Written by Helen Hayasidarta 4:40 pm Devotionals, Biblical Talk, Heart & Feeling, Self Development, Spiritual Life

Kasih Tidak Pernah Gagal. Benarkah?

gagal-gereja-gkdi cover

Gereja gkdi lagu

Kasih tidak pernah gagal. Itulah yang tertulis di dalam 1 Korintus 13:8. Di dalam Alkitab versi Terjemahan Baru (TB) dikatakan, “Kasih tidak berkesudahan.” Namun di dalam Alkitab versi New International Version (NIV) dikatakan, “Love never fails.” Benarkah kasih tidak pernah gagal?

Sepenggal Kisah Pembuktian tentang Kasih

gagal-gereja-gkdi 1

Seorang teman pernah bercerita kepada saya. Ketika dia membaca ayat ini, dia termotivasi untuk membuktikannya karena ia merasa ayat ini sangat menarik. Dia merasa, segala sesuatu di bumi ini bisa gagal. Namun, Alkitab memberikan sebuah garansi bahwa, “Kasih tidak pernah gagal.” Bagaimana mungkin?

Lalu dia mencoba mempraktekkan kasih ini kepada ibunya. Dia merasa bahwa, sejak kecil dia diperlakukan dengan pilih kasih oleh ibunya. Apa yang adiknya inginkan selalu dipenuhi, tetapi tidak dengan keinginannya. Hal ini membuat dia merasa dinomorduakan dan ia menjadi pahit  kepada ibunya. Namun, ketika ia membaca ayat ini, ia termotivasi untuk mengasihi mamanya dengan tulus, terlepas dari apapun responnya. 

Sedikit demi sedikit, usahanya membuahkan hasil. Kebiasaan-kebiasaan baru yang penuh kasih mulai terbentuk. Hubungannya dengan mamanya pun semakin baik. Dan pada akhirnya, meskipun mereka saat ini terpisah oleh jarak, keduanya punya hubungan yang baik. Ibunya jadi lebih memperhatikannya. Ia suka mengirim barang dan makanan dari kampung ke tempat kos teman saya ini. Dan ketika ibunya sakit, dia bisa merawat ibunya dengan penuh kasih.

Hingga pada akhirnya, teman saya ini mengambil kesimpulan bahwa kasih memang tidak pernah gagal. Dan firman Tuhan juga tidak pernah salah. Imannya semakin dalam kepada Tuhan dan kasihnya juga semakin nyata dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. 

Mempraktekkan Sebuah Kasih yang Tidak Pernah Gagal

gagal-gereja-gkdi 2

Bagi saya, kisah teman saya di atas itu sangat menarik. Hal ini cukup kontradiktif dengan keadaan yang terjadi sekarang ini. Begitu banyak fenomena seperti perceraian, pembunuhan, dan tindak kejahatan lainnya terjadi. 

Jika kasih memang tidak pernah gagal, mengapa ada banyak orang yang katanya saling mencintai, gagal dalam membangun hubungan? Akhirnya, begitu banyak keluarga yang pernikahannya berantakan. Bahkan, komunikasi saja tidak berjalan dengan baik. 

Apakah mungkin, kasih yang hari ini kita praktekkan, tidak seperti kasih yang Tuhan maksud di dalam Alkitab? “Kasih” yang seperti apa yang tidak pernah gagal itu? Mari kita pelajari lebih dalam.

1. Kasih “Walaupun”, bukan “Karena”

gagal-gereja-gkdi 3

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? –  Matius 5:46

Banyak orang yang mengasihi orang lain, karena dia merasa dikasihi. Jika semua orang melakukan jenis kasih yang seperti ini, lalu siapa yang akan memulai mengasihi terlebih dahulu? Semua orang yang akan saling menunggu untuk menerima kasih. Tetapi tidak saling mendahului untuk mengasihi. 

Orang yang tidak mengenal Tuhan, bahkan orang jahat sekalipun, dapat mengasihi orang yang mengasihi mereka. 

Namun, sebagai anak-anak Tuhan, Tuhan ingin kita mengasihi dengan level yang jauh lebih tinggi. Kasih yang, “meskipun dia tidak mengasihi aku, aku tetap memutuskan mengasihi dia.” Bukan kasih yang akan diberikan dengan syarat dan ketentuan berlaku. Misalnya, “Aku akan mengasihi jika… Aku mengasihi dia, karena…”

Inilah kasih agape yang Tuhan ajarkan. Inilah juga kasih yang Tuhan berikan kepada kita. Dia mati bagi kita. Dia mengasihi kita terlebih dahulu, bahkan sebelum kita mengenal-Nya (Roma 5:8).

Kasih yang seperti apa yang kita praktekkan bagi orang-orang di sekitar kita hari ini? Sebuah kasih yang tidak pernah gagal adalah kasih yang terus kita berikan dan lakukan meskipun orang itu tidak atau belum mengasihi kita.

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Matius 5:38-39, 43-44

2. Definisi Kasih sesuai Standar Tuhan

gagal-gereja-gkdi 4

Dari poin di atas, kita telah memahami bahwa, kita perlu mengasihi orang lain dengan kasih-Nya Tuhan. Namun, dalam prakteknya sehari-hari, bagaimana kita mengasihi sesuai dengan standar Tuhan itu?

Di dalam Matius 22:39 tertulis, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Inilah kasih yang perlu kita praktekkan. Mengasihi orang lain sama seperti kita ingin dikasihi. 

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 1 Korintus 13:4-7

Suatu kali, seorang pendeta pernah berkata seperti ini, “Untuk mengetahui apakah kita telah bertumbuh dalam kasih, ganti kata “kasih” di ayat tersebut dengan nama kita. Misalnya, nama kamu David. Sebut, “David itu sabar. David itu rendah hati.” Benarkah demikian?”

Apa yang tertulis di dalam 1 Korintus 13:4-7 tadi adalah kasih yang Tuhan mau untuk kita praktekkan. Melakukannya diperlukan kerendahan hati dan penyangkalan diri. Namun, suatu hari, kita pasti akan menuai buah dari kasih kita itu. 

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Galatia 5:22-23

Jika kita memilih untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan menghasilkan buah-buah Roh, termasuk diantaranya kasih. Menariknya, hal ini juga digaransi oleh Tuhan, bahwa, “Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Artinya, tidak seperti hukum-hukum dunia lainnya, hukum ini akan terus berlaku dan tidak dapat dipatahkan.

Kasih tidak pernah gagal. Tidak ada juga hukum yang menentang hal itu. Oleh karena itu, mari kita semangat mempraktekkan kasih yang sesuai dengan standar Tuhan!

3. Sumber Kasih yang Tidak Pernah Gagal

gagal-gereja-gkdi 5

Mempraktekkan kasih secara terus-menerus kepada orang lain bisa jadi tidak mudah. Di dalam perjalanannya, kita bisa merasa lelah. Apalagi jika orang yang kita kasihi juga belum membalas atau bahkan merasakan kasih kita. Semua usaha yang kita lakukan terasa sia-sia. Lalu, bagaimana kita bisa terus mengasihi di tengah keadaan seperti ini?

Jika kita ingin kasih kita tidak pernah gagal, kita perlu tinggal di dalam kasih Tuhan juga. Bagaimana kita dapat terus memberikan kasih jika kita tidak terhubung dengan sumber kasih itu? 

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 1 Yohanes 4:7-8

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Yohanes 15:5

Saat kita ingin memiliki kasih yang tidak pernah gagal, kita harus tinggal di dalam Tuhan. Di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain dengan kasih-Nya Tuhan dengan hidup di luar Tuhan. 

Percayalah kepada firman Tuhan. Pegang setiap janji-janji-Nya, termasuk diantaranya kasih tidak pernah gagal. Namun, selain itu, kita juga perlu taat, terus bertekun, dan konsisten mempraktekkan kasih itu. 

Apakah Anda sedang putus asa menghadapi hubungan yang hambar, keluarga yang tidak harmonis dan penuh pertikaian, dan merasa begitu banyak kebencian di dalam diri Anda? Mungkin inilah saatnya Anda mulai melakukan sebuah perubahan dengan mengasihi. Kasih tidak pernah gagal. Ia mengubah Anda dan mengubah orang lain yang Anda kasihi. 

Mari bersama-sama kita sebarkan kasih Tuhan dan buat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Semangat!

Spread love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier. Mother Teresa

Referensi:
www.brainyquote.com/quotes/mother_teresa_133195

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 940 times, 2 visits today)

Last modified: Feb 23

Close