Hari ke-10: 31 Hari Dalam Doa

 

Ayat:

Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: “Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.” (Neh 2:4-5 – TB)

Renungan:

Saya suka kitab Nehemia. Di dalamnya Anda menemukan seorang pria yang didorong oleh doa dan iman yang tak tergoyahkan kepada Tuhan, yang menuntunnya untuk hidup dalam keteguhan hati, keberanian, dan keyakinan. Dia dengan sepenuh hati mengilhami seluruh bangsa untuk membangun kembali kota yang ditaklukkan leluhur mereka, dan dimana bangsa pilihan Allah hidup dan berkembang selama beberapa generasi.
Sangat jelas bahwa dalam segala yang dilakukan Nehemia, dia sepenuhnya bergantung pada Tuhan dalam doa. Dalam ayat di atas dinyatakan bahwa Nehemia berada dalam situasi yang sulit, dimana dia berhadapan dengan raja yang bertanya kepadanya, apa yang nehemia inginkan. Naluri pertama nehemia adalah berdoa kepada Tuhan. Kontrol diri yang luar biasa – untuk berdoa kepada Tuhan bahkan sebelum menjawab pertanyaan! Itulah yang paling menonjol bagi saya. Nehemia tahu bahwa dia berpotensi mempertaruhkan pekerjaannya sebagai juru anggur raja, dan bahkan hidupnya, dengan mengajukan pertanyaan ini sebagai pembela untuk orang Yahudi. Tetapi keberanian dan kejernihan pikiran yang dia miliki ketika dia menjawab raja datang dari saat doa ini.
Dalam hidup kita, kita dihadapkan pada banyak situasi rumit setiap hari. Percakapan yang menantang, panggilan telepon tak terduga, iman kita dipertanyakan, integritas kita diuji – dalam situasi ini, mudah sekali mengandalkan kekuatan kita sendiri dan mencari solusi cepat. Tuhan jarang dimuliakan ketika kita melakukan itu. Nehemia memberikan contoh kepada kita untuk mengarahkan setiap situasi dengan penuh doa dan dengan sepenuhnya bergantung pada Allah. Bahkan dalam doa sesaat sebelum menjawab raja, Nehemia menyerahkan situasinya kepada Tuhan.

 

Tantangan:

Saat Anda menjalani hari ini, coba berpikir lebih dalam dan arahkan setiap situasi dengan doa. Apakah dengan keluarga Anda, di tempat kerja, dengan teman, atau di telepon, berdoalah sebelum dan selama setiap interaksi. Itulah bagaimana Tuhan akan ditinggikan dan dimuliakan.
Mari kita tiru teladan Nehemia hari ini dan berikan setiap kejadian, setiap situasi, kepada Tuhan dalam doa.

 

 

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 10” oleh Will Lambert