Hari ke-23: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.  (Mazmur 85:1-5 – TB)

Renungan:

Dalam lima hari ke depan, kita akan membahas keseluruhan isi Mazmur 86 untuk belajar dari cara Daud berdoa kepada Tuhan
Di semua bagian doa, jiwa harus naik ke atas sayap iman dan hasrat yang kudus, dan diangkat ke hadapan Allah, untuk memenuhi komunikasi dari kasih karunia-Nya, dan dalam pengharapannya mengangkat hal-hal yang sangat besar darinya.” – komentar terhadap Mazmur 86 dari Matthew Henry.
Ayat 1. Dalam doanya, Daud menjangkau Tuhan dan memohon Tuhan mendengarkan. Daud memohon agar dia didengarkan. Dia memohon agar dia menerima setiap jawaban. Ini merupakan karakteristik dari cara Daud berdoa dan menyanyikan pujian kepada Tuhan di buku Mazmur. Daud benar-benar merasa rentan, membuka seluruh hatinya untuk Tuhan, tidak memberikan batasan apapun, tetapi mencoba menjangkau Tuhan sebagaimana manusia yang tidak sempurna dan dengan semua keterbatasannya.
Ayat 2. Daud memohon kepada Tuhan untuk dilindungi, diselamatkan, dijaga. Daud memohon agar Tuhan melihat kepadanya. Ini sesuatu yang kita semua perlu doakan. Tuhan adalah penjaga kita, dan Dia yang menyelamatkan kita.
Ayat 3. Daud memanggil Tuhan sepanjang hari! Perlukah kita menganggap ini secara harfiah? Sepertinya tidak, tetapi hati Daud menggambarkan betapa dia ingin berkomunikasi dengan Tuhan setiap saat. Daud bertanya untuk belas kasih Tuhan karena dia menyadari betapa berkuasanya itu, dan betapa dia membutuhkannya. Tidakkah kita memerlukan juga belas kasih Tuhan?
Ayat 4. Daud meminta sukacita dari Tuhan. Untuk kita sebagai Kristen, sukacita merupakan salah satu buah-buah roh. Kita seharusnya meminta kepada Tuhan untuk memberikan kita sukacita setiap hari, dan untuk bisa melihat sukacita disaat yang tidak mudah. Kita harus bisa percaya kepada Tuhan,  karena Dia memberikan kepada kita setiap alasan dan lebih banyak bergantung kepada janjiNya. Kerja tangan Tuhan di hidup kita, memupuk keyakinan dan iman kita kepadaNya.

 

Tantangan:

Berdoalah seperti Daud berdoa. Baca kembali ayat-ayat di Mazmur 86 dan perhatikan hati Daud di setiap perasaan yang dia ungkapkan. Jadilah rentan, lebih spesifik. Tanya Tuhan atas apa yang Dia janjikan, dan berterimakasihlah kepadaNYa dengan cara beriman. Dekati singgasanaNya dengan kerapuhan dan rendah hati. Kita sebenarnya tidak layak untuk berdoa kepada Tuhan, tetapi Dia memberikan kepada kita kesempatan untuk melakukannya sesering mungkin. Hal tersebut sangat luar biasa.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 23” oleh Daniel Berk