Pada September 2018 Tuhan kembali memberi kemenangan bagi ministry single Yogyakarta. Seorang sister bernama Angel menerima Tuhan dalam hidupnya dan dibaptis.

Angel adalah mahasiswi jurusan kedokteran di salah satu universitas negeri Yogyakarta. Karena merasa tidak cocok dengan jurusan tersebut, dia berhenti kuliah tahun 2010, lalu mengambil jurusan hukum di universitas lain pada 2012.

Tahun pertama kuliahnya sangat menyenangkan. Selain karena menyukai jurusannya, Angel berharap dapat menjadi kebanggaan keluarga dengan menjadi Sarjana Hukum. Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Angel merasa bertanggungjawab memberi teladan bagi adik-adiknya, terlebih dalam prestasi akademik.

Di luar studinya, Angel juga merintis sebuah bisnis. Tahun 2014, bisnisnya sukses mendapatkan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. Prestasi membanggakan ini banyak disorot oleh media, kalangan pebisnis, dan motivator. Bahkan seorang penulis bernama Alberthiene Endah tertarik menulis kisah hidup dan perjalanan bisnis Angel. Hasilnya adalah sebuah buku biografi berjudul Satu Lentera Seribu Cahaya.

Tinggal jauh dari orang tua membuat wanita kelahiran Sorong ini terbiasa hidup mandiri, terutama secara finansial. Kemandiriannya membuat Angel sombong, tidak menghormati orang tua, dan merasa tidak memerlukan nasehat atau bimbingan mereka.

Kesuksesan bisnis Angel tidak berlangsung lama. Tahun berikutnya, dia mengalami kerugian sangat besar karena kesalahan dalam berinvestasi. Pendapatan bisnisnya menurun drastis, bahkan Angel rugi besar sampai harus berhutang ke sejumlah bank. Kuliahnya pun terancam drop out dengan nilai sangat buruk akibat sering bolos kuliah.

Dalam kondisi terpuruk, Angel mulai ditinggalkan oleh rekan bisnis dan orang-orang terdekatnya. Karena frustasi, Angel berulang kali mencoba mengakhiri hidup dengan berbagai cara. Dia merasa sendirian, tidak punya siapa-siapa lagi. Hubungan dengan mamanya tidak baik. Angel juga merasa Tuhan itu tidak ada sehingga bertahun-tahun lamanya dia menganut paham ateisme.

Situasi berubah ketika Derio, teman Angel yang kala itu sedang Bible study, mengajaknya ikut ibadah di GKDI. Angel berkenalan dengan beberapa sisters, yang kemudian mengajaknya hang out di pantai. Penyambutan yang hangat ini membuat Angel melihat ada yang berbeda dengan komunitas GKDI. Dia merasa nyaman dan cepat berbaur dengan para brothers dan sisters.

Dalam fun time itu, seorang sister bernama Anna mengajak Angel ikut Bible study. Awalnya, Angel merasa asing, tetapi tidak keberatan untuk mencoba dan akhirnya bersedia belajar pada Mei 2018.

Selama studi Alkitab, Angel merasa banyak terbantu. Dia sadar hidupnya sangat kacau dan jauh dari rancangan Tuhan. Hampir semua aspek kehidupannya tidak menyenangkan hati Tuhan. Banyak karakter buruk dalam dirinya yang sepantasnya membuat Tuhan marah.

Ketika memasuki studi tentang dosa, Angel menyadari dirinya orang berdosa yang membutuhkan pengampunan Tuhan. Dia pun semakin berkomitmen mengikuti Yesus setelah tahap studi salib. Angel melihat kasih Yesus yang teramat besar sehingga rela memberikan nyawa agar dapat memberi dirinya hidup damai sejahtera.

Salib Yesus memampukan Angel menerima masa lalunya. Pengampunan Yesus atas dosanya yang besar membuat Angel memutuskan untuk mengampuni orang-orang yang pernah meninggalkannya. Dia juga harus meminta maaf kepada orang tuanya, dan secara khusus, mamanya.

Tantangan terbesar Angel adalah pulang ke Sorong untuk minta maaf dan meminta satu kesempatan lagi dari orang tuanya untuk melanjutkan kuliah. Memulai kembali pembicaraan dengan mamanya terasa aneh bagi Angel. Terlebih, meminta maaf bukanlah karakternya. Namun, terdorong keinginan untuk hidup benar di dalam Tuhan, Angel memberanikan diri melakukannya.

Berkat pertolongan Tuhan, usaha Angel membuahkan hasil. Mamanya memberi dia satu kesempatan lagi untuk pindah universitas dan melanjutkan kuliah yang tertunda.

Beberapa hari kemudian, Angel kembali ke Yogyakarta dan melanjutkan Bible study. Setelah merasakan banyak perubahan dalam dirinya, pada 12 September 2018, Angel berkomitmen hidup dalam rancangan Tuhan dan memberi diri dibaptis.

Menjadi murid Yesus menjadikan Angel pribadi yang ramah dan tak lagi menyalahkan orang lain atas masa lalunya. Perubahan itu dirasakan oleh adiknya sendiri. Menurutnya, Angel bukan lagi seorang pemarah dan tidak suka berkata-kata kasar. Hubungan persaudaraan mereka pun kini semakin dekat. Sebagai ucapan syukur atas hidup baru yang diberikan Tuhan, Angel banyak spend time dengan orang-orang yang mengalami pergumulan dan memberi mereka semangat. Dia rajin berdoa bersama dan mengajak orang lain untuk ikut merasakan kebaikan Tuhan.

Sebagai pribadi yang lebih siap menerima tantangan hidup, Angel berusaha melunasi utang-utang bisnisnya dengan cara yang benar. Dia tidak lagi takut memikirkan utang yang belum selesai karena percaya Tuhan akan membukakan jalan. Saat Angel berjuang hidup sesuai jalan Tuhan, bisnisnya pun perlahan-lahan mulai bangkit. Dia bahkan menemukan investor baru untuk usahanya. Saat ini Angel sedang berjuang menyelesaikan studinya di universitas yang baru dan mewujudkan mimpi untuk lulus tahun 2019 dengan gelar Sarjana Hukum.