Jatuh cinta merupakan pengalaman yang mendebarkan dan menyenangkan. Rasanya Anda tidak dapat memikirkan hal-hal lain selain orang yang Anda sukai. Anda selalu menantikan perjumpaan dengannya dan ingin menghabiskan waktu bersama.

Namun, seperti hal-hal lainnya dalam hidup, rasa bahagia itu takkan bertahan selamanya. Tahap selanjutnya merupakan tahap tersulit, yaitu memilih untuk terus mencintai pasangan kendati sensasi jatuh cinta itu mulai sirna.

Falling in Love vs Staying in Love

Jatuh cinta merupakan tahap awal ketika Anda mulai menyukai seseorang. Pada tahap ini, seseorang dapat terlihat sempurna hingga ke hal-hal terkecil tentang dirinya. Anda tak perlu mengerahkan banyak usaha untuk memberi yang terbaik baginya. Masa-masa ini sungguh mendebarkan, seru, dan membuat Anda bersemangat.

Lain halnya dengan stay in love, atau tetap di dalam cinta. Ini adalah tahap berikutnya ketika debaran hati itu mulai hilang. Anda mulai melihat hal-hal yang tidak terlihat sebelumnya dari pasangan Anda. Tirai yang menutupi semua ketidaksempurnaannya mulai tersingkap. Alhasil mencintai pasangan Anda menjadi hal yang sulit dan memerlukan banyak usaha.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. – 1 Korintus 13:4-7

Seiring memudarnya perasaan berbunga-bunga itu, Anda perlu menetapkan pilihan setiap hari untuk terus mencintai pasangan. Berlawanan dengan potret romantisme di film-film, cinta bukan hanya sekadar sensasi mabuk kepayang dan bahagia. Cinta punya makna yang lebih dalam daripada sekadar “jatuh di dalamnya” pada awal masa hubungan. Untuk menjaga cinta, Anda membutuhkan kerja keras dan komitmen.

Tuhan, Teladan Terbaik dalam Mencintai

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” – Yohanes 15:13

Alkitab mengatakan bahwa cinta bukanlah tentang diri sendiri. Cinta itu selalu tentang orang lain. Tuhan merupakan contoh terbaik dalam mencintai. Meskipun bangsa Israel telah berulang kali menyakiti hati-Nya, Dia tetap mencintai dan mengampuni mereka. Tuhan juga terus menepati janji-Nya kepada mereka. Pada akhirnya, Dia turun ke dunia dan rela menderita demi menyelamatkan umat manusia. Semua itu karena cinta-Nya yang mendalam kepada kita.

Lalu, bagaimana caranya untuk stay in love, memilih terus mencintai seperti Tuhan, walaupun semua perasaan jatuh cinta di awal hubungan telah hilang?

Cara Menjaga Cinta Meski Tak Lagi Jatuh Cinta

Mempertahankan cinta butuh upaya yang tidak sedikit. Lakukan hal-hal berikut untuk saling menjaga rasa sayang terhadap pasangan:

1. Terus Lakukan Hal yang Membuat Pasangan Merasa Dicintai

Seiring berlalunya tahun demi tahun, kita cenderung berhenti melakukan hal-hal yang dulunya memberi warna dalam hubungan cinta. Misalnya, mengirim hadiah atau menggandeng tangan pasangan. Padahal, hal-hal sederhana inilah yang menjaga “api” hubungan kita. Jangan berhenti melakukan hal-hal tersebut. Jika perlu, tanyakan pada pasangan Anda hal-hal apa lagi yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya merasa dicintai.

2. Lakukan dengan Cara Berbeda

Terus-menerus melakukan rutinitas yang sama akan membuat Anda dan pasangan bosan, dan hubungan menjadi hambar. Pergilah ke tempat-tempat yang berbeda di akhir pekan, atau nikmati aktivitas baru yang belum pernah dilakukan. Anda juga bisa coba berkencan bersama pasangan lain (double date). Hal ini akan mengingatkan Anda betapa menyenangkannya waktu yang dihabiskan bersama pasangan dan mengapa Anda dulu jatuh cinta kepadanya.

3. Dengarkan dan Hargai Pasangan

Hal-hal kecil tentang pasangan mulai membuat Anda kesal? Ambillah waktu untuk bicara berdua. Dengarkan keluh kesah atau perasaannya. Ini akan membantu Anda untuk menghargai pasangan sebagai individu yang punya perasaan dan pendapat sendiri. Ajaklah ia untuk selalu berkomunikasi mengenai perasaan dan ekspektasi masing-masing.

4. Ampuni, Ampuni, Ampuni

Salah satu perintah Tuhan yang terpenting ialah terus mengampuni sesama. Tak terkecuali pasangan Anda. Bahkan, Anda harus lebih sering mengampuninya dibandingkan mengampuni orang lain. Ia adalah orang terdekat Anda, yang akan paling sering melakukan kesalahan terhadap Anda. Setiap kali Anda mengampuni, Tuhan akan bekerja dan memulihkan kembali hubungan Anda. Selain itu, tentunya Anda ingin pasangan melakukan hal yang sama, bukan?

5. Belajar dari Pasangan Lain

Saat sedang dikuasai emosi dan penilaian pribadi, Anda biasanya sulit melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang benar atau objektif. Perkaya diri Anda dengan belajar dari pasangan lain. Dari mereka, Anda dapat mempelajari cara memaafkan pasangan, cara berkomunikasi yang baik, dan cara menyelesaikan konflik. Dengan dukungan dari lingkungan yang positif dan suportif, niscaya hubungan Anda dan pasangan akan semakin tumbuh dan berwarna.

Jatuh cinta itu mudah. Namun, tetap mencintai adalah pilihan pribadi yang harus kita ambil setiap hari. Pilihan ini tidak mudah karena disertai tanggung jawab dan kerja keras, apalagi jika Anda telah mengikat janji pernikahan. Sekalipun sulit, Tuhan sebagai sumber cinta kasih yang utama tentu akan memberkati pilihan Anda untuk terus mencintai pasangan. Semoga sukses dan terus bertumbuh di dalam hubungan Anda!

Referensi:
www.elitedaily.com/p/is-falling-in-love-a-choice-no-but-staying-in-love-with-one-person-is-8713658
www.huffpost.com/entry/falling-in-love-is-easy-but-you-have-to-choose-to-stay-in-love_b_8147980
www.artofwellbeing.com/2018/08/03/stayinlove/

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

It’s All About Love! Definisi Cinta Berdasarkan Alkitab
Siapkan Diri Jalani Cerita Cinta Terindah

Video inspirasi: