gkdi laguPada suatu kesempatan, Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya agar tidak jemu-jemu berdoa (Lukas 18:1). Mengapa Dia sampai berpesan tentang hal ini secara khusus? Mungkin karena bagian paling sulit dalam berdoa adalah bertekun di dalam doa itu sendiri, terlebih ketika doa tersebut lama tidak terjawab.

Berapa lama Anda telah berdoa untuk impian Anda? Sudahkah Anda bertekun melakukannya? Hal-hal apa saja yang membuat kita berhenti berdoa? Dan, bagaimana supaya kita bisa konsisten dalam berdoa?

Jawaban Tuhan yang Tertunda

jangan - gkdi 1

Ada satu masa ketika saya berdoa untuk seorang teman yang baru saja mengenal komunitas kami. Awalnya saya begitu yakin dan beriman bahwa Tuhan akan bekerja dalam hal ini dan doa-doa saya akan dikabulkan.

Seminggu lamanya saya menanti-nantikan jawaban Tuhan. Dua minggu, saya tetap menanti sambil berdoa. Setelahnya, saya mulai bertanya-tanya: mengapa setelah didoakan tetap saja tidak ada kemajuan yang berarti?

Saya merasa kecewa, dan intensitas doa saya pun menurun. Namun, bulan berikutnya, saya mendengar kabar baik mengenai kemajuan teman saya ini. Beliau mulai nyaman ikut ibadah daring, dan dari yang tadinya menolak, tiba-tiba mau menginstal aplikasi Zoom supaya bisa berkomunikasi secara online.

Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. – Amsal 13:12

Seberapa sering Anda berhenti berdoa ketika jawaban Tuhan tidak kunjung tiba? Apakah itu tandanya Tuhan tidak peduli kepada Anda?

Jangan pernah berhenti berdoa, karena Tuhan tidak melupakan doa-doa Anda. Dia bukannya tak mengacuhkan kerinduan dan harapan-harapan Anda. Dia juga bukannya tidak sanggup memenuhi kebutuhan Anda. Tuhan hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjawabnya. Karena itu, jangan lelah berdoa!

Tetaplah Konsisten Berdoa

jangan - gkdi 2

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! – Roma 12:12

Sekali lagi, di kitab Roma, kita diingatkan untuk bertekun dalam doa. Sering kali alasan lain yang membuat kita berhenti berdoa adalah kurangnya konsistensi. Saat ingat, Anda berdoa. Saat tidak ingat, Anda tidak mendoakan.

Saya teringat betapa panjangnya proses yang harus dilalui hingga ayah saya bisa dimenangkan di dalam Tuhan. Sewaktu kami sekeluarga mengambil keputusan untuk menjadi murid Yesus yang sejati, ayah saya yang berpendirian keras menolak dengan tegas untuk mengenal Tuhan.

Di sisi lain, kami tetap konsisten mendoakan beliau selama bertahun-tahun. Kami bekerja sama menunjukkan teladan dalam perbuatan baik, serta melakukan sharing secara bergantian bersama beliau. Akhirnya, setelah enam belas tahun, ayah saya dibaptis dan menerima Yesus! Saya tidak bisa membayangkan jika kami sekeluarga berhenti atau tidak konsisten mendoakan beliau. Mungkin sampai hari ini ayah saya belum mengenal Tuhan.

Doakan dengan konsisten apa yang menjadi keinginan dan kerinduan hati Anda. Jangan enggan berdoa, apalagi menyepelekan kuasa doa. Hanya lewat doa, kuasa Tuhan bekerja.

Apa yang menjadi penghalang bagi Anda untuk konsisten berdoa? Apakah kemalasan, atau kesombongan? Karena Anda berpikir, berdoa dan tidak berdoa tidak ada bedanya? Atau, Anda berpikir bahwa ketika berdoa, Anda merasa seperti berbicara kepada mesin penjawab otomatis?

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” – Matius 7:7

Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk tidak hanya meminta (berdoa) tetapi mencari (berusaha), bahkan mengetok pintu (berjuang), maka pintu akan dibukakan. Jadi, tetaplah konsisten berdoa, dan niscaya, Tuhan akan mengabulkan doa-doa Anda sesuai dengan kehendak-Nya.

Waktu Tuhan dan Waktu Kita Berbeda

jangan - gkdi 3

Ketika jawaban doa tak kunjung tiba, ingatlah bahwa waktu Tuhan dan waktu kita berbeda.

Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. – 2 Petrus 3:8

Apa arti ayat di atas? Mari selidiki lewat sejumlah peristiwa di Alkitab:

  • Tuhan berfirman kepada Nuh bahwa akan ada air bah, tetapi selama kurang lebih 100 tahun, hal ini tidak terjadi. Nuh bertahan menghadapi perisakan dari orang-orang di sekitarnya hingga air bah benar-benar melanda bumi (Kejadian 5:32 ,7:6).
  • Tuhan berjanji akan memberikan keturunan kepada Abraham. Namun,  Abraham harus menyaksikan Sarah mengalami menopause dan 25 tahun berlalu sebelum Ishak akhirnya lahir (Kejadian 12, 15, 18, 21).
  • Tuhan datang dalam mimpi Yusuf ketika ia masih remaja, memberitahu bahwa ayah dan saudara-saudaranya akan tunduk dan menyembahnya. Namun, Yusuf menghabiskan usia dua puluhan tahunnya di Mesir sebagai budak. Di usia tiga puluh, barulah Yusuf menjadi perdana menteri (Kejadian 37, 39, 45)
  • Tuhan berjanji membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, tapi 400 tahun berlalu sebelum Musa lahir; dan setelah itu pun, Musa melarikan diri dan menghabiskan 40 tahun di padang gurun karena kesalahannya (Keluaran 12:41).
  • Tuhan berjanji akan memberikan Mesias, sang Juru Selamat. Namun, orang-orang-Nya harus menunggu selama 400 tahun dari masa di kitab terakhir Perjanjian Lama ke zaman Perjanjian Baru.

Jadi, marilah kita terus panjatkan doa-doa kita dengan tekun. Jawaban doa Anda mungkin tidak datang secara instan, mungkin juga tidak sesuai dengan keinginan Anda. Namun, lihatlah—orang-orang yang disebutkan di atas memilih terus berdoa dengan konsisten dan tanpa henti, hingga waktu Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya terjadi!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: