gkdi laguHubungan tidak sehat biasanya dimulai dari gejala-gejala kecil. Memang, tidak ada hubungan yang sempurna. Konflik, kesalahpahaman, perbedaan pendapat, dan masalah akan selalu muncul dalam sebuah hubungan, tak peduli sedekat apa pun Anda dengan pasangan. Apalagi, Anda dan pacar Anda adalah dua orang dengan latar belakang yang berbeda. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, biasanya ada gejala-gejala tak kentara yang menjadi tanda bahwa Anda sedang menjalani hubungan yang tidak sehat.

Jika tidak segera diatasi, Anda bisa terjebak dalam toxic relationship yang bakal membuat Anda merana alih-alih bahagia.

Apa saja tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, dan bagaimana cara membereskannya?

Tanda-Tanda Hubungan yang Tidak Sehat

1. Tidak Ada Keterbukaan

hubungan - gkdi 1

Tanpa keterbukaan, tidak ada hubungan yang sehat. Bagaimana Anda dan pasangan bisa saling mengenal dan membantu jika Anda berdua tidak saling terbuka? Entah sudah berapa banyak hubungan yang hancur karena banyaknya masalah yang disembunyikan atau tidak diselesaikan sampai tuntas. Bukan hanya masalah-masalah besar, hal-hal kecil seperti kebiasaan buruk dan harapan yang tidak terwujud juga bisa merusak kedekatan Anda berdua.

Hubungan sehat dimulai ketika Anda dan pasangan dapat saling terbuka tentang diri sendiri, kekurangan, pergumulan, dan lain-lain. Saat Anda mulai merencanakan hubungan yang lebih serius, Anda perlu membuka diri lebih dalam, misalnya dalam hal keuangan, masa lalu, atau dosa.

Tentunya keterbukaan juga perlu dilakukan di waktu yang tepat. Cari waktu untuk duduk dan bicara berdua dengan tenang, jangan ketika sedang terburu-buru atau di bawah tekanan. Dan, sebelum melakukan hal ini, ada baiknya Anda mencari nasihat terlebih dahulu kepada orang yang dapat Anda percaya atau pembimbing rohani.

Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. – Lukas 12:2 

Bersikap terbuka memang tidak mudah, karena dibutuhkan kebesaran hati untuk membiarkan pasangan melihat diri Anda yang sebenarnya. Namun, apa yang Anda sembunyikan hari ini, suatu hari nanti akan terkuak juga. Sikap terbuka juga dapat menghindarkan Anda dari konflik-konflik di masa depan. Jika keterbukaan dari sekarang dapat menambah kepercayaan pasangan dan memperkuat hubungan Anda, mengapa tidak dimulai lebih awal?

2. Komunikasi yang Buruk

hubungan - gkdi 2

Komunikasi yang baik, di mana kita mendengar lebih cepat dibanding berkata-kata, sangat penting dalam hubungan. Tidak percaya? Menurut sebuah penelitian, 57,7% perceraian terjadi karena komunikasi yang buruk. Maksud baik yang disampaikan dengan keliru bisa mengundang konflik yang tidak perlu.

Misalnya, pasangan sering terlambat datang saat berkencan. Anda ingin pasangan bisa datang tepat waktu, tetapi emosi yang tinggi membuat Anda menyampaikannya sambil marah-marah. Lalu, pasangan Anda jadi defensif dan menyerang balik. Atau, sebaliknya ia malah jadi menutup diri dan enggan berbicara dengan Anda. Penyebabnya sepele, tetapi hal-hal seperti ini berdampak besar bagi hubungan Anda.

Contoh lain, pasangan sedang mencoba mengutarakan sesuatu, tetapi Anda bersikap tak acuh atau hanya asal menjawab. Bisa jadi ini bukan hal besar bagi Anda. Namun, pasangan Anda dapat merasa bahwa ia tak dipedulikan.

Itulah sebabnya dalam Yakobus 1:19 dikatakan, “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

Agar dapat bertumbuh dalam hubungan, cobalah membangun komunikasi yang baik, di mana Anda dapat menyampaikan isi hati dengan penuh kasih. Juga, ketika Anda sedang menjadi pendengar, hargailah pasangan Anda dengan mendengarkan sungguh-sungguh.

3. Kesombongan atau Ego yang Besar

hubungan - gkdi 3

Bentuk-bentuk kesombongan bisa berupa sikap merasa selalu paling benar, memaksakan kehendak, atau tidak peduli pada perasaan atau kebutuhan pasangan. Hal ini bisa terlihat ketika Anda dan pasangan sedang bertengkar. Jika masing-masing bisa mengendalikan ego, Anda berdua akan berusaha berdamai secepat mungkin. Sayangnya, yang lebih sering terjadi adalah kedua belah pihak sama-sama merasa paling benar.

Pernah mengalami ketika pasangan Anda marah hanya karena chat yang tidak dibalas? Dari hal sekecil itu saja, masalahnya bisa merambat ke mana-mana. Bahkan, masalah lama bisa terungkit kembali. Terpancing untuk membela diri, Anda pun akhirnya menyalahkan si dia, dan hubungan menjadi tegang.

Alih-alih mempertahankan ego yang tinggi, cobalah lakukan yang tertulis dalam Efesus 4:2, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”

Paulus menulis ayat ini untuk semua orang. Jadi, Anda, yang sedang berpacaran dengan seseorang yang sangat Anda kasihi, seharusnya bisa mempraktikkan ayat ini dengan lebih baik lagi, bukan? Jangan egois. Pedulikan perasaan dan kebutuhan satu sama lain. Jika mengalami konflik, selesaikan dengan baik, dengan kata-kata yang lembut, dan cari jalan tengahnya. Ini adalah hubungan kalian berdua, bukan tentang dia atau Anda saja.

4. Insecurity

hubungan - gkdi 4

Perasaan insecure atau rasa tidak aman bisa menumbuhkan sikap posesif yang membuat Anda terus-menerus ingin mengendalikan pasangan Anda. Gejalanya seperti membatasi pasangan, mudah cemburu ketika ia pergi dengan orang lain, sampai melarang pasangan untuk melakukan kegiatan tertentu.

Tentu Anda sendiri tidak suka jika orang lain seenaknya melarang-larang Anda. Jadi, hindari melakukan hal serupa kepada pasangan Anda. Dalam 1 Korintus 13:5 Rasul Paulus menulis, “(Kasih itu) tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.” Ini berarti kasih yang benar memberi ruang kepada pasangan untuk menjadi dirinya sendiri dan berkembang seutuhnya, bukannya membatasi dan mengontrol.

Dengan melakukan hal ini, niscaya hubungan spesial Anda dengan pasangan akan lebih dinamis dan bertumbuh.

Resep Hubungan yang Sehat

hubungan - gkdi 5

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” – Matius 7:12

Dalam sebuah hubungan yang sehat, seseorang mengasihi pasangannya seperti ia mengasihi diri Anda sendiri. Sebelum Anda melakukan sesuatu, put yourself in their shoes, “Bagaimana perasaannya jika saya berbuat begini? Apakah ia akan merasa bahagia, atau sebaliknya?” Dengan demikian, Anda akan berpikir dua kali ketika Anda mulai terpancing emosi, mulai tidak lemah lembut, mulai egois, mulai berpikir untuk melakukan hal-hal yang tidak sopan, mulai posesif, dan lain-lain. – 1 Korintus 13:4-7

Inilah kasih yang Tuhan berikan kepada kita. Sepanjang hidupnya, kita bisa melihat bagaimana Yesus mempraktikkan kasih yang seperti ini. Bagaimana kasih yang Anda berikan kepada pasangan Anda? Apakah itu jenis kasih yang dalam, yang tidak mementingkan diri sendiri dan yang memegang teguh kebenaran?

Hubungan spesial Anda dengan pasangan akan menjadi luar biasa jika Anda bisa mengasihinya sebagaimana Tuhan mengasihi kita. Resepnya adalah:

  • Kasihi pasangan dengan kasih Tuhan.
  • Kasihi pasangan seperti diri sendiri

Mari tanyakan kepada diri sendiri: Sudahkan saya mengasihi pasangan dengan kasih Tuhan? Sudahkah saya mengasihi pasangan seperti saya mengasihi diri sendiri?

Semua orang tentunya menginginkan hubungan yang sehat. Namun, terkadang, kita tidak sadar bahwa hubungan yang kita jalani tidak benar-benar sehat. Kurangnya keterbukaan, komunikasi yang buruk, keegoisan, serta adanya insecurity adalah beberapa ciri hubungan yang tidak sehat. Adakah gejala tersebut dalam hubungan Anda? Jika ada, segera perbaiki. Dan yang terpenting, kasihi pasangan Anda dengan kasih Tuhan dan seperti Anda mengasihi diri Anda sendiri. Selamat mencoba!

Referensi:
www.psychologytoday.com/us/blog/compassion-matters/201702/be-mine-dealing-possessiveness-in-relationship
www.insider.com/why-people-get-divorced-2019-1

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.

Contoh: Setiabudi, Jakarta Selatan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.

Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music

Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:

Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa

Video Musik: