Haus akan Tuhan, Mengapa Perlu dan Bagaimana Cara Merasakannya?

gkdi lagu

Beberapa tahun lalu, saya membaca buku Drawing Near karya John Bevere, yang salah satu babnya membahas tentang memelihara rasa haus akan Tuhan. Dari situ, saya jadi mengerti mengapa banyak orang Kristen memiliki hubungan yang dangkal dengan Tuhan, bahkan tidak tertarik untuk lebih intim dengan-Nya.

Bayangkan diri Anda menghadiri pesta pernikahan seorang teman yang dihelat di sebuah hotel mewah dengan berbagai hidangan lezat. Tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Anda pun mencicipi semuanya. Singkat kata, Anda tidak mau rugi. Sesampai di rumah, Anda jadi enggan menyentuh makanan yang telah disiapkan orang rumah. Anda tidak lagi tertarik dengan makanan lain, karena rasa lapar Anda telah terpenuhi.

Apakah Anda mengalami kekenyangan serupa dalam hal spiritual? Hal-hal apa saja yang membuat seseorang tidak datang kepada Tuhan? Dan, mengapa dahaga akan Tuhan ini begitu penting?

Haus akan Berkat, atau Tuhan?

haus - gkdi 1

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? – Mazmur 42:1-2 

Penulis Mazmur 42 memiliki rasa lapar dan haus akan Tuhan yang tak pernah terpuaskan. Mazmur ini begitu indah dan tepat melukiskan perasaannya tersebut. Perhatikan bagaimana ia tidak mendambakan Tuhan untuk melepaskannya dari permasalahan hidup. Ia juga tidak berharap Tuhan meluputkannya dari malapetaka, atau mendatangkan kehancuran bagi musuh-musuhnya. Sumber dari rasa haus dan laparnya adalah sosok Tuhan itu sendiri.

Bukankah sering kali kita lebih berharap agar Tuhan mengabulkan segala doa dan keinginan kita? Kita haus pada Tuhan yang bertindak menyelamatkan kita dari keadaan yang tak menentu. Kita lapar melihat Tuhan bekerja mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Dengan kata lain, kita lebih mengharapkan berkat dan janji Tuhan ketimbang diri-Nya sendiri.

Rasa haus dan lapar akan mendorong Anda melakukan sesuatu untuk memenuhi atau memuaskan apa yang menjadi kebutuhan Anda. Jadi, saat Anda merasa haus dan lapar akan Tuhan, takkan ada satu hal pun yang bisa menghalangi Anda untuk mendekat kepada-Nya. Baik itu kondisi mental, fisik, maupun kerohanian Anda.

Puas oleh Hal Materi 

haus - gkdi 2

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang. – Wahyu 3:14-17 

Jemaat di Laodikia tidak berkekurangan dari segi materi. Yang jadi masalah adalah karena mereka membiarkan aspek materiel itu memuaskan jiwa mereka.

Namun, benarkah hal-hal fisik sanggup memuaskan atau memenuhi rasa haus dan lapar kita akan Tuhan?

Raja Daud memiliki banyak pelayan dan harta. Di akhir hidupnya, ia mewariskan 3400 ton emas, hampir 34.000 ton perak, serta besi dan perunggu yang tak terhitung banyaknya (1 Tawarikh 22:14). Namun, dalam Mazmur 86:1, Daud menggambarkan dirinya sebagai orang yang miskin dan sengsara.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. – Mazmur 86:1

Daud menganggap dirinya merana meskipun ia hidup di antara tumpukan emas dan perak. Mengapa? Karena, kebutuhannya bukanlah materi, melainkan kebutuhan akan Tuhan! Ya, Daud sangat menantikan jawaban Tuhan. Ia haus dan lapar akan keintiman hubungan dengan Tuhan. Dan, ia tidak membiarkan hal-hal jasmaniah memuaskan kelaparan jiwanya.

Apakah kepemilikan materi dan perkara-perkara dunia sudah membuat Anda puas? Apakah kesibukan Anda, pekerjaan Anda, hobi, pasangan hidup, atau pacar Anda, telah memuaskan Anda, sehingga Anda tidak lagi memiliki rasa haus akan Tuhan?

Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. – Mazmur 63:2

Jemaat Laodikia memiliki harta yang lebih sedikit dari Daud, tetapi jiwa mereka sudah dikenyangkan oleh hal-hal material. Akibatnya, mereka tidak lagi memiliki kerinduan untuk menjalin hubungan yang lebih intim dengan Tuhan.

Jangan biarkan hal apa pun memuaskan Anda, sehingga Anda tidak lagi merasa haus dan lapar akan Tuhan. Puaskanlah dahaga jiwa kita dengan datang kepada-Nya.

Tuhan, Pelepas Dahaga yang Kekal

haus - gkdi 3

Sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. – Mazmur 107:9 

Buku Drawing Near menggambarkan bagaimana kita memberi makan tubuh jasmani kita setiap hari. Tanpa asupan makanan, dengan begitu banyaknya aktivitas yang kita lakukan, di akhir hari tubuh kita akan ambruk. Demikian pula halnya dengan tubuh rohani kita. Jika kita hanya memuaskan diri dengan hal-hal jasmaniah, rasa lapar dan haus kita akan Tuhan lama-lama akan hilang dan melemah.

Daud mengerti bahwa hanya Tuhanlah pelepas dahaga jiwanya. Ketika kita dipuaskan di dalam Tuhan, kita akan terdorong untuk mencari-Nya lagi. Kita punya keinginan dan kerinduan untuk dekat kepada-Nya. Kita akan membaca firman setiap hari, berdoa setiap hari, dan melakukan kehendak-Nya. Melalui hal-hal tersebut, Tuhan mendatangkan kebaikan untuk kita.

Di sisi lain, Tuhan juga sangat ingin mengenyangkan kita dengan kebaikan-Nya. Namun, kebaikan-Nya tidak dapat mengenyangkan kita jika kita telah kenyang oleh hal-hal lain.

Oleh karena itu, memasuki tahun 2021, marilah kita belajar untuk memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan! God bless!

Referensi:
John Bevere. Drawing Near: A Life of Intimacy with God (Nashville: Thomas Nelson, 2004).
www.id.wikipedia.org/wiki/Talenta

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok