Hari ke-12: 31 Hari Dalam Doa

Hari ke-12: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 107:1 – TB)

Renungan:

Hari ini, idenya sederhana: Bersyukur kepada Tuhan. Di seluruh Perjanjian Baru, Yesus dan para rasul membuat pentingnya mengucapkan syukur dengan jelas. Dalam Lukas 17:11-19, kita melihat bagaimana Yesus sangat menghargai rasa syukur. Dalam cerita ini, sepuluh pria penderita kusta datang untuk disembuhkan. Mereka berseru kepada Yesus untuk penyembuhan. Setelah Yesus mengasihani mereka dan memberi mereka instruksi untuk menunjukkan diri kepada imam, mereka mengikuti kata-katanya dan disembuhkan. Namun, setelah penyembuhan mereka, hanya satu, seorang Samaria, datang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus atas belas kasihannya. Jawaban Yesus adalah  “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Seringkali kita bisa seperti sembilan penderita kusta lainnya, yang bersungguh-sungguh menangis kepada Tuhan ketika kita sangat membutuhkan. Tetapi lupa untuk berterima kasih kepada Tuhan setelah Dia memenuhi kebutuhan kita. Selama 31 hari doa ini, saya yakin kita telah melihat dan akan melihat, Tuhan menjawab doa khusus kita dan akan terus bergerak dengan penuh kuasa. Tuhan ingin kita berseru kepadaNya, meminta Dia untuk segala hal, dan berdoa dengan tekun. Tetapi kita tidak boleh lupa untuk kembali kepadaNya dan mengucapkan terima kasih atas apa yang telah Dia lakukan. Kita harus sama tulusnya dengan berterima kasih kepada Tuhan atas mukjizat yang dilakukanNya seperti ketika kita memintaNya untuk melakukan mukjizat.

Tantangan:

Hari ini, luangkan waktu dalam doa hanya untuk bersyukur. Berterima kasih kepada Tuhan untuk karakterNya: secara khusus, kebaikan dan kasih-Nya seperti dijelaskan dalam Mazmur 107. Berterima kasih juga untuk cara-Nya yang telah Anda lihat sewaktu Dia menjawab doa-doa, cara kerja-Nya dalam hidup Anda, dan cara-Nya yang telah menyembuhkan Anda.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 12” oleh Cortney Fink