Hari ke-20: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”  (Matius 26:50-54 – TB)

Renungan:

Hari ini, doa dari Yesus (Tuhan) mengajarkan muridNya (Petrus) untuk menyingkirkan pedangnya. Disisi lain, Petrus mendapatkan tanggapan doa yang tidak dia harapkan, dan Petrus perlu diingatkan betapa luar biasanya kekuatan dari Yesus. Yesus bisa saja mengirimkan beribu-ribu pasukan malaikat untuk menghancurkan alam semesta, tetapi Dia tetap tenang dan menahan diriNya pada waktu Dia ditangkap sampai dengan nafas terakhirNYa.
Singa Yehuda bukanlah seekor kucing rumahan.
Ketika kita berdoa, apakah kita melupakan kekuatan yang kepadaNya kita berdoa? Apakah kita melupakan Kekuatan dan ketegasanNya, dan bagaimana Dia mampu mengubah kehidupan yang kita jalani? Tuhan punya kendali atas apa yang dia ingin kendalikan.
Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! – Mazmur 115:3
Saya lebih memilih melayani Tuhan yang mampu melakukan apapun yang Dia mau kapanpun dan di manapun, Dia yang memutuskan untuk mengasihi dan mati untuk saya, dari pada melayani Tuhan yang dikalahkan oleh para manusia dan kematian. Tidak, Singa Yehuda mengalahkan kematian, dan dia menghapuskan perbudakan dosa dalam kehidupan orang-orang yang mencintaiNya.
Ketika Petrus menghunus pedangnya, dia mengira telah melakukan hal yang benar, bahwa dia telah menolong Yesus. Terkadang di dalam kehidupan kita, kita mencoba mengambil keuntungan dari situasi yang genting, meyakinkan diri kita bahwa Tuhan membutuhkan “bantuan” dalam banyak arti. Tuhan tidak pernah membutuhkan bantuan kita. Ketika kita memberikan pertanggungan jawab kepadaNya, hal tersebut karena kita diberikan keistimewaan oleh Tuhan untuk mengambil bagian dalam rencana keselamatanNya yang agung untuk semua bangsa. Mati kita mengingat Tuhan yang kita sembah dan kekuatan yang dimilikiNya.

 

Tantangan:

Berdoalah tentang semua hal yang berada di bawah kendali Tuhan dan menyerahkan kembali hidupmu kepadaNya, khususnya area-area yang kamu merasa berat atau cemas. Berserah kepadaNya dan yakinkan diri anda bahwa Raja dari segala Raja, Tuhan dari segala Tuhan, Singa Yehuda, sudah mengambil kendali dan memenangkan pertempuran.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 20” oleh Daniel Berk