Hari ke-19: 31 Hari Dalam Doa

Hari ke-19: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Baca Semua Yohanes 17.

Renungan:

Dapatkah anda membayangkan berada bersama Yesus sewaktu Ia berdoa doa ini? Tepat sebelum doa ini dalam Yohanes 16, Yesus mulai berbicara dalam bahasa yang jelas dengan murid-muridNya (bukan cerita dan perumpamaan), sesuatu yang  mendebarkan mereka. Tak lama setelah percakapan ini dengan murid-muridNya, Yesus melihat ke surga dan berdoa. DoaNya dapat dibagi menjadi tiga bagian yang kita dapat belajar.
  1. Yesus memuliakan diriNya sendiri.
Poin ini bukan untuk mengatakan bahwa kita harus memuliakan diri ketika kita berdoa … Namun, untuk mengetahui bahwa Tuhan dalam bentuk manusia, memuliakan diriNya di awal doaNya sangatlah berkuasa. Ketika Yesus mengajar murid-muridNya untuk berdoa dalam Matius 6: 9, Ia mulai dengan, “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu.” Sama seperti Dia mengajar murid-muridNya untuk memuliakan Tuhan dalam doa, demikian juga Dia memuliakan diriNya dalam doa. Mungkin lebih banyak waktu doa kita yang dapat atau harus difokuskan pada menguduskan nama Allah. Dia layak mendapat pujian kita, dan sering kali doa kita menjadi terlalu berfokus pada diri sendiri dan bukannya berfokus pada Tuhan.
  1. Yesus berdoa untuk murid-muridNya.
Yesus berdoa, “Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.” Doa kita dapat menggemakan pernyataan ini, karena setiap bagian tubuh membutuhkan bagian lain untuk berjuang bersama dan berdoa bersama dan untuk mereka. Kejahatan dari kegelapan terus mencoba untuk merebut hati dan pikiran orang percaya, tetapi melalui doa kita dapat membantu untuk memperkuat dan melindungi. Yesus kemudian berdoa, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Sangat mudah untuk mendengar atau mempelajari “sebuah kebenaran” dibandingkan “kebenaran” di zaman modern ini, di mana segala sesuatu yang berarti apa pun dapat dikatakan benar bagi seseorang. Doa kita penting ketika kita berdoa agar saudara dan saudari kita disucikan oleh kebenaran. Ini penting, dan merupakan cara lain untuk melindungi satu sama lain dan diri kita sendiri dari pijakan si jahat.
  1. Yesus berdoa bagi para murid di masa depan.
Terakhir, Yesus berdoa, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau“. Beberapa statistik mengatakan bahwa ada 30.000-40.000 aliran berbeda agama Kristen di dunia. Ini tidak berarti bahwa kita adalah satu! Yesus berdoa agar semua orang yang akan percaya kepadaNya akan menjadi satu. Sejauh itu tergantung pada anda, jadilah satu dengan saudara-saudari Anda di dalam Kristus. Kasih dengan kerendahan hati dan bersatu dalam satu Roh. Selesaikan konflik yang anda miliki dengan kesabaran dan kebijaksanaan Roh, dan, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tetapi melalui doa, ini menjadi lebih mungkin.

Tantangan:

Berdoalah seperti Yesus berdoa dalam Yohanes 17. Memuliakan Allah, berdoalah bagi saudara-saudara anda di dalam Kristus, berdoalah bagi mereka yang menjadi orang Kristen sekarang dan bagi mereka yang akan menjadi orang Kristen di masa depan; Berdoalah untuk perlindungan mereka dan untuk kesatuan mereka dengan satu tubuh Kristus.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 19” oleh Daniel Berk