Membangun hubungan bukanlah sebuah hal penting, tetapi juga tidak mudah. Oleh karena itu, gereja mengadakan sebuah kelas, yaitu Healthy Hangout Class. Ini adalah sebuah kelas untuk single yang dibuat untuk membantu jemaat berfellowship, terutama terhadap lawan jenis. Minggu, 08 Maret 2020, pada pukul 14.00, jemaat single GKDI berkumpul di F3 untuk mendengarkan pelajaran tentang topik ini yang dibawakan oleh Pdt. Franky Lumenta. 

Pdt. Franky memulai kelas ini dengan menjabarkan dasar tentang proses pernikahan yang dipraktekkan dahulu oleh orang Yahudi. Di Alkitab, tidak pernah tertulis tentang hubungan pacaran. Biasanya mereka menikah karena pilihan orang tua, seperti Ishak dan Ribka, Yakub dengan Lea dan Rachel. Namun, gambaran tentang pernikahan dapat kita pelajari di dalam kitab Matius 25:1-13. 

Proses Pernikahan di Alkitab

Ada 3 proses yang dilakukan orang Yahudi yang hendak menikah: 

  1. Kontrak Perkawinan (Pertunangan)
  2. Kiddushin (Pesta Pertunangan)
  3. Nissu’in (Pesta Perkawinan)

Pada zaman itu, jika seorang pria suka terhadap seorang wanita, maka ia akan memberitahukan kepada teman baiknya. Dan teman baiknya ini yang akan memberitahu orang tua wanita tersebut. Kemudian, proses akan berlanjut ke proses perkenalan kedua orang tua dari pria dan wanita tersebut. Proses bertemunya kedua orang tua inilah yang disebut sebagai pertunangan. 

Kemudian, mereka akan mengadakan pesta pertunangan. Dan pada proses inilah mereka mengadakan kontrak pernikahan, yang disebut dengan covenant, yang banyak tertulis di Alkitab. Pada tahap ini, mereka belum tinggal bersama. Mempelai pria akan kembali ke rumahnya untuk membangun rumahnya. Hal ini biasanya memakan waktu sekitar 3-6 bulan. Kemudian, setelah rumahnya sudah selesai dibangun, ia akan kembali menjemput mempelai wanita dan mengadakan pesta perkawinan. Dan pada saat itu, mereka sah sebagai suami istri.

Pesan yang dapat kita ambil dari pelajaran tersebut bahwa sebuah hubungan harus dibangun dengan serius, bukan atas dasar coba-coba. Setiap orang yang masuk ke dalam hubungan berpacaran berarti siap untuk menikah. Mereka tidak hanya harus siap secara mental, tetapi juga secara finansial.

Dari Matius 7:17-18, Pdt. Franky mengingatkan bahwa kita orang yang sehat juga harus memperhatikan dan mencari pasangan yang sehat. Jangan karena kita kasihan dan kita ingin agar dia lebih baik, kita menjalin hubungan dengan orang yang tidak sehat. Pasangan yang sakit secara rohani akan menambah beban bagi yang sehat. Sehingga bukan tidak mungkin, orang yang sehat akan kelelahan dan sakit juga, akibat beratnya beban yang dibawanya. Itulah mengapa Alkitab menuliskan agar kita mencari pasangan yang seimbang (2 Korintus 6:14).

Dalam Markus 2:17, jemaat diingatkan bahwa hanya orang sakit yang membutuhkan tabib. Jika kita tidak merasa sehat secara rohani, ceritalah kepada pembimbing, dan “sembuhkan” dulu diri kita sendiri. Jika kita sehat, maka kita akan mampu untuk membangun sebuah hubungan yang sehat.

Dasar Membangun Sebuah Hubungan dengan Lawan Jenis

Ada beberapa dasar yang harus diperhatikan dalam proses membangun hubungan:

1. Beneficial

“I have the right to do anything,” you say—but not everything is beneficial. “I have the right to do anything”—but not everything is constructive. – 1 Corinthians 10:23 NIV

Everything is permissible, but not everything beneficial. 

Semua hal boleh dilakukan tapi tidak semua berguna. Jemaat kembali diingatkan kembali untuk melakukan hal-hal yang berguna dan membangun. 

2. Not Even a Hint

“Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.” – Efesus 5:3-7

Jemaat diingatkan kembali untuk punya hubungan yang sehat, yang tidak ada sedikitpun yang mengarah kepada hal-hal yang tidak murni. Alkitab mencatat untuk kita tidak berpartner dengan orang seperti itu. 

3. No Law

Dalam 1 Timotius 1:8-11 tertulis bahwa hukum tidak dibuat untuk orang yang benar, tetapi untuk orang yang melanggar hukum. Bahkan hukum di berbagai tempat bisa berbeda-beda, tergantung dengan perbuatan orang-orangnya.

Jadi, jika kita diberikan hukum, seperti tidak boleh lakukan ini atau itu, itu karena kita adalah orang yang suka melanggar hukum. Tetapi untuk orang yang hidupnya benar, hukum tidak akan dibuat untuk orang tersebut. Hubungan yang sehat dimulai dengan kita sendiri dahulu yang sehat secara rohani

Hal-Hal Teknis

Selain 3 prinsip tersebut, di dalam kelas tersebut juga dibahas berbagai hal-hal praktis, tentang:

  • Bagaimana berkomunikasi dengan orang yang kita sukai
  • Isi dari komunikasi
  • Apa yang harus dilakukan ketika kita mulai jatuh cinta
  • Bagaimana jika pembimbing dan anak bimbingan sama-sama menyukai orang yang sama
  • Bagaimana cara membangun hubungan yang sehat jika memang sudah sama-sama suka
  • Apa yang harus kita lakukan jika kita dekat dengan seseorang yang bukan murid Yesus
  • Bagaimana cara berkata tidak terhadap orang yang tidak kita sukai
  • Perbedaan hang out dan dating
  • Membangun persahabatan di tempat kerja
  • Mengerti bahwa ada waktu untuk segala sesuatu
  • Memperhatikan kerapian pada saat bertemu dengan Bro/Sis
  • Apa saja langkah-langkah yang harus diperhatikan dari berteman sampai steady (in a relationship)

Cukup banyak hal, baik secara teori dan praktisnya yang dibahas dalam kelas H20 tersebut. Diharapkan dengan adanya kelas ini, jemaat dapat lebih mengerti hal-hal yang terpenting dan apa yang mereka harus lakukan dalam membangun hubungan dengan lawan jenis. Dan pada akhirnya, hal ini dapat membantu jemaat untuk menemukan pasangan yang seimbang di dalam Tuhan. Amin. 

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: