Pandemi COVID-19 memberi banyak tantangan kepada orang-orang berusia produktif, khususnya para orang tua. Selain masalah ekonomi dan ancaman kesehatan, mereka juga mengeluhkan repotnya mendampingi anak yang belajar dari rumah. Namun, bukan berarti anak-anak tidak memiliki keluhan mereka sendiri. 

Apakah kita orang dewasa peduli dengan pikiran dan perasaan anak-anak di tengah situasi dunia yang tidak biasa ini? Bagaimana sebaiknya kita menyampaikan kondisi pandemi kepada mereka?

Duduk dan Bicara dengan Anak

Tidak berangkat sekolah setiap hari, tidak beribadah di gereja setiap Minggu, atau tidak jalan-jalan bersama keluarga tentulah terasa janggal bagi anak-anak. Tiba-tiba mereka harus tinggal di rumah seharian. Belajar, bersantai, dan beribadah, semua dilakukan di rumah. Bahkan, bermain dengan rekan sebaya di lingkungan tempat tinggal pun mereka tidak leluasa. Anak-anak pasti bingung: ada apa ini?

Daripada membiarkan mereka memperoleh informasi tak jelas atau salah dari pihak luar, lebih baik orang tua duduk bersama dengan anak untuk membicarakannya. Tanyakan apa yang anak ketahui tentang situasi ini. Dengarkan dengan penuh perhatian, dan berikan respon yang baik sebagai tanda kita menyimak apa yang dia sampaikan.

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. – Amsal 20:5

Inilah kesempatan yang tepat untuk menjalin kedekatan dengan anak, yaitu saat mereka kehilangan banyak kebebasan dan harus beradaptasi dengan rutinitas baru. Selain itu, orang tua juga bisa meluruskan pemahaman anak yang keliru tentang pandemi. Semakin cepat tindakan antisipatif ini dilakukan, semakin baik.

Bisa jadi, anak tengah dilanda ketakutan karena mendengar kabar buruk tentang coronavirus dari orang dewasa lain. Mungkin anak sedang bingung, kenapa dia harus mengenakan masker, sementara ada orang-orang yang lalu-lalang tanpa memakai masker. Atau, dia merasa iri, kenapa harus tinggal di rumah, sementara sepupunya masih bisa berkunjung dan bermain bersama anak lain.

Hal-hal ini akan kita ketahui dan tangani dengan baik kalau kita mau meluangkan waktu bersama mereka. Jadilah orang tua yang pandai menimba isi hati anak.

Sampaikan dengan Bahasa Sederhana

Rasa ingin tahu yang besar merupakan sifat alami anak-anak. Bersyukurlah bila anak datang dan bertanya kepada Anda. Berarti dia menganggap Anda sumber pengetahuan yang bisa dipercaya. Karena itu, jangan pernah abaikan atau memarahi anak yang banyak bertanya. Kalau Anda sibuk, mintalah waktu untuk menjawabnya nanti. Namun, ingatlah untuk memenuhi janji tersebut, supaya anak tidak kehilangan kepercayaan kepada Anda. 

Sampaikanlah pengertian pandemi dengan bahasa yang sederhana dan sesuai pemahaman anak. Jawab pertanyaan mereka secukupnya. Tak perlu menjelaskan secara ilmiah asal muasal atau dampak virus corona, karena dia tidak akan paham sepenuhnya. Jangan sampai penjelasan kita justru makin menambah kebingungan anak. 

Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. – 1 Korintus 9:20

Rasul Paulus selalu berusaha menyesuaikan diri dengan orang-orang yang akan diinjilinya. Tujuannya agar mereka lebih mudah berinteraksi dengannya dan menerima apa yang dia sampaikan dengan baik. Kita para orang tua juga seharusnya menyesuaikan diri dengan anak. Cara menyampaikan informasi kepada anak remaja tentu berbeda dengan kepada anak balita. Penjelasan verbal akan efektif untuk remaja, tetapi tidak bagi balita. 

Jika anak terlalu kecil untuk memahami tulisan atau ucapan rumit, cobalah unduh gambar-gambar kartun tentang virus corona, lalu jelaskan artinya. Pesan bergambar yang berwarna-warni akan membuat anak lebih tertarik mendengarkan Anda, serta mudah memahami topik pandemi tanpa ketakutan berlebih. “Coronavirus suka dengan tangan yang kotor, loh …. Jadi, supaya dia tidak mau dekat-dekat kamu, sering-sering cuci tangan, ya.” 

Niscaya, Anda bakal lebih tenang dan senang melihat anak tak lagi mengeluh saat diminta mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir.

Yakinkan Anak, Tuhan Lebih Hebat

Penyebaran wabah COVID-19 “memaksa” manusia untuk berubah, dan banyak orang tidak siap menghadapinya. Kita kesulitan mencari nafkah dengan cara biasa, kehilangan penghasilan, sulit bepergian, dan takut tertular virus. Tak jarang, kita mengeluh karenanya.

Di tengah semua kerisauan itu, barangkali kita lupa anak-anak pun tidak luput dari dampak pandemi. Dari yang biasanya bebas bertemu teman dan berlarian di halaman sekolah, mereka harus puas bermain di rumah. Tidak bisa ke gereja setiap Minggu atau pergi berlibur. Seharian di rumah, bukan tak mungkin anak-anak tanpa sengaja mendengar orang tua mengeluh tentang beratnya beban hidup saat ini. 

Orang tua, ambillah waktu untuk menyegarkan pikiran anak-anak Anda. Bukakan firman dan ceritakan kedahsyatan Tuhan saat menolong umat-Nya dari berbagai masalah dan penderitaan. Beritahu mereka bahwa kita akan dimampukan melewati masa-masa sulit ini. Bahwa pandemi terjadi bukan karena Tuhan tidak peduli kepada kita, tetapi karena Dia punya maksud dan tujuan di balik semua ini.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. – Roma 8:28

Ajaklah anak berdoa bersama. Minta dia menceritakan perasaan dan pengharapannya kepada Tuhan. Yakinkan anak bahwa Allah berkuasa dan lebih kuat daripada ancaman virus apa pun. Dia berkuasa melindungi dan menyertai kita dari marabahaya. Yang perlu kita lakukan adalah tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga kesehatan. Selebihnya, serahkan kepada Tuhan.

Semua orang terimbas pandemi, tak terkecuali anak-anak. Orang tua berperan besar dalam menyiapkan anak untuk menghadapi dan melalui masa-masa tak mudah ini dengan baik. Bicaralah dengan anak untuk mengetahui isi hatinya, sampaikan informasi yang patut mereka ketahui dengan jelas, dan dorong anak untuk tetap berharap kepada Tuhan. Kiranya anak-anak kita bisa tetap bersukacita dalam segala hal. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: