Good News Jemaat Yogyakarta – Lorensa Cristy

Bulan Juni menjadi bulan kemenangan bagi ministry single Yogyakarta, setelah seorang sister bernama Lorensa Cristy, yang biasa dipanggil Loren, dibaptis pada 24 Juni 2018.

Loren adalah mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di salah satu universitas di Yogyakarta. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara yang tinggal bersama orang tuanya, Loren menjadi pribadi manja dan tidak mandiri. Ia sangat bergantung dengan Demas, pacarnya yang juga mahasiswa. Selama tiga tahun bersama, Loren selalu didampingi Demas ke mana pun dan kapan pun, serta tidak punya batasan dalam hubungan pranikah.

Sebagai seorang Kristen, Loren aktif mengajar di sekolah minggu. Namun, kegiatan itu tidak membawa damai sejahtera dalam hidupnya. Loren kerap berkonflik dengan sesama pelayan, merasa diri selalu benar, dan berpikir usahanya tidak dihargai orang lain. Sesungguhnya, ia tak mengerti apa tujuan pelayanannya dan bagaimana melayani Tuhan dengan cara yang benar. Loren merasa sudah memberi banyak waktu dan pikiran, tapi tak ada yang berubah dalam hidupnya.

Pertemuan pertama Loren dengan jemaat berawal pada Maret 2018. Demas, yang kala itu mengikuti Bible Study, mengajak Loren ibadah bersama di GKDI. Kesan pertama Loren adalah suasana ibadah yang berbeda dengan gereja lain. Kehangatan sambutan dari brothers dan sisters membuat Loren merasa nyaman. Ia lalu diperkenalkan dengan seorang sister bernama Nadya, yang kemudian mengajaknya ikut Bible Study.

Bible Study merupakan kegiatan baru dalam perjalanan kerohanian Loren. Selama ini, ia tak pernah mendapatkan pemahaman yang benar tentang arti menjadi seorang Kristen. Baginya, pergi ke gereja setiap Minggu dan melayani sebanyak yang ia mampu itu sudah cukup. Seiring Bible Study, Loren menemukan banyak hal yang bertentangan dengan kehidupannya. Mulai dari motivasi dalam pelayanan, hubungan dengan orang lain, sampai dengan hubungan pacarannya yang tanpa arah dan tujuan.

Memasuki tahap study dosa, Loren merasa tidak nyaman. Ia belum siap menjalani kehidupan Kristen yang sejati, termasuk mengubah cara berpacarannya yang tak sesuai nilai-nilai kekristenan. Selama beberapa waktu, Loren enggan melanjutkan Bible Study. Ini tidak membuat Nadya dan teman-teman berhenti mengasihi Loren. Mereka terus menjalin komunikasi dan mendoakan supaya Loren bisa membuat keputusan yang benar dalam hidupnya. Beberapa minggu kemudian, Loren memutuskan melanjutkan Bible Study.

Study tentang salib Yesus menjadi titik balik kehidupan Loren. Ia menyadari betapa Yesus sangat mengasihinya. Yesus berkorban untuk menyelamatkan hidupnya, tetapi ia menyia-nyiakan kasih-Nya dengan tetap hidup dalam dosa. Loren merasa bersalah telah membuang banyak waktu untuk hal yang tidak berfaedah.

Akhirnya, dengan dorongan iman, bulan Juni kemarin Loren memberi diri dibaptis. Ia berkomitmen menempuh hidup yang benar di dalam Tuhan. Ketika diminta sharing, Loren pun mengungkapkan perasaannya dengan air mata kebahagiaan, bahwa apa yang diperolehnya saat ini adalah rahmat Tuhan.

Sekarang Loren menjadi pribadi yang lebih berani dan mandiri. Ia merasakan perbedaan ketika melayani dengan motivasi yang benar. Seminggu setelah dibaptis, Loren ikut pelayanan sebagai usher. Ia aktif sit in study dan build connection dengan orang-orang baru. Semua ia lakukan dengan sukacita oleh rasa syukurnya kepada Allah. Loren juga mempersembahkan masa pacarannya untuk kemuliaan Tuhan. Kebahagiaan berlanjut ketika Loren lulus dengan predikat cum laude pada Agustus 2018, bahkan mendapat pekerjaan sebelum wisuda. Nilai-nilai Kristen terus ia terapkan dalam setiap aspek kehidupannya, termasuk melalui profesinya kini sebagai guru sekolah dasar.