gkdi lagu

Menjadi seorang ibu merupakan salah satu impian para wanita. Kenyataannya, peran ibu tidaklah mudah, terlebih ketika Anda mengurus rumah dan anak seorang diri, tanpa bantuan pihak keluarga atau asisten rumah tangga. 

Pekerjaan seorang ibu itu tiada habis dan hentinya. Begitu membuka mata di pagi hari, teriakan anak-anak, permintaan suami, dan segenap aktivitas rumah tangga sudah menanti. Tanpa sadar, Anda larut dalam kesibukan. Menjelang sore, kekacauan itu berakhir, tapi Anda sudah terkapar kelelahan. Belum lagi jika Anda harus mengurus orang tua yang sedang sakit. Anda capek, sumpek, lelah hayati. Anda tidak lagi merasakan kedamaian.

Nah, apa yang bisa Anda lakukan untuk menemukan kedamaian di tengah hiruk-pikuk rutinitas harian sebagai seorang ibu?

Jangan Tunda Waktu Bersama Tuhan

TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. – Mazmur 5:3 

Kecenderungan seorang ibu adalah membuat daftar rutinitas harian dan berusaha memenuhi semua target yang ada. Sekalipun tanpa daftar, kita sudah hafal di luar kepala apa saja yang harus dikerjakan pertama-tama, dan apa lagi selanjutnya. Menyusun jadwal adalah hal yang baik. 

Namun, ketika Anda berhasil mengerjakan semua tugas Anda dengan sempurna, tanpa melewatkan satu pun, bukan berarti Anda lantas akan merasa damai. Mengapa? Karena, ada hal yang lebih penting daripada kesibukan rumah tangga. 

Rasa damai hanya Anda peroleh ketika Anda memulai hari yang panjang dan melelahkan dengan datang kepada Tuhan di pagi hari. Sebelum Anda melakukan semua aktivitas.   

Jadikan pagi hari waktu yang paling Anda tunggu-tunggu. Bukan tunggu-tunggu menyelesaikan pekerjaan rumah yang menumpuk, tetapi waktu yang bisa Anda nikmati bersama Tuhan tanpa gangguan. Ketika pikiran Anda masih fresh, belum terisi banyak informasi, belum dipenuhi ketegangan akibat carut-marut kesibukan sehari-hari.

Cobalah bangun lebih awal dari jadwal biasa dan luangkan sekitar 5-10 menit untuk berdoa. Jika waktunya tidak memungkinkan, Anda bisa lanjutkan saat teduh atau membaca firman Tuhan di waktu yang lebih senggang.

Tanpa Anda sadari, waktu-waktu teduh bersama Tuhan sebelum memulai aktivitas harian akan memberikan Anda kekuatan, ketenangan, dan kedamaian tersendiri.

Jadilah Ibu yang Gembira

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. – Amsal 15:13 

Bayangkan, Anda bangun pagi dengan uring-uringan, lalu teriak sana-sini. Ditambah wajah yang cemberut, dengan penuh beban Anda memasak sarapan. Kemudian, Anda beranjak ke pintu, melepas suami dan anak-anak yang hendak berangkat sekolah dengan omelan dan ekspresi murung.

Bagaimana perasaan suami dan anak-anak Anda? Bukan hanya Anda tidak merasa bahagia, Anda juga merusak hari mereka. Sesampai di kantor atau di sekolah, pikiran mereka masih dibayangi dengan omelan dan citra wajah Anda. Tak ayal, hal ini akhirnya mengganggu konsentrasi mereka ketika bekerja atau belajar.

Di sisi lain, ketika Anda mengawali hari dengan sukacita dan semangat, suasana rumah pasti akan berbeda. Suami dan anak-anak merasa disemangati dengan senyuman dan celotehan riang Anda di pagi hari, sebelum mereka meninggalkan rumah.

Para ibu, Anda menentukan atmosfer rumah Anda. Meskipun hidup tak melulu mulus, masalah datang silih berganti, Anda tetap bisa memutuskan untuk memulai hari Anda dengan gembira. Dengan demikian, Anda memancarkan dan memberikan energi yang positif bagi anggota keluarga Anda.

Ibu Tenang, Keluarga Senang

Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar; ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya. – Ayub 40:23

Kehidupan berumah tangga tentunya tidak luput dari masalah, entah itu kendala keuangan, maupun konflik dalam hubungan suami-istri. Kendati demikian, Anda harus tetap menjadi ibu yang tenang

Hindari mengeluhkan keuangan keluarga yang buruk atau hubungan orang tua yang tidak harmonis kepada anak-anak. Barangkali Anda merasa perlu menceritakan kekhawatiran atau ketakutan Anda, tetapi anak-anak tidak akan lebih mengerti keadaan Anda. Sebaliknya, Anda malah menciptakan rasa cemas di hati mereka, membuat mereka merasa tidak aman (insecure).

Tentu Anda tidak ingin anak-anak Anda merasakan hal demikian, bukan? Oleh sebab itu, jadilah ibu yang tenang. Orang yang tenang tidak mudah gentar menghadapi tantangan, tidak mudah hanyut terbawa ombak, bahkan arus kehidupan yang keras. 

Bahkan, saat anak-anak mencium gelagat yang tidak beres dalam hubungan Anda dengan suami, atau kesulitan finansial keluarga, Anda harus tetap tenang. Tenangkan anak-anak Anda, jangan membuat mereka semakin waswas atau takut. Yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja, bahwa Tuhan akan menolong kalian melewati masa-masa berat.

Ketika Anda tenang, anak-anak akan senang. Tanpa disadari, Anda telah memberikan kedamaian untuk keluarga dan diri Anda sendiri!

Lakukan seperti untuk Tuhan

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3:23 

Ada waktu-waktu ketika saya berandai-andai bahwa saya masih lajang. Seandainya saya bisa bebas ke sana kemari tanpa ada “buntut” yang selalu mengikuti. Ada juga masanya saya merasa terbeban: menjadi seorang ibu sepertinya membuat dunia saya semakin sempit. Hidup saya hanya berkutat antara dapur, kamar mandi, dan kamar tidur. 

Saya ingin bersosialisasi. Ingin memegang uang sendiri. Ingin bekerja di kantor dengan busana yang rapi, rambut tertata, wajah segar, dan tubuh harum. Saya merasa menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang sungguh memprihatinkan.

Namun, ketika membaca sebuah artikel New York Post tentang berapa gaji yang pantas untuk seorang ibu jika diuangkan, saya terkejut. Anggapan saya tentang peran seorang ibu pun berubah. Berdasarkan sebuah survei terkini, gaji tahunan yang selayaknya didapat oleh ibu rumah tangga mencapai 2,3 milyar per tahun, atau 191 juta per bulan!

Bagaimana bisa? 

Karena, seorang ibu rumah tangga melakukan pekerjaan multitugas (multitasking):

  • Babysitter
  • Housekeeper
  • Jasa katering
  • Konsultan keuangan
  • Pengajar
  • Perawat (jika anggota keluarga sakit)

Tentu, menjadi seorang ibu bukanlah soal berapa banyak pekerjaan yang bisa Anda uangkan. Namun, Anda harus tahu: ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling mulia di dunia. Menjadi seorang ibu adalah sebuah privilese, yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Oleh karena itu, moms, lakukanlah tugas Anda dengan gembira. Jangan merasa terbeban, apalagi berkecil hati karena Anda “hanya” seorang ibu rumah tangga biasa. Mereka yang mengerti betapa besar peranan seorang ibu bagi keluarga akan menghargainya. 

Yang terpenting, ingatlah selalu, bahwa apa pun yang Anda kerjakan, termasuk sebagai seorang ibu rumah tangga, lakukanlah itu untuk Tuhan.

Semangat, moms! Anda pasti bisa!

Referensi:
www.suara.com/lifestyle/2019/01/17/093633/bila-diuangkan-berapa-gaji-yang-pantas-untuk-ibu-rumah-tangga

Gereja GKDI memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di 35 kota. Jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: