Pernahkah Anda mengetahui kebenaran, tetapi terlalu takut untuk mengatakannya? Ketika saya baru dibaptis, saya orang yang sangat tertutup dan takut melukai perasaan orang lain. Saya khawatir ucapan saya menyinggung atau menyakiti hati seseorang.

Saat saya melihat perbuatan seorang saudara yang tidak benar, saya hanya diam dan menyimpannya di dalam hati. Bahkan, ketika saya melihat orang itu tertimpa masalah karena perbuatannya tersebut, saya tetap diam. Di dalam hati, saya membenarkan naluri dan pandangan saya selama ini terhadapnya. Saya tidak melakukan apa pun untuk memperingatkannya.

Saat kerohanian saya mulai bertumbuh, saya belajar bahwa keterbukaan sangatlah penting. Bukan hanya hal-hal yang baik dan indah didengar saja. Ada kalanya, kita perlu menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kepada saudara seiman kita. Meskipun, hal itu mungkin sulit diterima.

Ya. Mengatakan kebenaran bukanlah hal yang mudah. Tetapi, Alkitab mengajarkan cukup banyak tentang hal itu, karena itulah yang Tuhan inginkan. Lagi pula, jika kita sungguh mengasihi saudara-saudari kita, apakah kita rela melihat mereka celaka?

Mengapa Kita Perlu Mengatakan Kebenaran?

kebenaran - gkdi 1

Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal… (Yakobus 3:2a)

Di dalam jemaat sekalipun, tidak ada satu orang pun yang sempurna. Kita bersalah dalam banyak hal. Kapan terakhir kalinya Anda gagal menyangkal diri terhadap dosa yang paling Anda gumulkan? Mungkin ada saudara yang berulang kali gagal mempunyai saat teduh yang konsisten. Mungkin ada saudari yang tidak mengambil keputusan yang bijak.

Pada situasi tersebut, apa yang kita semua perlukan?

Instead, speaking the truth in love, we will grow to become in every respect the mature body of him who is the head, that is, Christ. (Efesus 4:15 – NIV)

Amsal 6:23  Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

Jika kita lihat di dalam Alkitab, tokoh-tokoh seperti Musa, Daud, Elia, Petrus, dan Paulus adalah orang-orang hebat yang dipilih Tuhan. Tetapi, ada kalanya hati mereka menyimpang. Apa yang mereka perlukan di saat-saat seperti itu? Teguran.

Mereka saja memerlukan teguran dan kebenaran untuk mengembalikan hati dan misinya kepada Tuhan. Apalagi saya dan Anda?

Lalu, Apa Tujuan Kita Mengatakan Kebenaran?

kebenaran - gkdi 2

Ketika Daud berdosa dengan mengambil Batsyeba sebagai isterinya dan merencanakan pembunuhan terhadap Uria suami Batsyeba (2 Samuel 12:1-13), Nabi Nathan datang menegurnya. Saat mendengar perkataan Nathan, Daud tersadar dan memohon pengampunan Tuhan.

Ketika kita mengatakan kebenaran kepada saudara kita, sebenarnya kita sedang membantunya menghindari kesalahan yang lebih fatal. Firman Tuhan berikut ini menyatakannya dengan jelas:

Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran. (Titus 1:13-14)

Jadi, kita mengatakan kebenaran untuk memulihkan kesehatan rohani saudara kita dan mengembalikan mereka ke jalan Tuhan. Selain itu, kita juga mencegah diri kita sendiri berdosa karena tidak melakukan apa yang benar (Yakobus 4:17).

Lalu, Apa Saja yang Perlu Kita Perhatikan Saat Mengatakan Kebenaran?

            Saat mengatakan kebenaran, berani saja tidak cukup. Kita perlu melatih diri untuk menyampaikan maksud kita agar apa yang kita lakukan efektif. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat mengatakan kebenaran:

1. Menganggap lawan bicara sebagai saudara

kebenaran - gkdi 3

2 Tesalonika 3:15 – tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Selalu ingat bahwa kita sedang berbicara dengan saudara seiman, bukan dengan musuh. Jangan fokus kepada ketidaksukaan kita dengan apa yang mereka lakukan. Fokuslah untuk mengembalikan hati mereka kepada Tuhan. Bicaralah dengan penuh kasih, bukan dengan hawa permusuhan.

2. Pastikan Anda Memiliki Maksud Yang Murni, Bukan Tipu Daya

kebenaran - gkdi 4

1 Tesalonika 2:3 – Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.

Selidiki dulu hati Anda sendiri sebelum datang kepada seseorang. Jangan sampai ada maksud tersembunyi atau kepentingan kita sendiri saat berbicara kebenaran kepada seorang saudara. Hapuskan semua label yang ada di pikiran dan pastikan kemurnian hati Anda sendiri.

3. Cara Berbicara yang Sesuai Dengan Kebutuhan

kebenaran - gkdi 4

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. (1 Tesalonika 5:14)

Ada banyak alasan kita perlu menyampaikan kebenaran. Namun, ayat di atas mengajarkan bahwa untuk alasan yang berbeda, kita perlu memakai cara yang berbeda. Mungkin kita melihat saudara yang tidak lagi tertib hidupnya, jarang ke gereja, jarang membaca Alkitab dan berdoa. Mungkin kita menyadari seseorang tidak mempunyai prioritas yang benar, hidup bersahabat dengan dosa, merusak diri sendiri. Saat itulah kita perlu menegur mereka.

Namun, bagaimana jika kita melihat saudara yang sedang tawar hati, down, atau lemah rohani? Mungkin teguran tidak akan membangkitkan semangatnya. Mereka memerlukan penghiburan agar iman mereka dapat timbul kembali. Ingatkan mereka akan hal-hal baik tentang dirinya dan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mendapati seseorang yang diperlakukan dengan tidak adil, tidak hormat, atau dilecehkan, kita perlu membela yang benar. Kita perlu memberanikan diri untuk mengatakan kebenaran yang sesuai dengan Firman Tuhan.

Tetapi, apakah Tuhan ingin kita berhenti pada mengatakan kebenaran saja? Tidak. Kita juga perlu bersabar terhadap satu sama lain. Mungkin saudara kita tidak seketika memahami maksud kita. Jika mereka menerima, tetapi tidak mampu bertobat saat itu juga. Mungkin orang yang sama bertobat, tetapi kemudian jatuh di lubang yang sama. Tuhan tidak ingin kita hanya menghakimi. Sabarlah terhadap semua orang.

Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. (Matius 18:15)

Mungkin menyampaikan kebenaran bukan proses yang mudah untuk dijalani. Tetapi, jika kita menaati firman dan setia melakukannya, upahnya sangat besar. Kita akan mendapatkan saudara kita kembali untuk Tuhan! Jadi, jangan jemu-jemu mengatakan kebenaran.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Hidup Kudus dan Bahagia: Mustahilkah Mendapat Keduanya?

Video inspirasi: