dan Tuhan akan sempurnakan semuanya. Jika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, berdoalah meminta hikmat dari-Nya.

Terlepas dari semua panduan di atas, ingatlah untuk selalu memprioritaskan Tuhan. Dia sudah berjanji akan memberkati kita jika kita mengutamakan Dia di atas segalanya.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. – Matius 6:33

Ayo, rencanakan keuangan dengan baik dan ucapkan selamat tinggal pada dehidrasi dana!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official: WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Bagaimana Caranya Menemukan Talenta?

Video inspirasi: