Bagi Tuhan Tak Ada yang Mustahil

Dalam hidup, terkadang ada hal-hal yang menurut kita mustahil diperbaiki. Adrian, mahasiswa sastra Inggris salah satu universitas di Yogyakarta, pernah berpikir demikian sebelum ia mengenal Tuhan. 

Dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis membuat Adrian tumbuh menjadi pribadi yang dingin. Selain tidak dekat dengan orang tua, kakak, dan adiknya, Adrian juga tak punya teladan mengasihi dalam keluarga karena melihat hubungan ayah-ibunya yang kurang baik. Baginya, mengasihi keluarga itu sangat susah dan bukanlah suatu kewajiban. 

Sikap dingin Adrian juga berdampak pada hubungannya dengan orang lain. Ia tidak punya banyak sahabat karena sangat selektif memilih teman, bahkan hanya mau berkawan dengan mereka yang sesuku dengannya saja. 

Pemuda kelahiran tahun 1999 ini kemudian harus menerima kenyataan pahit ketika orang tuanya bercerai. Kondisi ekonomi keluarganya pun kian memburuk saat kakak Adrian terlibat masalah hukum. Di tengah kekacauan itu, Adrian merasakan kekosongan dalam hidup. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk meringankan beban keluarganya. 

Dalam masa-masa keterpurukan itu, Adrian dipertemukan dengan brother Rendy dan Yoga, yang kemudian mengajaknya ikut Bible Study. Bulan Oktober 2018, Adrian akhirnya bersedia belajar karena merasa hanya Tuhan yang bisa menolong dirinya dan keluarganya. 

Selama proses belajar, perlahan-lahan Adrian dapat melihat kebaikan Tuhan. Ia mulai merasakan damai dan sukacita walaupun situasi hidupnya masih jauh dari harapan. Dengan tekun, ia menjalani setiap tantangan iman yang diberikan. Namun, ada satu tantangan yang sangat sulit ia taklukkan, yaitu terbuka terhadap dosa-dosanya. Adrian merasa malu dan tidak layak diampuni Tuhan. 

Dengan bantuan para brothers, Adrian berhasil membangun keyakinan untuk mengakui dosa-dosanya di hadapan Tuhan. Ia pun mengalami kelegaan besar karena tahu Tuhan mengampuninya dan tidak lagi mengingat-ingat kehidupannya yang lama. Akhirnya, pada Februari 2019, ia memutuskan untuk menerima Tuhan dalam hidupnya.

Setelah dibaptis, banyak perubahan terjadi dalam diri Adrian. Ia menjadi pribadi yang hangat dan memiliki banyak sahabat. Hubungannya dengan orang tua dan adiknya pun membaik. Bahkan, Adrian menjadi inspirasi bagi ibu dan adiknya untuk beribadah bersama-sama. Tak hanya itu, saat ini ibunya sedang mengikuti Bible Study di Married Ministry, dan Adrian yakin suatu saat nanti seluruh anggota keluarganya dapat menerima Tuhan.

Adrian sangat bersyukur bisa mengenal Tuhan dan tak pernah menyangka bahwa Allah mampu memulihkan hubungannya dengan keluarga. Baginya itu adalah hal yang mustahil. Namun, Adrian melihat sendiri bagaimana pertolongan Tuhan hadir dalam hidupnya dan bagi keluarganya. 

Sebagai ungkapan syukur, Adrian kini terlibat dalam sejumlah pelayanan. Dia aktif melayani sebagai volunteer di Kerajaan Kanak-Kanak, usher team, dan berbagai kegiatan Campus Ministry. Adrian berharap Tuhan memakai dirinya untuk menolong banyak orang, dan terus berkomitmen untuk memberikan hidupnya bagi kemuliaan nama Tuhan.