Written by Adimin Chandra 5:52 pm Devotionals, Bible & Character, Biblical Talk, Character, Relationship, Self Development, Spiritual Life

Hati-Hati dengan Hati Kita. Yuk Belajar dari Salomo! – Gereja GKDI

Gkdi-hati-hati-Cover

Setiap manusia perlu hati-hati menjaga hatinya. Seperti tertulis di Yeremia 17:9 yang menyatakan, Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 

Suka atau tidak, hati manusia – hati kita – memang licik. Penuh dengan hawa nafsu dan kedagingan. Meninggikan diri sendiri, tetapi merendahkan orang lain. Bahkan Tuhan Yesus berkata bahwa semua kejahatan mulai dari hati (Matius 15:19).

Itulah mengapa kita perlu hati-hati dalam menjaga hati. Untuk itu, kita akan belajar dari satu tokoh yang jarang kita sangka: Raja Salomo.

Salomo, Sang Raja yang Penuh Hikmat

Gkdi-hati-hati-1

Mungkin Anda bertanya, kok Salomo? 

Padahal dia adalah raja yang begitu populer. Salomo, putra Daud, raja Israel yang terkenal karena hikmatnya.

Kalau kita melihat Kitab Kidung Agung dan Pengkhotbah, itu adalah tulisan Salomo. Bukan itu saja, dia telah menghasilkan ribuan karya amsal  dan nyanyian.  1 Raja-raja 4:32 menyatakan, Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima.  

Yang luar biasanya, saat Tuhan menawarkan akan mengabulkan apapun permintaan Salomo, ia memilih meminta hikmat dari Tuhan (1 Raja-raja 3:9). Tidakkah itu mencerminkan hati Salomo yang luar biasa? Kalau penawaran itu menghampiri diri saya, kemungkinan besar saya akan meminta satu unit apartemen mewah dan sebuah mobil sport terbaru. 

Bahkan,  raja-raja dan orang dari negeri asing datang kepada Salomo untuk mendengarkan hikmatnya (1 Raja-raja 3:4).

Sungguh luar biasa kan hati dan hikmat Salomo? Namun sayang, Salomo tidak menjaga hati dan hidupnya dengan hati-hati.

Dalam Hal Apa Salomo Tidak Hati-Hati?

Dalam satu hal Salomo tidak hati-hati: ia mencintai banyak perempuan asing. Padahal, Tuhan secara nyata melarang hal itu (1 Raja-Raja 11:1-2).

Mengapa? Karena istri-istri Salomo menjauhkan dirinya dari Tuhan. Dari yang dekat pada Allah, menjadi menyembah allah lain.  

1 Raja-raja 11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 

Firman Tuhan menyatakan bahwa pada masa tuanya, Salomo mengikuti dan menyembah dewa-dewa para istrinya (1 Raja-raja 11:5). 

Bukan berarti kita tidak boleh menikah dengan wanita (atau pria) yang tidak sebangsa dengan kita. Namun, istri-istri Salomo membuat dirinya tidak lagi setia kepada Tuhan. Semua hikmat dan pengetahuan yang ia dapat dari Tuhan seolah lenyap. Karena tidak hati-hati, hatinya pun berubah setia.

Ini bisa menjadi pelajaran yang baik bagi kita. Hati perlu dijaga, sehingga Tuhan tetap menjadi yang utama. Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Salomo?

1. Salomo Berkompromi Dengan Dosa

kesedihan - gkdi 1

Raja-raja 9:4-5 Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, 

maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. 

Dua ayat di atas menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan sudah menjamin Salomo sebagai raja. Dia menghendaki agar Salomo terus hidup benar dan mengasihi Tuhan selama hidupnya. Sebagai gantinya, Tuhan akan meneguhkan takhta kerajaannya. 

Sayangnya, Salomo tidak memegang teguh perintah Tuhan itu. Ini terjadi ketika ia mulai berkompromi dengan firman Tuhan. Mungkin karena alasan politik, Salomo mulai menikahi perempuan di luar Israel. Hasilnya pun jelas: perlahan-lahan ia terpengaruh, dan mulai menyembah dewa-dewa istrinya.

Hal itu pun bisa terjadi dalam hidup kita. Kita bisa memeriksa hati kita, masihkah kita memegang teguh perintah-Nya? Ataukah kita mulai kompromi? 

Jangan lengah teman-teman! Ketidakpatuhan kecil adalah langkah awal tidak menjaga hati dengan hati-hati. Dosa-dosa kecil yang dibiarkan kelak akan menjadi besar.

2. Salomo Tidak Mengutamakan Tuhan

Gkdi-hati-hati-2

1 Raja-raja 11:4 (TB)  Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 

Saat tua, Salomo menyembah allah-allah istrinya dan mengesampingkan Tuhan. Padahal, Tuhan menuntut tidak boleh ada allah lain selain Dia (Keluaran 20:3). Ia masih menyembah Tuhan, namun hatinya mulai terbagi. Dalam hal ini Salomo jelas tidak hati-hati. 

Kita bisa terjebak pula dengan keadaan yang dialami Salomo. Adakah sesuatu yang membuat hati kita terbagi? Saat lebih mengutamakan pekerjaan sampai melupakan bersekutu dengan Tuhan, itulah berhala kita. Saat hobi membuat kita melupakan Tuhan dan keluarga, hobi itu perlahan menggeser Tuhan, sehingga Ia bukan yang utama. 

Untuk dapat menjaga hati, tetaplah mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya. Hati-hati, jangan ada allah lain selain Allah yang Maha Esa!

3. Salomo Tidak Mengasihi Tuhan dengan Sepenuh Hati

Gkdi-hati-hati-3

1 Raja-raja 11:6, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 

Tertulis di atas, Salomo tidak sepenuh hati mengikuti Tuhan. Mungkin saja ada sebagian perintah Tuhan yang dilakukannya. Dari luar, ia bisa tampak saleh dan baik hati. Namun, Tuhan tahu bahwa Salomo tidak lagi sepenuh hati mengikut Dia. 

Kita bisa saja seperti hal yang diuraikan di atas. Kita merasa sudah mengasihi Tuhan, tetapi kita tidak datang pada Dia setiap hari. Mungkin kita hanya berdoa dalam saat-saat musibah melanda. Atau, kita berdoa setiap hari, tetapi kita masih enggan melepaskan dosa-dosa. 

Menjaga hati dengan hati-hati, memerlukan usaha untuk mengasihi Dia dengan segenap hati

Jaga Hati Sebelum Terlambat

Gkdi-hati-hati-4

Apa hasil dari Salomo yang tidak hati-hati menjaga hatinya?

1 Raja-raja 11:11,  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 

Karena ketidakpatuhannya, Tuhan mulai membangkitkan lawan-lawan Salomo (1 Raja-raja 11:14-20). Kerajaannya mulai mengalami banyak masalah. Tidak itu saja, kerajaan Salomo pun akhirnya terpecah-belah (1 Raja-raja 12:1-24).

Konsekuensi yang dialami Salomo sangat mengerikan. Kebesaran hikmatnya seolah sirna. Semuanya berawal dari tidak menjaga hati. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga hati dan hidup yang sesuai kehendak Bapa. 

Seperti pada  salah satu ayat yang mengatakan, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23), marilah kita menjaga hati kita dengan hati-hati!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 498 times, 1 visits today)

Last modified: Aug 29

Close