Bibirnya bersenandung riang, sementara tangannya cekatan memperbaiki sepeda. Itulah yang dilakukan montir langganan saya saat bekerja. Bagi saya, memperbaiki sepeda itu tidak menyenangkan karena saya tidak bisa. Namun, bagi sang montir, ini adalah kegiatan yang menyenangkan karena ia sudah terlatih mereparasi dan merakit sepeda. Dan, karena dikerjakan senang hati, hasilnya pun memuaskan.

Mudah bagi kita untuk melakukan sesuatu yang kita sukai. Mudah untuk merasa senang saat mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun, bagaimana kita bisa tetap gembira saat menghadapi kesulitan, atau ketika harus mengerjakan hal-hal yang tidak kita sukai?

Senang Menyenangkan Tuhan

Tuhan memberkati kita dengan begitu banyak hal. Salah satu tujuannya adalah agar kita dapat menjalani hidup dengan penuh sukacita.

Lalu, kesenangan apa saja yang perlu kita hargai dan nikmati menurut Alkitab? Hal-hal apa yang bisa kita kerjakan untuk menyenangkan Tuhan?

1. Senang Menikmati Hasil Jerih Payah

senang - gkdi 1

Pada hari Minggu, saya dan istri biasanya jalan-jalan berdua untuk bersantap di salah satu restoran favorit kami atau nonton bioskop. Meski harus merogoh kocek, kami senang melakukannya. Kami ingin menikmati hasil jerih payah kerja kami.

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. – Pengkhotbah 3:13

Hasil yang kita peroleh dari pekerjaan kita adalah pemberian Allah. Jadi, nikmatilah pencapaian Anda. Buatlah diri Anda, pasangan Anda, dan anak Anda senang.

Setiap orang punya cara masing-masing untuk menikmati pencapaiannya. Seorang kawan saya senang memancing di laut seharian. Ada juga yang senang berolahraga atau memasak bersama keluarga. Selain mempererat hubungan, aktivitas yang menyenangkan dapat menyegarkan pikiran Anda, sehingga performa kerja atau studi Anda tetap prima.

2. Senang di Tempat Duka

senang - gkdi 2

Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria. – Pengkhotbah 7:4

Kenapa kita harus senang di rumah duka, padahal ada orang yang meninggal dunia? Kita harus memberi sumbangan, meluangkan waktu untuk memberi penghormatan terakhir, dan berduka bersama orang lain. Di mana letak kesenangannya?

‘Rumah duka’ di sini memiliki makna harfiah dan kiasan. Istilah Inggrisnya adalah house of mourning, bukan funeral home. House of mourning berarti tempat di mana ada orang yang bersedih, di mana kita bisa memberikan penghiburan. Kita memilih untuk menghibur dan menguatkan sesama, alih-alih pergi ke house of pleasure (tempat bersukaria) untuk mendapatkan kesenangan duniawi.

Secara harfiah, di rumah duka, kita diingatkan pada kesudahan setiap manusia. Suatu saat nanti, kita akan meninggal dunia. Dan, sebanyak apa pun harta yang kita kumpulkan semasa hidup tidak bisa dibawa serta. Jadi, selagi masih ada kesempatan, mari gunakan waktu kita untuk melakukan hal-hal berguna. Dengan senang hati kita kerjakan segala sesuatu yang dapat memuliakan Tuhan.

3. Senang di Dalam Kelemahan

senang - gkdi 3

“Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” – 2 Korintus 12:10

Sehebat apa pun kita dalam hal tertentu, kita pasti punya kelemahan dalam hal lain. Paulus menulis bahwa ia senang dan rela di dalam kelemahannya, karena di dalam kelemahan itulah, kuasa Tuhan menjadi sempurna. Ia tidak bergantung kepada dirinya sendiri, tetapi kepada Tuhan.

Sadarkah Anda bahwa ternyata kita sanggup mengerjakan hal-hal yang kurang kita sukai atau tidak begitu kita kuasai saat mengandalkan kekuatan Tuhan? Mungkin kita harus melalui berbagai kesulitan, jatuh-bangun mengerjakan bidang yang menjadi kelemahan kita. Namun, semua itu tidak sia-sia, karena kita akan mendapatkan hasil yang manis dan positif dari perjuangan tersebut.

4. Senang Merenungkan Firman

senang - gkdi 4

“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” – Mazmur 1:2

Salah satu alasan kita menyukai suatu aktivitas adalah karena kita menikmati prosesnya. Saya pribadi senang merenungkan firman Tuhan, karena di dalamnya ada penghiburan, kekuatan, nasihat, dan teguran untuk kebaikan saya sendiri.

Misalnya, dalam perjalanan menjadi murid Yesus, saya belajar menyelesaikan konflik dan mengampuni. Sebelum konflik dibereskan, saya tidak akan senang berurusan dengan orang yang bersangkutan. Jangankan bertegur sapa, untuk senyum dan jabat tangan saja saya tidak mau. Namun, ketika saya merenungkan kebenaran firman Tuhan dan mempraktikkannya, yaitu dengan berdamai dan menyelesaikan konflik, hubungan kami dapat dipulihkan.

Jadi, apakah kita dapat selalu bersukacita itu tergantung pada diri sendiri. Kalau kita memutuskan untuk menguasai diri, bukan dikuasai keadaan, kita akan mampu untuk bergembira dalam segala hal. Nikmati hasil jerih payah Anda, hiburlah orang yang bersedih, cintailah firman Tuhan, dan percayalah bahwa lewat kelemahan Anda, kuasa Allah dapat dinyatakan. Amin!

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?

Video inspirasi: