Good news Jemaat Surabaya – Daniel

Hidup Adalah Kristus, Mati Adalah Keuntungan

Daniel A. Aruan, seorang saudara dari Singles Ministry Surabaya, belum genap setahun dibaptis, tetapi hidupnya sebagai seorang Kristen sejati layak dijadikan panutan dan teladan.

Sembilan tahun lalu, kakak perempuan Daniel, Risna, dari jemaat Malang, mengenalkannya dengan seorang saudara dari jemaat Surabaya bernama Tantok. Daniel, yang kala itu menjalin hubungan dengan seorang teman wanita, hanya sempat beberapa kali mengikuti studi Alkitab. Berhubung teman wanitanya belum mau mengenal Tuhan lebih dalam, pelajaran Daniel pun tak pernah rampung.

Di lain pihak, Tantok terus menjaga komunikasi dengan Daniel. Tahun 2018, keduanya kembali bertemu untuk minum kopi bersama, dan saat itu, Daniel sudah tidak bersama dengan teman wanitanya yang dulu. Bulan April tahun itu, Daniel memutuskan kembali belajar Alkitab. 

Selama studinya, upaya meninggalkan dosa adalah bagian terberat bagi Daniel. Namun, dukungan dan semangat para saudara, serta ketekunan mereka berdoa bersama untuk memenangkan pergumulannya membuat Daniel merasa tidak sendirian dalam perjuangannya. Ia bertekad untuk serius menaklukkan dosa-dosanya dan bertobat. 

Ketika belajar tentang salib, Daniel sempat meneteskan air mata. Ia terharu melihat betapa Tuhan sungguh mengasihinya, seseorang yang penuh dosa dan melakukan banyak kesalahan dalam hidup. Daniel sadar betapa berharganya kasih Tuhan bagi manusia. Setelah empat bulan belajar, pada 18 Agustus 2018, Daniel pun memantapkan hati menjadi murid Kristus.

Sejak hari itu, Singles Ministry Surabaya tak pernah sama lagi. Daniel yang menyenangkan dan jenaka selalu membuat suasana meriah dengan candaan dan sikap riangnya. Tak hanya sering meminta nasihat dan mudah dinasihati, ia juga punya semangat tinggi dalam belajar dan dibimbing di dalam Tuhan. 

Dalam kehidupan rohaninya, Daniel tidak semata berfokus pada diri sendiri, tetapi selalu memerhatikan orang lain. Ia sangat peduli dengan mereka yang sedang belajar firman, serta saudari-saudari yang membutuhkan pertolongan. Daniel juga aktif mengajar di Saturday Academy yang diadakan di Gubeng, Surabaya, sejak November 2018. Ia mengasihi anak-anak asuhannya dan kreatif dalam membawakan aktivitas pelajaran. Impiannya adalah agar kelak bisa membantu adik dan orang tuanya mengenal kebenaran.

Pada 31 April 2018, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-30, Daniel berpulang ke rumah Bapa—kemungkinan besar akibat serangan jantung. Walaupun sedih dan tak percaya dengan kepergiannya, kami semua tahu ia kini berbahagia bersama Bapa di surga.

Selamat jalan, Daniel. Engkau telah menyelesaikan pertandingannya dengan baik dan mencapai garis akhir dengan iman yang teguh.

“Daniel adalah saudara yang mudah dibimbing dan selalu bersedia dimintai tolong. Ia membawa keceriaan dan kegembiraan, peduli dengan teman-teman yang sedang belajar firman Tuhan, serta memastikan hidup mereka selalu berada dalam kebenaran. Saya bangga punya saudara seperti Daniel.” (Tantok)

“Ia saudara yang penuh sukacita dan menularkan sukacitanya. Meskipun tahu hidup benar itu tidak mudah, ia tetap berjuang memegang komitmennya di hadapan Tuhan. Saya takkan pernah melupakan kebaikan dan kasih Daniel. Sampai bertemu kembali di surga, bro.” (Rudi)

“Delapan bulan adalah waktu yang singkat, tetapi terisi oleh begitu banyak kenangan bersama Daniel. Setiap bertemu dengannya, beban hidup saya rasanya hilang. Daniel selalu terlihat kuat dan gembira, meskipun kondisinya sedang tidak baik, karena ia ingin orang lain merasa happy. Ia giat menyusun ide-ide menarik agar anak-anak semangat belajar di Saturday Academy. Surga sangat beruntung memiliki kamu, Daniel.” (Novie)

“Daniel orang yang sangat baik, hangat, giving, caring, dan tulus. Setiap berjumpa, ia selalu menanyakan pekerjaan, kesehatan, dan pertobatan saya. Ia mencintai Tuhan dan selalu berjuang memberikan yang terbaik bagi-Nya. Walau masih tak percaya dengan kepergiannya, saya percaya ini adalah rancangan terbaik untuk Daniel.” (Jeffry)

“Ceria, peduli, dan rendah hati. Tiga kata ini sungguh menggambarkan Daniel. Kendati punya pergumulan yang terkadang mencuri sukacitanya, ia terus menginspirasi kami bahwa Tuhan lebih besar daripada masalah-masalahnya. Di hari-hari terakhirnya, Daniel membagikan perjalanan imannya dengan seorang teman yang sedang dibantu mengenal Tuhan. Ia percaya teman tersebut bisa berubah. Keyakinannya mengingatkan saya bahwa saya pun harus berjuang menolong orang lain.” (Adit)

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. – Filipi 1:21-22

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Hati Seperti Apa yang Tuhan Inginkan?

Video inspirasi: