Campus' Good News & Event
Good News Yogyakarta - Kezya Octa Puspita Sari Putri
Tahun ini, Tuhan kembali memberi kemenangan kepada ministry kampus Yogyakarta. Kezya Octa Puspita Sari Putri, yang berusia 20 tahun, dibaptis pada 24 Juni 2018.
Kezya adalah seorang mahasiswi S-1 jurusan Sistem Informasi di Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. Ia anak kedua dari dua bersaudara; orang tuanya bercerai ketika Kezya masih dalam kandungan. Papanya kemudian menikah lagi dan pindah ke kota lain. Semenjak itu, Kezya tinggal bersama mamanya yang bekerja di sebuah salon kecantikan.
Di kampus, Kezya aktif mengikuti beragam organisasi dan pelayanan, sehingga jarang punya waktu luang untuk mama dan kakaknya. Kehidupannya menjadi tidak seimbang; pergi pagi, pulang larut malam. Kesibukan membuat ia tidak merasakan damai sejahtera, bahkan menjauhkannya dari Tuhan dan keluarga. Ia mudah jatuh dalam dosa, tidak menghormati orang tua dan kakaknya. Hidupnya kosong dan tanpa arah.
Perjalanan hidup baru Kezya dimulai pada Februari 2018. Sahabatnya, Alvin Yeremia, yang juga seorang murid, mengajak Kezya mengikuti acara Yess Community yang diselenggarakan ministry kampus. Selama acara, Kezya merasakan sambutan hangat dari teman-teman komunitas, yang berlanjut pada ajakan ikut ibadah hari Minggu. Menyambut baik hal tersebut, Kezya diperkenalkan kepada seorang sister kampus, yang kemudian menjadi partnernya dalam Bible Study.
Awalnya, Kezya tak mengerti apa tujuan Bible Study. Terbiasa menggunakan pemahamannya sendiri, ia mempertanyakan banyak hal, terutama tentang pengampunan. Ia tak mengerti mengapa harus mengampuni papanya yang meninggalkan keluarga mereka. Mengapa ia mesti menerima beliau kembali sebagai sosok ayah dalam hidupnya? Baginya, itu tidak masuk akal.
Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada Kezya lewat para sister kampus, yang tak bosan membantunya memahami hidup benar dalam Tuhan. Mereka tekun membimbingnya dalam Bible Study. Seiring waktu, Kezya semakin tertarik dengan firman Allah, karena ia mendapatkan pengertian dalam banyak hal.
Pada pelajaran tentang dosa, Kezya melihat betapa banyak dosa yang ia lakukan. Bahwa perbuatannya menyedihkan hati Tuhan dan tidak membuatnya menjadi berkat bagi orang lain. Kezya sadar, tak peduli seberapa besar dosanya, Tuhan tetap mau mengampuni. Pengampunan tersebut kemudian mendorongnya untuk mengampuni orang lain yang telah melukai hatinya, terlebih-lebih papanya sendiri.
Tantangan untuk bertemu beliau dan meminta maaf bukanlah hal mudah baginya. Namun, kecintaan Kezya pada Tuhan dan keputusan menjalani hidup baru memberinya keberanian. Ia pun pergi ke kota tempat papanya tinggal dengan keluarga barunya. Momen-momen Kezya bertemu beliau, meminta maaf, dan menerima papanya kembali menjadi saat paling mengharukan dalam hidupnya. Ia tak menyangka mampu melakukan hal-hal yang begitu jauh dari pemikirannya semula. Pengenalannya akan Kristus membuat hal itu terjadi.
Setelah mengikuti Bible Study, keluarga dan sahabat-sahabat Kezya merasakan perubahan dalam dirinya. Kezya yang dulunya kasar dalam berkata-kata dan tidak suka memuji orang, kini menjadi Kezya yang berbicara lembut, ramah, dan dapat memuji dengan tulus. Hubungannya dengan teman dan keluarga pun membaik. Kezya merasakan kedamaian dan menjalani hidup berkemenangan di dalam Tuhan.
Setelah menjadi murid Yesus, Kezya tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, humoris, dan aktif dalam pelayanan. Ia rajin spend time lintas ministry dan selalu memberi diri untuk sit in study. Semua Kezya lakukan untuk memuliakan Tuhan sebagai wujud syukurnya, dan ia bertekad menjadikan hidupnya lebih berarti.
“Yang membuat saya berubah adalah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib dan kasih-Nya yang besar bagi saya. Tuhan mengasihi saya, tidak peduli betapa besar dosa-dosa saya. Dalam kondisi apapun, Tuhan ingin saya mengenal pribadi-Nya. Apa jadinya saya jika masih terus menjalani kehidupan yang lama? Oleh kasih dan pengorbanan Yesus, saya diubah menjadi sosok baru yang hidup sesuai firman Tuhan. Saya bersyukur dapat bertemu jemaat dan orang-orang yang membantu saya mengenal Tuhan. Terlebih, saya bersyukur kepada Yesus yang mengasihi saya tanpa syarat.”
ARTIKEL TERKAIT
Nusantara Women’s Day - For Such a Time As This
Tanggal 6 Maret 2021 adalah sebuah hari yang spesial karena kami karena kami menyelenggarakan “Nusantara Women’s Day” untuk merayakan hari wanita sedunia yang jatuh pada setiap…
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Palembang - Daniel
Ingin Hidup untuk Menyenangkan Tuhan Tantangan dan penolakan kerap menghadang mereka yang berusaha hidup benar. Inilah yang dialami Daniel, seorang mahasiswa di salah satu…
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Malang - Eva
Kesederhanaan yang Menyelamatkan "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” – Matius 5:3 Lahir dalam keluarga dengan orang…
Baca selengkapnya