Written by Adimin 10:33 am Devotionals, Biblical Talk, Character, Lifestyle, Quite Time & Pray, Self Development, Spiritual Life

Hidup Terasa Sulit? Yuk, Ingat Kasih Bapa

kasih bapa - gereja gkdi - cover

Kadang dalam situasi sulit, kita dapat ragu akan kasih Bapa dalam hidup ini. Harga BBM yang naik, harga beras yang makin mahal, makin menambah beban hidup kita. Belum lagi memikirkan masalah pernikahan dan keluarga yang kita hadapi. Rasanya semua menjadi masalah.

Saat itulah, kita perlu mendekat pada Tuhan dan merenungkan kasih Bapa. Tentu tidak salah jika kita sedang merasa berbeban berat dan sedih. Namanya juga manusia, wajar jika kita sedang bergumul menghadapi permasalahan yang ada. Namun, menurut saya, kita perlu bangkit untuk tetap mempercayai dan merasakan bahwa Tuhan itu baik. Dia tidak pernah meninggalkan kita. 

Sepenggal Lagu Kasih Bapa

kasih bapa - gereja gkdi - 1

Izinkan saya mengutip sebagian lirik awal lagu Kasih Bapa, yang pernah dipopulerkan oleh Judika.

Seperti mentari yang bersinar

Seperti itu Kasih Bapa

Sedalam gelombang samudera

Takkan pernah berhenti Kau mengasihiku

Membaca dan menyanyikan lirik tersebut mengingatkan saya akan betapa dalam dan setianya kasih Tuhan dalam hidup kita.  Saat sedang beban dan ingin mengasihi diri sendiri, saya sering menyanyikan lagu tersebut. Tak jarang saya menyanyikannya sampai menitikkan air mata. 

Kasih Bapa bagaikan mentari yang tak pernah berhenti menyinari kehidupan makhluk hidup di bumi. Setiap hari, sang surya tidak pernah absen menampilkan sinar cahayanya. Terlebih lagi kasih Bapa bagi kita. 

Tuhan tak pernah berhenti mengasihi saya dan Anda. Dalamnya gelombang samudera pun tak sanggup menandingi kasih Tuhan bagi manusia. 

Merenungkan Kasih Bapa dalam Hidup Kita

kasih bapa - gereja gkdi - 2

Selain memaknai lirik sebuah lagu rohani, saya dapat merenungkan kasih Tuhan melalui Firman-Nya. Saat saya berusaha mendapatkan kekuatan dari firman Tuhan, saya makin mempercayai kasih Allah kita.

1. Alam Semesta adalah Cerminan Kasih Tuhan

Mazmur 8:3-4 “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan: 

apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” 

Rasanya tak ada yang bisa memungkiri, betapa luar biasanya alam semesta yang telah Tuhan ciptakan. Langit membentang dengan teduhnya. Bulan memberi cahayanya saat mentari terbenam. Bintang berkilauan memperindah langit malam.

Coba kita nikmati keindahan alam sekitar kita. Tidakkah kita takjub akan Penciptanya? Ya, Bapa kita yang telah mengatur dan menciptakan dengan sempurna. Berarti, Tuhan kita sangat luar biasa. Kuasa-Nya melampaui segala yang ada. 

Kita manusia, makhluk ciptaan-Nya tentu bukanlah tandingan-Nya. Akan tetapi, Tuhan memperhatikan kita. Dia menciptakan alam semesta sedemikian rupa untuk keberlangsungan hidup kita. Dia melakukannya untuk kebaikan kita. Kasih Bapa sungguh nyata bagi manusia.

2. Tuhan Sangat Menjaga Kita

Tantangan dan kesulitan hidup tidak mengurangi kasih Bapa sedikit pun. Boleh saja kita bertanya, “Benarkah Tuhan menjaga hidup saya?” Namun, benarkah demikian?

Zakharia 2:8 berkata, “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya —”

Ayat di atas sangat memberi kekuatan. “Siapa yang menjamah kamu, menjamah biji mata-Nya”, demikian kata Firman Tuhan. Bapa menjaga saya dan Anda bagai biji mata-Nya.

Bukankah mata adalah salah satu organ tubuh terpenting manusia? Tanpa mata, manusia tidak bisa melihat dunia. Warna-warni bunga, lucunya rupa anak kecil, manusia tidak bisa menikmatinya. Saat mata kemasukan benda asing, kita akan segera melindungi dan membersihkannya.

Mata yang sangat berharga, seperti itulah Tuhan menjaga kita. 

3. Salib Kristus adalah Wujud Kasih-Nya

Merenungkan pengorbanan Yesus di salib, sangat membantu saya memaknai kasih Bapa. Tuhan kita, Yesus Kristus rela menerima cambukkan yang mencabik otot, daging, dan kulit-Nya. Dia rela menderita sakit yang tak tertahankan. Dia menempuh semua itu demi mengasihi kita, demi mendamaikan manusia pada Bapa. 

Penyaliban Kristus adalah rencana keselamatan yang dirancang Allah bagi manusia. Bapa mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, agar kita selamat. Karena salib, penghalang antara manusia dengan Tuhan dihancurkan. Untuk apa Tuhan melakukan semua itu? Untuk kita, manusia berdosa, agar bisa mendapatkan keselamatan dan hidup yang kekal.

Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kasih Tuhan Tidak Berkesudahan

Membaca penjelasan-penjelasan di atas, semoga membantu kita memaknai Kasih Bapa yang dalam pada kita. Kasih-Nya tidak berkesudahan. Dulu, sekarang, dan masa berikutnya, Tuhan akan tetap mengasihi kita.

Keadaan sulit yang kita alami tidak akan mengurangi kasih Allah. Apapun yang terjadi, Dia tetaplah Allah, Allah Yang Maha Kasih. Mari kita percaya akan kasih-Nya!

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 156 times, 1 visits today)

Last modified: Oct 6

Close