Devotionals
Hari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian natal, santa klaus, serta tarian-tarian.
Hari Natal juga identik dengan baju baru. Jadi setiap menjelang natal, saya menantikan baju baru apa yang akan saya kenakan.
Setelah dewasa, Natal menjadi berbeda maknanya. Kali ini Natal jadi identik dengan berlibur. Menjelang 25 Desember, saya mulai merencanakan liburan akhir tahun.
Dengan pandemi hampir selesai, Natal pun memperoleh makna baru. Setelah tidak mungkin bepergian selama dua tahun, banyak orang menganggap Natal sebagai kesempatan untuk memanjakan diri. Bersenang-senang, menikmati hidup setelah terkurung sekian lama.
Namun, benarkah Natal hanya identik dengan hal-hal demikian?
Hari Natal Mengajarkan Kita Untuk Bersyukur
2 Korintus 9:15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu
Mari kita lihat 4 pelajaran penting dari Hari Natal yang sesungguhnya.
Hari Natal tahun ini adalah natal yang berbeda dibanding dua periode natal sebelumnya. Ketika itu hampir semua dari kita merayakan natal hanya dengan menatap layar kaca di handphone maupun laptop. Tak bisa saling tatap dan memberi salam maupun pelukan.
Sampai satu kali sebelum ibadah offline diberlakukan di kota saya, saya ingat menyaksikan ibadah Natal 2021 di sebuah gereja via Youtube.
Saya ingat betapa terharu hati saya menyaksikan jemaatnya bisa saling tatap muka, memberi salam dan menyanyikan lagu natal bersama. Sungguh indah setelah lama dibatasi pandemi.
Menuliskan ini mengingatkan saya untuk bersyukur, terutama di hari Natal ini. Dua hal yang saya syukuri: Tuhan menyertai dan menjaga saya, juga Tuhan datang ke dunia untuk menebus dosa saya.
Natal bukan hanya soal perayaan, kado-kado, atau bersama orang-orang terkasih. Semuanya baik, tapi jauh lebih daripada itu, hari Natal adalah hari dimana kita diingatkan untuk selalu bersyukur. Baik atas pengampunan yang Ia berikan, dan juga penyertaan-Nya dalam hidup ini.
Hari Natal Mengingatkan Kita akan Besarnya Kasih Allah
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal
Saya memiliki dua orang anak lelaki. Bagi saya mereka segala-galanya dalam hidup saya. Saya tidak bisa mencintai orang lain sebesar saya mencintai dan mengasihi mereka. Saya tidak akan menukar mereka demi apapun juga, karena mereka berharga dalam hidup saya.
Tuhan Allah Bapa pasti mengasihi anakNya yang tunggal, yaitu Yesus, seperti saya mencintai anak-anak saya.
Namun, keinginan Allah Bapa untuk dekat dengan kita begitu kuat, hingga Ia rela mengorbankan Yesus. Allah memberikan anakNya untuk kita, hanya supaya kita beroleh hidup kekal!
Jadi Hari Natal, adalah pembuktian seberapa besar Allah mengasihi kita. Kita sangat dikasihiNya bahkan melebihi kasihNya kepada anak tunggal-Nya!
Jika hari ini Anda merasa kurang dikasihi atau bahkan tidak dikasihi, ingat, bahwa Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi Anda melebihi siapa pun di dunia ini.
Hari Natal Mengajarkan Kita Untuk Berkorban
Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Sama seperti Allah mengorbankan Anak-Nya untuk kita, demikian juga kita harus berkorban. Untuk siapa? Berkorban untuk Tuhan dan untuk sesama.
Di hari tersebut, kita seharusnya merenungkan juga, “Jika Tuhan sudah sedemikian berkorban untuk saya, apakah saya mau berkorban juga untuk Tuhan?” misalnya :
- Bersediakah kita diberi tanggung jawab untuk memimpin di dalam komsel / grup kecil kita?
- Bersediakah kita untuk mengambil pelayanan di gereja?
- Maukah kita melayani satu sama lain?
- Maukah kita mengasihi orang lain yang sulit dikasihi?
Kini, semoga Natal tahun ini menjadi jauh lebih berkesan dan bermakna. Perayaan dan liburan akan berlalu, namun biarlah makna hari Natal itu tetap di hati kita.
Mari kita juga belajar untuk bersyukur, mengingat betapa kita dikasihi-Nya dengan sangat, dan jangan lupa untuk memiliki hati yang rela berkorban seperti Yesus.
Related Articles:
- 3 Pesan Natal untuk Kita
- Kado Natal Terbaik Sepanjang Masa
- Apakah Perayaan Natal yang Indah itu Salah?
- Mencari Bayi Yesus: Saya Orang Majus atau Raja Herodes? (Bagian 1)
- Tips Liburan Seru dan Penuh Makna
-
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnyaTahu Allah Sumber Kuatku? Ini Dia Arti Liriknya
“Allah sumber kuatku dan bagianku, selamanya, selamanya”. Demikian lirik bait terakhir sebuah lagu rohani kesukaan saya. Biasanya lagu tersebut didendangkan di gereja menjelang…
Baca selengkapnya