5 Cara Sederhana Menjadi Pribadi yang Menyenangkan di Kantor

Menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja adalah salah satu tantangan di dunia profesional. Jika Anda karyawan baru, staf lama belum tentu dapat langsung menerima atau menyukai Anda. Sebaliknya, jika Anda karyawan lama, tumpukan pekerjaan dan jadwal padat yang menyita banyak energi bisa membuat Anda tak sabaran menghadapi “si anak baru.”

Apakah saat ini Anda kesulitan membangun relasi dengan teman sekantor? Apakah Anda merasa mereka tidak menyukai Anda? Bagaimana supaya Anda, entah selaku karyawan baru maupun lama, dapat menjadi rekan kerja yang menyenangkan bagi kolega Anda?

Mengapa Perlu Jadi Rekan Kerja yang Menyenangkan?

Menjadi pribadi yang menyenangkan akan menunjang peran Anda sebagai anggota tim kerja. Oleh karena itu, membangun relasi baik dengan rekan sejawat merupakan bagian dari pekerjaan Anda.

Lima poin ini dapat membantu Anda menjadi seorang teman kerja yang menyenangkan dan mudah disukai oleh rekan-rekan Anda:

1. Jaga Penampilan

kantor - gkdi 1

Penampilan fisik bukanlah patokan mutlak bagi kualitas kerja atau karakter seseorang. Namun, tak dapat dipungkiri, sebelum mengenal hati seseorang, yang pertama kali kita lihat adalah penampilannya. Di banyak kesempatan, kesan pertama menjadi penentu yang signifikan terhadap citra diri seseorang.

Berpenampilan baik tidak berarti harus menggunakan busana dan aksesoris bermerk atau mahal. Yang terpenting adalah penampilan kita rapi, bersih, dan wangi.

Kerapian busana yang kita kenakan merupakan elemen penting dalam penampilan. Pastikan pakaian Anda  rapi dan tidak lecek. Terlepas dari bagaimana pun gaya berpakaian Anda, tentunya Anda tidak akan nyaman tampil dengan pakaian kusut atau kotor di depan kolega atau atasan Anda, bukan?

Penampilan baik juga terpancar dari kebersihan tubuh. Ini merupakan salah satu cara Anda menghormati diri sendiri. Perhatikan kebersihan kuku dan rambut Anda. Mandilah dua kali sehari dan keramaslah secara rutin. Aroma harum juga dapat menunjang kepercayaan diri kita. Untuk itu, Anda bisa menggunakan deodoran dan menyemprotkan parfum secukupnya. Bersihkan karang gigi yang bisa menyebabkan bau mulut, serta usahakan untuk menyikat gigi sehabis makan.

Dengan penampilan apik, Anda akan merasa lebih nyaman serta siap beraktivitas sepanjang hari, dan niscaya, memberikan kesan yang baik kepada perusahaan dan rekan-rekan kerja Anda.

2. Ramah pada Setiap Orang

kantor - gkdi 2

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. – Efesus 4:32

Apa yang pertama kali Anda lakukan begitu tiba di kantor? Kebanyakan dari kita langsung duduk, menyalakan komputer, dan langsung konsentrasi bekerja. Saking sibuknya, kita tidak peduli dengan kolega yang baru masuk ruangan. Kita merasa tidak perlu menyapa mereka dan memberi senyuman.

Bersikap ramah terhadap semua teman kantor tanpa membeda-bedakan status adalah hal yang penting untuk diterapkan (Efesus 4:32). Menyapa dan tersenyum terlebih dahulu merupakan tanda keramahan. Ramah berarti menghindari sikap kaku atau dingin. Bercanda dalam batasan wajar juga dapat mencairkan suasana kerja, serta membuat Anda lebih mudah diterima dalam lingkup pergaulan profesional.

Sikap ramah Anda tidak hanya memberi makna bagi sebuah pertemuan singkat di koridor kantor, tetapi juga mampu membuka relasi baru di kemudian hari.

3. Murah Hati

kantor - gkdi 3

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. – Amsal 11:25a

Murah hati bukan hanya soal uang atau amal, tetapi juga kesediaan untuk membagikan kepunyaan kita kepada orang lain. Misalnya, barang, waktu, dan tenaga. Beberapa contoh di bawah ini bisa menjadi inspirasi.

Sesekali bawalah camilan untuk disantap bersama di tempat kerja. Undang rekan-rekan Anda untuk mengambil sendiri ke meja Anda atau tempat yang disediakan. Makanan tidak harus yang mahal; yang penting adalah kebersamaan yang Anda ciptakan. Kebiasaan semacam ini biasanya menular dan mendorong teman-teman Anda untuk bergiliran melakukan hal serupa. Bukankah ini akan membuat atmosfer kantor jadi menyenangkan?

Sebisa mungkin sambut ajakan makan siang teman kantor agar kalian dapat menjalin keakraban dan saling mengenal karakter masing-masing. Ikutlah serta mengunjungi rekan yang sedang sakit, dan tunjukkan perhatian serta kepedulian Anda dengan tulus.

Menawarkan bantuan kepada rekan kerja yang membutuhkan pertolongan juga merupakan sikap murah hati. Misalnya, ketika teman Anda kebingungan karena printer-nya tidak berfungsi, Anda bisa membantu mengecek apakah kabelnya lepas dan lain sebagainya. Dengan demikian, Anda turut membangun suasana keakraban dan kepedulian yang sehat di tempat kerja.

4. Tetap Terhubung

kantor - gkdi 4

Salah satu gaya hidup jemaat pertama adalah berkumpul setiap hari (Kisah Para Rasul 2:41-47). Dari kisah ini, saya belajar bahwa orang-orang dalam satu komunitas perlu berkumpul sesering mungkin untuk menjaga semangat kelompok.

Selain bertemu di tempat kerja, Anda dan rekan-rekan kantor juga butuh wadah untuk bersosialisasi dan berkomunikasi secara kasual. Tambahkan kolega kerja di daftar teman media sosial Anda dan grup chatting. Ini membantu Anda tetap terhubung dengan mereka di luar jam kerja. Anda bisa saling berbagi pengalaman dan kegiatan hobi Anda lewat foto atau obrolan santai.

5. Jadi Diri Sendiri

kantor - gkdi 5

Jangan berpikir bahwa agar mudah disukai orang Anda harus menjadi seperti yang mereka inginkan. Anda tidak harus mengorbankan diri dan keyakinan yang Anda miliki hanya demi diterima orang lain. Justru, dengan menjadi diri sendiri, Anda akan disukai oleh orang lain. Mengapa demikian?

Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia. – 1  Samuel 2:26

Jika Anda ingin disukai manusia, terlebih dahulu Anda harus disukai oleh Tuhan. Apa yang diperbuat Samuel sehingga Tuhan dan manusia menyukainya? Jawabannya adalah dengan senantiasa menjadi pelaku firman (1 Samuel 3:19). Inilah caranya untuk menjadi diri sendiri yang juga dapat diterima orang lain.

Saat bersama teman-teman kantor, kita harus tetap menjadi pelaku firman. Saya pernah diminta berbohong oleh seorang rekan supaya pekerjaan tim cepat selesai, tetapi saya menolak dan memilih jujur. Hasilnya, pekerjaan itu bisa diselesaikan sama cepatnya. Jadi, meski awalnya mungkin ada yang melabeli Anda sok rohani, kelak mereka akan mengenal Anda sebagai orang yang bisa dipercaya dan punya integritas.

Karyawan yang baik tidak hanya mementingkan hasil pekerjaannya, tetapi juga punya hubungan baik dengan orang-orang sekitarnya. Selain contoh pada poin-poin di atas, masih banyak tindakan lain yang dapat Anda terapkan sesuai pekerjaan dan situasi tempat kerja Anda. Tuhan memberkati usaha Anda!

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. – Lukas 6:31

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Sudah Tepatkah Prioritas Hidup Anda?

Video inspirasi: