Mari kita membahas tentang berpikiran negatif. Kita telah banyak mendengar hal tentang pikiran positif. Esensi dari hal ini terdapat di Filipi 4:8-9 yang mengatakan bahwa kita harus selalu memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Pikiran-pikiran ini akan mempengaruhi sikap kita dan menentukan tingkah laku kita. Apa yang terjadi ketika kita berpikir negatif? Apakah ada sesuatu yang kontraproduktif terjadi secara fisik, mental, atau emosional?

amsal 12:25  “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.”

Ayat ini dimulai dengan kekuatiran dalam hati. Kekuatiran adalah suatu emosi yang sangat kompleks. Seseorang yang memiliki kekuatiran cenderung berkutat dengan pikiran yang berulang dan mengganggu. Suatu perasaan cemas yang kuat dan bersifat tetap. Perasaan ini juga sangat sulit untuk ditutupi. Mata seseorang akan memberi tahu keadaannya yang sedang banyak pikiran berat, mungkin lebih dari yang lain. Dalam Perjanjian Lama ini sering disebut sebagai “muka yang tertunduk.” Ketika kita memiliki pikiran negatif mimik wajah seperti ini lah yang pasti sering kita tunjukan.

Jika di kantor kita sedang berpikiran negatif atau kuatir, rekan kerja kita akan dapat melihatnya, termasuk tim kita. Itu akan mempengaruhi performa kita. Kesediaan kita untuk bekerja lebih akan pudar. Kita akan kehilangan kegembiraan kita dan kita tidak akan melihat hal lain selain hambatan atau rintangan.

Ya, sewaktu kita sedang merasa kuatir kita seperti setengah lumpuh, terbebani. Ini akan membuat kita lebih sensitif terhadap umpan balik dan kritik. Akan sulit bagi kita untuk melayani orang lain ketika kita dirundung kekuatiran.

berpikiran negatif
Seberapa sering kita menampilkan mimik muka yang tertunduk?

Dari mana kekuatiran ini muncul?

Biarkan saya pertama menyatakan bahwa saya tidak berniat untuk membuat pernyataan klinis tentang gangguan kecemasan atau gangguan kronis. Saya hanya akan membahas bentuk kecemasan yang menimpa kita semua – seperti perasaan stres saat mengerjakan proyek atau ketidakpastian tentang masa depan kita.

Untuk menjawab pertanyaan tentang asal-usul kekuatiran, mari kita mulai dengan melihat kata-kata terkahir di Amsal 12:25. Ayat ini berkata “tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” Ayat ini beralih dari kecemasam internal ke kata baik yang bersifat eksternal – seolah-olah dikatakan oleh seseorang yang memiliki damai kepada seseorang yang sedang memiliki kekuatiran.

Pernahkah anda berpikir bahwa “perkataan yang baik” adalah sesuatu yang mungkin dipikir untuk dikatakan oleh seseorang yang sedang kuatir kepada dirinya sendiri? Ya, ini bisa juga berarti perkataan baik yang dikatakan kepada diri sendiri. Kata-kata semangat yang diberikan oleh teman, rekan, atau bos akan terasa sangat baik. Namun hal ini sangat mudah untuk dilihat.

Jika kita merekayasa-balik ayat ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa perkataan yang baik akan membuat hati menjadi gembira, dan perkataan yang buruk akan membuat hati menjadi sedih (atau dalam kasus ini, kuatir). Perkataan yang buruk akan membuat hati menjadi berat. Dan tidak peduli dari mana kata-kata buruk ini berasal, baik dari sumber eksternal, maupun kata-kata yang anda pikirkan sendiri di dalam hati anda.

Ini akan membuat kita merasa seperti kita membawa beban ekstra. Ini akan menghalangi kita untuk bersikap cekatan dalam menentukan pilihan. Ya, semua ini membuat kita tidak bisa melihat kerja Tuhan dalam setiap situasi.

Ketika kita berpikiran negatif, kita akan membuang tenaga kita sendiri. Semakin lama hal itu kita biarkan, kita akan semakin terkuras.

Diterjemahkan dari artikel “The Power Of Negative Thinking” oleh Shawn Sommerkamp di www.mydtconnect.org

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: 3 Alasan Mengapa Anda Tidak Mau Memiliki Pikiran Jahat