Berapa banyak di antara kita yang bisa bertutur kata dengan baik saat berada di gereja? Bagaimana ketika kita sedang di rumah, tempat kerja, sekolah, atau kampus—apakah cara bicara kita juga dijaga? Apakah teman-teman Anda melihat kemuliaan Tuhan lewat ucapan Anda? Atau sebaliknya, orang malah menjauh karena pedasnya mulut Anda?

Mengapa tuturan baik itu penting? Dan, bagaimana agar setiap kata yang kita ucapkan dapat mendatangkan keselamatan dan membawa kemuliaan bagi Tuhan?

Tuhan Dinyatakan dalam Setiap Kata

Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. – Amsal 12:18 

Memutuskan untuk mengucap kata-kata baik adalah keputusan penting yang perlu kita ambil setiap hari. Mengapa? Karena, iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong (Yakobus 2:20). Jadi, mengaku diri Kristen tanpa menjaga kata-kata yang kita keluarkan sama saja dengan omong kosong belaka.

Tutur kata yang baik hendaknya menjadi perhatian khusus bagi orang yang mengaku diri Kristen, karena kemuliaan Tuhan juga dinyatakan melalui perkataan umat-Nya. Terapkan tiga hal berikut untuk melakukannya:

1.Waspadai Jebakan Gosip

kata - gkdi 1

Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. – 1 Petrus 4:11

Ada banyak hal yang kita bincangkan dengan orang lain setiap hari. Tanpa sadar, ini membuat kita kurang waspada terhadap setiap kata yang kita ucapkan. Bisa jadi, kita mengira bergosip adalah hal yang wajar dilakukan. Kita menggosipkan banyak pihak, mulai dari tetangga, teman sekolah, rekan kerja, hingga saudara sendiri.

Saya pribadi lebih senang berkumpul dengan teman-teman komunitas yang menceritakan kebaikan Tuhan lewat hidup mereka. Sekalipun cerita mereka tidak selalu gembira, atau mereka sedang berbeban berat, saya merasa terbangun saat mendengar bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka. 

Apakah Anda suka berada di dalam komunitas yang banyak membahas tentang Tuhan? Atau, Anda lebih dekat dengan orang-orang yang senang bergunjing? Tanyakan pada diri sendiri, apakah perbincangan yang Anda lakukan membawa damai, sukacita, atau pertumbuhan bagi hidup Anda? Jika tidak, mungkin inilah saatnya Anda betul-betul mempertimbangkan lingkungan pergaulan Anda.

Jangan ragu menceritakan kebaikan Tuhan kepada siapa pun. Tidak perlu malu atau takut untuk menceritakan kabar baik yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Nama Tuhan bisa dimuliakan bukan hanya melalui perbuatan, melainkan juga lewat setiap kata yang kita ucapkan. Pembicaraan yang baik akan menjadi siraman rohani bagi hidup Anda dan mendatangkan sahabat-sahabat yang tulus.

2. Ucapkan Kata yang Membangun

kata - gkdi 2

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. – Efesus 4:29 

Seberapa sering kita melontarkan ucapan yang sembrono, gurauan kotor, entah sebagai candaan atau bahan menindas orang (bullying)? Alih-alih membangun, apakah ujaran kita justru menjatuhkan harga diri seseorang?

Pilihlah kata-kata yang dapat membangun hidup orang lain. Misalnya, saat teman sedang putus asa, katakan kepadanya, “Kamu pasti bisa. Tuhan selalu besertamu”. Ketika melihat orang tua kita sedang khawatir, ajaklah mereka berdoa bersama. Betapa indahnya jika apa yang kita katakan dapat membantu orang lain dan menjadikan kita saluran berkat Tuhan bagi sesama.

Kata-kata yang membangun merupakan salah satu dari lima bahasa kasih (empat lainnya adalah waktu berkualitas, menerima hadiah, melayani, dan sentuhan fisik). Dengan memberi ucapan baik kepada seseorang yang bahasa cinta utamanya adalah kata kasih, berarti Anda sudah membantunya memenuhi tangki kasihnya.

Mudah rasanya menyampaikan perkataan yang positif jika kita sedang gembira atau diperlakukan dengan baik. Namun, bagaimana ketika ada yang berkata kasar kepada kita?

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. – 1 Petrus 2:23  

Jika hari ini kita mendapat perkataan yang tidak baik dari orang lain, alangkah baiknya kita tidak turut membalas dengan cara yang sama. Tuhan Yesus sudah menjadi teladan kita teladani dalam hal bertutur kata. Jadi, serahkanlah semuanya kepada Allah, yang berhak menghakimi setiap perkataan manusia. 

3. Biasakan Diri Memuji dan Menghargai

kata - gkdi 2

“Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.” – Filipi 1:3-5

Mengutarakan penghargaan atas keberhasilan, prestasi, atau perjuangan seseorang mestinya tidak sukar dilakukan oleh orang yang sudah mengenal kebenaran Tuhan. Paulus adalah rasul yang gemar memberi penghargaan dan pujian kepada setiap jemaat yang berjuang untuk Tuhan. Hidup yang berat tidak menghalanginya untuk berkata-kata baik. 

Namun, tak dapat dipungkiri, ada aspek dalam tradisi budaya timur yang membuat kita sulit memberi pujian. Salah satu penyebabnya adalah karena kita jarang mendapat penghargaan atau apresiasi dari orang tua, dan lebih sering kena teguran, kritikan, atau tuntutan.

.

Apakah saat ini Anda susah memuji orang lain atau belum terbiasa memberi pujian? Jika ya, mulailah dari hal-hal kecil dan sederhana. Kalau Anda bangga melihat anak Anda membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, ungkapkan itu kepadanya. Ketika pasangan membantu membereskan rumah agar Anda tidak kecapaian, utarakan komplimen Anda. Niscaya, memberikan pujian untuk hal-hal besar pasti akan lebih mudah ke depannya.

Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran. – Amsal 26:28 

Perlu diingat bahwa dalam memuji diperlukan ketulusan, bukan hanya pencitraan di mulut. Tuhan tahu kedalaman hati kita, apakah kita ikhlas memuji atau sekadar ingin kelihatan baik.

Mungkin kata-kata pujian bukanlah bahasa kasih Anda yang utama. Namun, tidakkah Anda merasa senang ketika ada orang yang memuji keberhasilan atau perjuangan Anda? Artinya, semua orang suka dihargai dan diberikan kata-kata yang baik. Jadi, putuskanlah untuk memberikan ujaran baik setiap hari.

Mari biasakan diri untuk menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang-orang yang kita temui. Latihlah mulut kita untuk mengucapkan kata-kata yang membangun. Biasakan diri saling memuji satu sama lain, agar lewat setiap kata yang keluar dari mulut kita, orang lain dapat bertumbuh dan menemukan jalan kebenaran. Amin!

Referensi:
www.5lovelanguages.com

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Serahkan “Lima Roti dan Dua Ikan” Anda, dan Lihat Hasilnya!

Video inspirasi: