Hari ke-30: 31 Hari Dalam Doa

 

Ayat:

Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!  (Mazmur 31:14-15 – TB)
mataku merana karena sengsara. Aku telah berseru kepada-Mu, ya TUHAN, sepanjang hari, telah mengulurkan tanganku kepada-Mu. (Mazmur 88:9 – TB)

Renungan:

Nenek saya, atau kita panggil saja dia, Nonna, adalah salah seorang yang paling bijaksana dan paling menyenangkan dari Tuhan yang saya kenal. Saya kagum dalam beberapa tahun ini sewaktu liburan keluarga dan panggilan telepon yang saya habiskan dengan dia, mendengarkan hikmatnya dan saran akan kehidupan, hubungan, dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
Salah satu dari kehebatan “rahasia hidupnya” adalah: dia berdoa dengan tangan terbuka -yang dia bicarakan dalam bukunya God’s Pitcher. Seberapa sering kita berdoa dengan tangan yang terlipat namun dengan perasaan yang palsu?
Ketika kamu berdoa dengan tangan terbuka hal itu menjadi lebih ke cara fisik dalam mempercayai Tuhan dan menyerahkan keinginanmu kepada Dia. Damai akan datang ketika kamu membuka tanganmu dan tetap membukanya!
Berikut ini sebuah contoh dan kutipan dari bukunya untuk menjelaskan ide ini:
“Saya sering membayangkan perjuangan ini seperti seorang balita mengepalkan permen di tangannya sementara Ibunya memberitahukan kepadanya untuk memberikan permen itu kepada sang Ibu. hal tersebut hanya sebuah kekalahan untuk seorang balita. Dia bisa saja menahan permen tersebut sampai akhirnya lumer di tangannya. Kemudian dia juga harus berurusan untuk membersihkan tangannya. Tidak peduli betapa keras dia berusaha, Ibunya lebih kuat dan dia bisa membuka jari-jari kecil dia dari permen apabila Ibunya mau. Dia mungkin melewatkan perlakuan yang lebih baik; Ibunya bisa saja ingin memberikan makanan pencuci mulut kesukaannya setelah makan malam! Betapa lebih baik ketika dia mau membuka tangannya, mematuhi Ibunya dan percaya Ibunya akan memberikan yang terbaik pada waktunya”
“Permen” ini ibarat pasangan hidup yang anda inginkan, bayi, rumah baru, atau pekerjaan – Dan dalam hidup Anda apakah sulit menyerahkan hal tersebut kepada Tuhan? Ketika Anda membuka kedua tangan di hadapan takhta Allah dan menaruh segala keinginan, perhatian, atau apapun juga di meninggalkannya disana, membiarkan Tuhan untuk membawanya keluar, mengantikan itu dengan sesuatu yang lebih baik, atau berikan itu kembali disaat yang tepat.

 

Tantangan:

Hari ini, berdoalah sambil berlutut di lantai dan dengan tangan terbuka kepada Tuhan. Rendahkan diri anda di hadapan takhta Tuhan dalam doa, dan rentangkan kedua tangan anda kepadaNya. Berdoalah melalui beberapa hal dalam hidup anda yang ingin anda pegang dan punya kendali sampai anda bisa dengan tulus membuka tangan anda dihadapan Tuhan, menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 30” oleh Kiara Yeatman