Hari ke-5: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus. (Ef 6:18 – TB)

Renungan:

Ayat ini mungkin tidak asing bagi Anda, tetapi bisa begitu mudah diabaikan. Gagasan untuk tetap waspada dan tekun dalam doa adalah konsep yang cukup mendasar. Ketika kita duduk, kita mungkin biasanya memulai doa dengan cara yang sama: “Ya Tuhan,” atau, “Allah Bapa,” atau, “Bapa Surgawi terkasih,” dan seterusnya dan seterusnya. Kita menyadari beberapa hal yang seharusnya kita doakan seperti pujian, orang, keadaan sulit atau pergumulan tertentu. Kita bersyukur kepada Tuhan untuk siapa Dia dan rahmat yang Dia berikan dalam hidup kita. Kita mengingat kembali Yesus dan salib. Kemudian kita mengatakan sesuatu di akhir kalimat, “Dalam nama Yesus saya berdoa, Amin.”
Terdengar akrab? Ini sebagian besar tepat untuk cara saya biasanya berdoa.
Namun, jika Anda seperti saya, ketika membaca tulisan ayat di atas Anda sepenuhnya mengabaikan bahwa Paulus berkata untuk berdoa “dalam Roh.” Apakah maksud sebenarnya hal ini?
“Dalam Roh” dalam bahasa Yunani (ἐν πνεύματι) secara harafiah berarti berdoa di dalam, pada, dengan, melalui, oleh, atau di antara Roh. Berdoa dalam Roh adalah untuk meminjamkan akal budi, tubuh, pemikiran, dan kekuatan Anda kepada Roh. Berdoa dalam Roh berarti Anda tidak cepat memikirkan sebuah kalimat atau tiga kalimat untuk mengajukan permintaan atau permohonan kepada Tuhan. Tetapi Anda secara menyeluruh dan sengaja meminjamkan seluruh perhatian Anda kepada Maha Kuasa dan Pencipta yang sempurna, dengan siapa Anda sedang berbicara dalam doa.
Ketika Yesus berdoa, keringatNya seperti tetesan darah di Getsemani (Lukas 22:44). Dia berdoa dengan segenap pikiran dan kekuatanNya. Dia mengalami penderitaan dan berpikir mendalam, mengungkapkan emosi dalam doa, bertahan dengan kekuatan yang ada, meskipun seorang malaikat datang untuk menguatkanNya. Dia tetap berdoa dengan lebih sungguh-sungguh.
Berdoa dalam Roh berarti kita berdoa sampai kita benar-benar dalam dan sepenuhnya terhubung dengan Tuhan. Itu berarti kita membuka hati kita kepada Roh di dalam kita dan menggunakan seluruh hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita untuk berseru kepada Tuhan, tentang hal terdalam di bagian paling gelap dari pikiran kita. Berdoa dalam Roh berarti kita tidak menyembunyikan apa pun dari Roh Allah yang hidup di dalam kita.
Sekarang baca lagi: “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” – Efesus 6:18

Tantangan:

Berdoalah dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan Anda. Jangan tahan apa pun. Ungkapkan setiap bagian dari hati Anda kepada Tuhan dan hubungkan denganNya sedalam yang Anda ketahui, dan kemudian berdoa dengan lebih sungguh-sungguh.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 5” oleh Daniel Berk