Kapan waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan pernikahan? Tentunya setiap saat harus dipergunakan sebaik-baiknya oleh pasangan menikah. 

Namun, pernahkah Anda berharap punya lebih banyak waktu bersama pasangan? Nah, mungkin inilah saatnya. Sejak Maret 2020, pemerintah menetapkan kebijakan social distancing dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mencegah penularan virus corona. Dengan kata lain, masa pandemi membuat banyak pasangan suami-istri punya lebih banyak waktu bersama di rumah. 

Manfaatkan keadaan ini untuk mengukuhkan kembali hubungan pernikahan Anda dengan kegiatan yang membangun. Berikut tiga langkah praktis yang dapat Anda aplikasikan bersama pasangan.

1. Temukan Kembali Kebersamaan

Masih ingatkah Anda hal-hal yang sering dilakukan bersama pasangan di awal pernikahan? Mungkin kalian rutin nonton bioskop berdua, atau pergi ke kafe. Namun, seiring waktu, minat Anda dan pasangan berubah. Anda lebih suka ke kafe, sementara pasangan lebih suka ke bioskop. Akibatnya, Anda dan pasangan tak pernah lagi menikmati kebersamaan seindah dulu.

Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. – Filipi 2:2-3

Perjuangkan pernikahan Anda di atas kepentingan pribadi. Selama PSBB, pasangan Anda tidak bisa pergi ke bioskop, dan Anda juga tidak bisa mengunjungi kafe mana pun. Inilah kesempatan menemukan kembali kebersamaan Anda berdua. Tontonlah film bersama di rumah, atau adakan makan malam romantis. Ikutlah menikmati kesukaan pasangan dan terimalah itu sebagai kebahagiaan Anda juga.

Selain itu, Anda dan pasangan juga bisa membersihkan rumah, berdoa, baca Alkitab berdua, atau beribadah bersama keluarga lain lewat aplikasi daring.

2. Bangun Hubungan yang Dalam

Apakah Anda betul-betul mengenal pasangan Anda? Ada suami-istri yang sudah menikah lebih dari sepuluh tahun, tapi ketika ditanya apa kekuatan dan kelemahan pasangannya, butuh waktu lama untuk menjawab. Jika ini terjadi pada Anda, berarti Anda belum mengenal pasangan secara dalam.

Adakah orang yang lebih Anda percaya ketimbang pasangan Anda? Kalau ada, ketahuilah: kepada pasanganlah (selain Tuhan) seharusnya Anda paling memberikan kepercayaan Anda.

Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. – Efesus 4:15

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. – Matius 5:37

Untuk menumbuhkan hubungan yang dalam, Anda dan pasangan butuh keterbukaan. Setiap manusia memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Jadi, belajarlah untuk rentan dan terbuka akan kelemahan Anda kepada pasangan. Sebaliknya, ketika pasangan memberitahu atau menunjukkan kelemahannya, janganlah Anda lantas menghakimi, tetapi pertama-tama, terimalah hal itu.

Keterbukaan dapat diawali dengan menceritakan perasaan Anda hari ini. Setelah terbiasa, lanjutkan dengan mengungkapkan isi hati tentang pasangan, apa yang Anda rasakan tentang hubungan kalian. Kemudian, terbukalah dalam mengakui dosa-dosa Anda, serta pikiran negatif dan godaan yang melemahkan iman Anda. Jangan lupa, saat tiba giliran pasangan untuk bercerita, dengarkan apa yang ia sampaikan dengan penuh perhatian.

3. Selesaikan Konflik 

Apakah jumlah rata-rata konflik Anda dan pasangan meningkat selama masa PSBB? Konflik dalam rumah tangga adalah sesuatu yang wajar terjadi dalam hidup pernikahan, siapa pun orangnya. Kita tidak akan sengaja mencari-cari konflik, justru sebisa mungkin menghindarinya. 

Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? – 1 Korintus 6:7

Ketika konflik tidak lagi dapat dihindari, pasangan suami-istri harus menyelesaikannya. Konflik akan jadi berkepanjangan jika kita hanya bicara fakta, melihat sisi benar-salah, serta berpegang pada versi kebenaran masing-masing. Jadi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tidak mencari siapa yang benar atau salah. Sampaikan dengan sopan apa kebutuhan Anda dan minta maaflah jika Anda telah menyakiti hati pasangan.

Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? – 1 Korintus 6:1

Kalau Anda dengan pasangan tidak bisa menyelesaikan konflik berdua, jangan ragu meminta nasihat atau bantuan dari orang yang Anda percaya dapat membantu. Misalnya, pembimbing rohani Anda. 

Hendaknya kita tidak hanya melihat sisi negatif, tetapi juga sisi positif dari masa PSBB ini. Berada di rumah dapat mendatangkan kebaikan bagi hubungan pernikahan Anda, bahkan menjadikannya lebih kuat. Temukan kembali kebersamaan Anda dengan pasangan, bangun hubungan ke level yang dalam, dan selesaikan konflik yang ada. Tuhan memberkati pernikahan Anda!

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. – Roma 8:28

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: