Hari ke-31: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Baca Habakuk 3 (TB).

 

Renungan:

Kita telah mencapai hari terakhir dari 31-hari perjalanan kita. Apabila anda seperti saya, hati anda baru saja mulai berganti dan berubah dari dalam hati. Jangan biarkan ke-31 hari ini berlalu begitu saja! Biarkan hal ini menjadi kesempatan untuk doa Anda menjadi lebih bertumbuh, melampaui artikel ini. Apabila artikel ini telah membantu kamu, pertimbangkan untuk berbagi kepada temanmu.
Hari ini, kita membaca sesuatu yang luar biasa, doa yang luar biasa kepada Tuhan dari Habakuk. Metafora yang termasyhur yang tertulis adalah karakter dari doa pujian di Perjanjian Lama dan di tempat lain. Kata-kata tidak dapat menggambarkan dengan jelas kebenaran dari Tuhan. Dan ilustrasi atau gambaran metafora menggambarkan sesuatu yang berbeda. Terkadang lebih akurat, gambaran tentang siapa Tuhan dalam perbandingan antara kita dan ciptaanNya, tetapi masih banyak hal yang perlu digali dan dipelajari tentang Bapa di Sorga. Tidak terdapat bahasa yang dapat menjelaskan kebesaran Tuhan.
“Menggunakan kata-kata untuk berbicara kata-kata adalah seperti menggunakan pensil untuk menggambar pensil tersebut. Mustahil, membingungkan, frustrasi … tetapi ada cara untuk memahaminya” – Patrick Rothfuss, The Name of the Wind
“Emosi, dalam pengalaman saya, tidak ditutupi oleh sebuah kata. Saya tidak percaya akan “kesedihan,” “sukacita,” atau “penyesalan.” Mungkin bukti terbaik adalah bahasa sebagai penggambaran penyederhanaan perasaan. Saya seringkali mempunyai pembagian gabungan emosi yang rumit, seperti konstruksi gerbong kereta api Jerman, mengatakan, “kebahagiaan yang menghadirkan bencana.” Atau: “kekecewaan dari tidur dengan sebuah fantasi.” Saya ingin menunjukkan bagaimana “keakraban dari makhluk hidup dibawa oleh anggota keluarga yang telah lanjut usia” berhubungan dengan “kebencian terhadap cermin dimulai pada usia paruh baya.” Saya ingin menggunakan kata-kata untuk “kesedihan terinspirasi dari kegagalan sebuah rumah makan” sama seperti “kegembiraan mendapatkan kamar dengan minibar.” Saya tidak pernah mendapatkan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan hidup saya, dan sekarang saya memasuki kisah saya, saya membutuhkan mereka lebih dari sebelumnya.” – Jeffrey Eugenides,  Middlesex
“Manusia berbicara seperti pemanas air yang retak dimana kita menentukan ritme sederhana untuk beruang menari, namun kita berlama lama membuat musik untuk melelehkan bintang-bintang.” – Gustave Flaubert,  Madame Bovary
“Kata-kata adalah kegagalan yang tak terelakkan untuk merepresentasikan apa yang tidak dapat dikandung, ditulis, dibayangkan, digambar, atau dipersepsikan. Kata-kata hanya bisa membayangkan hal-hal yang bisa dibayangkan, hanya bisa menggambarkan apa yang telah dikandung, hanya dapat mengilustrasikan apa yang telah terlihat sampai saat ini. Dari titik awal mana seharusnya deskripsi itu sendiri dijelaskan? Bagaimana kreativitas bisa dibuat? Apa artinya menerangi iluminasi? Ada eksistensi yang melampaui pemahaman; itu ada di mana Tuhan ada, menciptakan, dan beristirahat.” – Daniel Berk, Lifestyle Evangelism
Doa kita seharusnya merupakan upaya penuh dari pikiran, tubuh dan kekuatan kita untuk memahami Tuhan dan memuji Dia dalam semua pikiran kita. Gunakan kata-kata apapun yang anda miliki untuk memuji Dia, dan pelajari lebih banyak kata untuk digunakan. Pelajari cara mengatasi kata-kata dengan menggunakan pikiran-pikiran tak terucapkan anda, tindakan anda, dan seluruh keberadaan anda untuk memuliakan Dia dalam segala hal.
Sebagaimana tertulis dalam kitab Habakuk di atas, ada banyak hal dimana Tuhan tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Ketika kita mencoba mengekspresikan Dia dengan segala keagunganNya, kita berhenti menggunakan akal kita. Baca Yehezkiel 1 dan lihat bagaimana seorang Anak Manusia. Kata-kata tidak berhasil menggambarkan Tuhan yang kita sembah. Namun, seperti yang anda lihat di Habakuk, selalu ada cara untuk kita bisa pergi ke atas dan bahkan melebihi untuk mengingatkan kita seberapa besar Tuhan dari pada kita, dan seberapa berkuasanya Dia dari pada semua yang ada di dunia. Dia adalah semua hal itu dan jauh lebih banyak. Dia adalah. Namanya adalah AKU.

 

Tantangan:

Tulislah sebuah mazmur atau puisi pendek milikmu. Gunakan imajinasi untuk menggapai Tuhan dan segala kebesaranNya. Jadilah kreatif. Gunakan perumpamaan. Gunakan emosi. Mengertilah bahwa tidak ada satu pun yang kamu ucapkan atau tuliskan yang bisa mendekati siapa Tuhan itu, tetapi coba saja.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 31” oleh Daniel Berk