Good News Jemaat Surabaya – Hari

Tak Lagi Takut Tidak Dikasihi

Hari dilahirkan di Ajibata, Sumatra Utara, sebagai anak sulung dari lima bersaudara. Dibesarkan dalam keluarga dengan kondisi keuangan terbatas membuat Hari terkekang. Ia tidak punya kesempatan mengikuti aneka kegiatan seperti anak-anak lain dan terpaksa menghabiskan waktu luangnya di rumah. Hari, yang sering mengeluh karena sehari-hari harus menyantap lauk ikan asin, bahkan sempat lari dari rumah karena tertekan keadaaan ekonomi keluarganya.

Setelah dewasa, Hari bekerja di perusahaan asing pengekspor kopi. Ini membuatnya lebih mandiri dan merdeka secara finansial, dan tanpa disadari Hari menjadi tinggi hati. Terlebih, ia merasa sudah kenal Tuhan. Sebagai aktivis gereja, Hari rajin berdoa, membaca Alkitab, dan memiliki beberapa anak bimbingan rohani. Ia bahkan pernah mendalami firman Tuhan di GKDI Lampung tahun 2015 atas ajakan brother Robi.

Kemapanan karier dan kegiatan rohaninya membuat Hari merasa hidupnya baik-baik saja. Padahal, ia sebenarnya memandang firman Tuhan sebagai himpunan pengetahuan belaka. Hubungannya dengan Tuhan hanyalah sebuah formalitas. Hari menjalankan semua kegiatan rohaninya lantaran takut dihukum jika ia tidak menyenangkan hati Tuhan. Sebaliknya, ia mengira dengan tekun berdoa dan membaca firman, Tuhan akan memberkatinya.

Diam-diam Hari rindu ingin menjadi bagian dari jemaat seperti gereja mula-mula di abad pertama. Namun, ia tidak tahu di mana harus mencari, juga ragu apakah jemaat yang tampaknya sempurna itu benar-benar ada.

Hari ingin dekat dengan Tuhan tetapi tidak tahu seperti apa bentuk kedekatan yang benar. Dengan kata lain, meski punya banyak pengetahuan tentang Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya, Hari tak tahu cara menerapkannya. Dan, karena tidak ada yang membantu dan menuntunnya, Hari terus melakukan rutinitas rohaninya tanpa pertumbuhan iman.

Awal tahun 2018, Hari dipindahkan ke cabang perusahaannya di Surabaya. Di sana, ia kembali mencari komunitas yang ia impikan. Robi pun merujuknya untuk menemui seorang brother bernama Tantok.

Setelah itu, Hari kembali bergabung dengan komunitas yang sama seperti di Lampung dan melanjutkan pendalaman Alkitab. Walaupun awalnya sempat beradu argumen tentang  firman, Hari menyadari bahwa pengetahuan yang banyak mengenai Tuhan tak lantas menjadikannya orang yang lebih baik. Hari pun memutuskan belajar Alkitab dari awal lagi.

Pendalaman firman membukakan pemahaman Hari bahwa dirinya adalah pribadi yang sombong tetapi minder dalam pergaulan dan tak punya sukacita dalam hidup. Kepandaian dan kompleksitas pikirannya membuat ia tidak terbuka kepada orang lain dan sulit menerima masukan. Ia kurang memiliki integritas dalam pekerjaan, selalu memandang orang berdasarkan status sosialnya, serta sulit mengasihi sesama.

Dari semua pelajaran, tema Tujuan Hidup dan Salib Yesus paling menyentuh hatinya. Hari kini paham bahwa Tuhan telah merencanakan damai sejahtera untuk hidupnya sejak awal. Tuhan mengasihi dirinya apa adanya, baik ketika ia berbuat banyak maupun sedikit bagi-Nya. Hari tak perlu khawatir tidak akan dikasihi karena kasih Tuhan begitu sempurna hingga mau merelakan nyawa baginya.

Tanggal 20 November 2018, Hari mengambil keputusan untuk dibaptis di Surabaya. Sekarang ia mengerti apa arti kerendahan hati, serta mampu mengaitkan pengetahuan rohaninya dengan perbuatan konkret. Hari lebih bersukacita dan menerima introspeksi, tidak lagi rendah diri tetapi punya integritas tinggi, serta terus bertumbuh dalam komitmennya kepada Tuhan.

Hingga kini, Hari melayani sebagai pianis dalam tim musik untuk kebaktian dan acara singles. Impian terbesar Hari adalah melihat orang tua dan adik-adiknya menjadi murid Yesus. Selain itu, ia berharap kelak bisa mendirikan tempat bagi orang-orang yang ingin belajar firman dan dibantu seperti dirinya. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Apa Tujuan Hidup Anda?

Video inspirasi: