Written by Richard Tri Gunadi Raharjo 2:32 am Devotionals, Bible & Character, Biblical Talk, Spiritual Life • 13 Comments

Iman yang Menghasilkan Keajaiban

iman

Menurut Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Terbukti, Tuhan mengerjakan hal-hal besar melalui pergumulan iman para tokoh Alkitab yang dampaknya terasa dalam jangka panjang.

Masalahnya, iman seperti apa yang membuat apa yang kita harapkan menjadi kenyataan?

Iman dalam Keseharian

iman - gkdi 1

Bicara iman, sebenarnya kita sudah mempraktikkannya setiap hari tanpa kita sadari.

Misalnya, kita pergi ke restoran untuk makan siang. Saat naik ojek, yang pengemudinya tidak kita kenal, kita percaya akan diantar dengan selamat sampai tujuan. Tiba di restoran, kita langsung duduk di kursi karena percaya kursi itu tidak akan patah. Kita lalu menyantap makanan yang dipesan sampai habis karena yakin itu tidak beracun.

Kalau kita percaya pada hasil kerja manusia yang tidak sempurna, bukankah seharusnya kita bisa lebih percaya lagi kepada Tuhan?

Lihatlah sekeliling dan perhatikan segala sesuatu yang sudah Tuhan kerjakan bagi kita: Dia menurunkan hujan agar udara sejuk, menjaga kita dalam perjalanan, melancarkan pekerjaan dan studi kita, melindungi anak-anak kita saat bermain, dan masih banyak lagi. Itulah bukti bahwa Tuhan adalah Sosok yang bisa kita percaya.

Namun, apakah percaya saja cukup?

Dibenarkan karena Perbuatan

iman - gkdi 2

Yakobus 2:14-26 menjelaskan bagaimana kombinasi iman dan perbuatan akan menghasilkan kesempurnaan yang menyelamatkan.

Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. – Yakobus 2:24-26

Iman yang sempurna adalah iman yang disertai dengan perbuatan. Tanpa tindakan konkret, iman menjadi tidak berguna. Abraham dan Rahab menjadi teladan dalam iman dan dibenarkan karena perbuatan mereka. Keduanya adalah manusia biasa seperti kita; mereka punya pergumulan hidup yang tidak gampang, tapi mereka punya iman yang hidup.

1. Abraham – Bersedia Mempersembahkan Anaknya (Kejadian 22:1-19)

iman - gkdi 3

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” – Kejadian 22:2

Ini adalah perintah yang sangat berat untuk dijalankan oleh seseorang yang baru memiliki keturunan di masa tuanya. Terlebih, Ishak adalah anak yang dijanjikan kepada Abraham. Namun, Tuhan melakukannya karena ingin menguji kepercayaan Abraham.

Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. – Kejadian 22:3

Abraham tidak membantah saat Tuhan meminta anaknya, bahkan menurutinya dengan segera.

Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” – Kejadian 22:5

Kata-kata itu menunjukkan bagaimana Abraham begitu yakin bahwa Tuhan, dengan cara-Nya yang ajaib, mampu membuat Ishak kembali dengan utuh kepadanya.

Jadi, percayalah, saat rintangan demi rintangan menghalangi hidup kita, sebenarnya Tuhan sedang membantu iman kita bertumbuh. Melalui hal-hal sulit, kita justru mendapatkan pengalaman berharga yang akan membuat kita lebih kuat dan lebih dekat kepada-Nya.

Dan, lihatlah hasil yang diterima Abraham: Tuhan memberkatinya dengan kemakmuran berlimpah dan membuat keturunannya sangat banyak, dan semuanya itu benar-benar terjadi (Kejadian 22:17).

2. Rahab – Mempertaruhkan Nyawa Demi Menolong Para Pengintai Israel (Yosua 2:1-21)

iman - gkdi 4

Maukah Anda menyembunyikan dua orang yang baru Anda kenal, dan jelas mata-mata pihak musuh yang sedang diburu, di rumah Anda? Mungkin tidak.

Namun, Rahab, seorang warga kota Yerikho, mau mempertaruhkan nyawanya dan nyawa para anggota keluarganya untuk menolong dua pengintai Israel. Apa alasannya?

“Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.” – Yosua 2:10-11

Apakah Rahab melihat langsung apa yang Tuhan kerjakan? Tidak, dia hanya mendengar kabarnya. Namun, Rahab percaya pada pekerjaan Tuhan meski belum melihat. Ia tidak menggantungkan keselamatannya pada pasukan Yerikho, atau pada tembok kotanya yang begitu tebal sampai-sampai rumahnya bisa dibangun di dalamnya (Yosua 2:15), tetapi kepada Tuhan.

.

Lebih istimewa lagi, iman Rahab tidak egois. Ia memikirkan keselamatan anggota keluarganya dan meminta kedua pengintai itu bersumpah untuk menyelamatkan mereka saat orang Israel menyerang Yerikho.

“Bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” – Yosua 2:13

Iman Rahab bukan hanya menyelamatkan dirinya, melainkan juga anggota keluarganya (Yosua 6:23-25). Tak hanya itu, keselamatan tersebut juga menjadi milik kita, karena Tuhan berkenan memakai Rahab sebagai bagian dari garis keturunan Yesus Kristus (Matius 1:5).

Bagaimana dengan kita? Apakah dalam menjalani hidup beriman kita juga memikirkan keselamatan orang-orang terdekat?

Beriman berarti mau bertindak sekalipun belum melihat hasilnya. Mau percaya dan melakukan, meskipun perintah Tuhan tidak mudah dilakukan, bahkan menuntut pengorbanan dari kita. Namun, dengan iman yang hidup—iman yang bekerjasama dengan perbuatan—kita pasti bisa menciptakan keajaiban. Amin!

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 201 times, 1 visits today)

Last modified: Aug 9

Close